Fabio Quartararo-lah yang memaksa Maverick Vinales mundur dari Yamaha ? whattt
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Iwanbanaran.com – Cakkkk…..
- Yamaha adalah Tim yang cukup sukses menguasai MotoGP baik di tahun 2020 hingga tahun 2021.
- Kendati gagal meraih juara Dunia tahun lalu tapi secara record pabrikan garputala berhasil koleksi jumlah kemenangan lebih banyak bahkan dibandingkan dengan Suzuki sekalipun.
Iwanbanaran.com – Cakkkk….. Yamaha adalah Tim yang cukup sukses menguasai MotoGP baik di tahun 2020 hingga tahun 2021. Kendati gagal meraih juara Dunia tahun lalu tapi secara record pabrikan garputala berhasil koleksi jumlah kemenangan lebih banyak bahkan dibandingkan dengan Suzuki sekalipun. Namun sayang, pabrikan ini kurang konsisten sehingga tahun 2020…. titel juara dunia menguap. Sosok pembalap yang begitu mendambakan juara dunia bersama Yamaha semakin berang. Celakanya di tahun 2021 pembalap tersebut semakin terpuruk di saat rekannya mengkilap. Di saat itulah perhatian pabrikan garputala mulai bergeser. Uniknya, Vinales reaktif. Keputusan terkesan buru-buru dan emosional sehingga doi memutuskan kontrak bersama Yamaha…..
Dari sana tersiar kabar serta isu sangat kuat Vinales bakal bergabung dengan Aprilia setelah gagal mendekati Suzuki. Namun tidak semudah itu Ferguso, kenapa ?
Ketika Vinales setuju dengan Aprilia Racing, tantangan baru menantinya di sana. Yang pertama adalah anggaran Aprilia yang jauh lebih kecil dari yang digunakan Maverick saat di Suzuki dan Yamaha. Yang kedua secara Performa, Aprilia belum mampu melampaui posisi enam di balapan MotoGP sejak 2015. Aleix Espargar? berulang kali mengeluhkan kekurangan tenaga pada mesin V4 baru RS-GP 21, terkadang masalah transmisi serta durabilitas engine. So secara general, problem Aprilia jauh lebih banyak dibandingkan dengan Yamaha. Ini yang akan menjadi kendala terbesar karena menurut pandangan IWB maverick Vinales adalah pembalap yang sangat kritis terhadap Performa motor. Doi paling suka menyalahkan Tunggangan dibandingkan mencoba berkaca pada diri sendiri…..
Contoh lain Pada hari Sabtu, Vinales mengeluh setelah pole position di Assen: “Yamaha hanya kompetitif empat kali setahun.” ujarnya.?Namun jika kita sudi membuka data, sebenarnya Performa pabrikan garputala tidaklah buruk. Walaupun harus kita akui grafik para pembalap Yamaha di tahun 2021 memang sangat jomplang dibandingkan dengan Fabio, fakta tetaplah fakta. Yamaha memenangkan tujuh dari 14 balapan dimusim 2020. Di musim ini, Quartararo telah memenangkan enam podium di sembilan balapan. Tanpa masalah arm pump dan tanpa ritsleting rusak, bisa saja kemenangan tersebut jadi 8. Disisi lain?Vinales memenangkan balapan pertama pada tahun 2021, kemudian dia menjauh dari podium sebanyak tujuh kali. Dan yang paling pahit serta sulit dilupakan Vinales adalah hasil balap Sachsenring Jerman yang membuat pembalap Spanyol tersebut secara bulat meninggalkan Yamaha….
Mungkin Maverick akan berkembang di lingkungan baru. Tetapi manajer Yamaha juga beberapa kali mengharapkan keajaiban tersebut. Faktanya pembalap Spanyol berusia 26 tahun itu tidak pernah konsisten bertahan di puncak musim.?Bukan motornya saja, bukan pula tim.?Karena Quartararo yang berusia 22 tahun telah memenangkan tujuh balapan MotoGP untuk Yamaha dalam sebelas bulan terakhir. Sedang Vinales membutuhkan waktu empat setengah tahun untuk delapan kemenangannya di Yamaha! Dari sini bisa kita simpulkan bahwa Vinales harus berusaha merenung, berkaca pada diri sendiri….. jangan mudah menyalahkan motor pada saat hasil yang diraih tidaklah sesuai keinginan. Dan publik sekarang mengetahui karakter buruk dari Vinales ini…
Disisi lain Fabio memang pembalap yang sepertinya sangat klop dengan Yamaha. Ini seperti kita membicarakan Casey Stoner dengan Ducati. Terbukti ketika pembalap Yamaha lain kesulitan…..bahkan sangat menderita di Sachsenring Jerman, ?Fabio masih sanggup sabet podium 2. Ini luar biasa cak. IMHO….Sangat mungkin Quartararo bahkan akan lebih sukses daripada Marc M?rquez dalam jangka panjang, karena dia sama kencangnya, ?tenang, tidak pemarah dan jarang melakukan kesalahan.?”El Diablo” adalah seorang pembalap jenius tak terbantahkan…..
” Tahun lalu aku memimpin titel juara dunia setelah dua kemenangan di Jerez. Salahnya Aku lalu banyak berpikir tentang gelar juara Motogp. Sekarang tidak, aku selalu mengatakan pada diri sendiri pada setiap race bahwa musim baru dimulai. Dan sekarang tiap race aku selalu mencoba untuk menikmati balapan…” tukasnya. Yup…Fabio sama?seperti Rossi yang pernah membuat perbedaan bagi rekan satu timnya di masa jayanya di Honda dan Yamaha, seperti halnya Marc M?rquez di Honda, Fabio Quartararo juga begitu superior di Yamaha. Dan Fabio Quartararo pula yang sepertinya memaksa dan mendorong rekan setimnya yakni?Vinales untuk putus asa dan melarikan diri dari Yamaha Factory sehingga kontraknya diputus lebih awal….
Last…. Status Vinales memang belum jelas akan ke mana. Sebab selain Aprilia sebenarnya ada satu seat kosong yang masih punya potensi untuk didekati pembalap Spanyol tersebut yakni Aramco VR46. Yup…. Jika memang memungkinkan bisa saja Vinales akan ditandemkan bersama Luca Marini tahun depan. Namun semuanya masih berupa isu termasuk Aprilia yang hingga sekarang tetap bungkam enggan memberikan konfirmasi. So….kita tunggu dan pantau saja akan seperti apa perkembangan kisah Vinales yang begitu memprihatinkan. Vinales kabur dari Yamaha ? tekanan itu memang berat cak…..! (iwb)
