Iwanbanaran.com – Cakkkk……kemenangan manis Astra Honda Racing Team yang berhasil mengoleksi juara Asia 1-2 dikelas ARRC AP250 berakhir kurang menyenangkan. Hal ini karena race direction menganggap Ahwin Sanjaya dan Mario SA menginjak garis limit walau tipis pada last corner. Sebuah kondisi yang jelas mengecewakan mengingat pertarungan mereka sangat rapi. Dan dengan penalti tersebut maka posisi Ahwin dan Mario diturunkan sehingga rider tuan rumah Anupab Sarmoon langsung mengambil alih posisi menjadi runner up. Welehhh penyakittt lamaaaa….
Astra Honda Racing Team membuat catatan istimewa pada musim balap Asia Road Racing Championship 2018 yang luar biasa, pada akhir pekan ini di Buriram, Thailand. Di kelas Asia Production 250cc, Awhin Sanjaya dan Mario Suryo Aji terkena penalti pada akhir balapan yang membuat hasil finis pertama dan kelima mereka dibatalkan. Masing-masing lalu dinyatakan finis di urutan keenam dan ke-10. Rheza Danica yang memang sudah mengunci gelar juara musim ini naik ke posisi kedua, dan menutup musim tak terlupakan ini dengan naik podium. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang finis di urutan ke-7 dan berada di posisi lima besar klasemen akhir, sementara Gerry Salim finis di posisi ke-17….
Iklan
Balapan terakhir AP250 musim ini menampilkan para pebalap AHRT yang bersaing untuk meraih kemenangan, lebih dari 10 lap. Mereka berada di posisi tiga besar saat balapan menyisakan delapan lap. Setelah persaingan sengit dan ketiga pebalap Indonesia berada di depan, Awhin akhirnya berhasil memenangi balapan. Mario finis di urutan kelima, sementara Rheza ketujuh. Namun, setelah finis, Race Direction memberikan penalti turun lima posisi kepada Awhin dan Mario karena melewati batas lintasan….
Advertisement
Ini yang IWB agak heran karena terkesan dipaksakan mengingat pada last corner tersebut memang begitu semrawut. Kalau fair Anupab-lah yang justru menjadi biang masalah dimana doi malah sempat keluar gravel untuk mengejar Ahwin. Dari sana doi memaksa masuk dan langsung menyenggol Ahwin. Alhasil Ahwin harus sedikit keluar garis untuk mencegah mereka berdua crash. Sebuah strategi yang berhasil menguburkan mimpi merah putih sapu juara Asia 1-2 kelas AP250. IMHO race director harusnya melihat case by case. Yahhh…namanya wae race director cak. Mereka yang punya kuasa. Dan akhirnya kemenangan Ahwin dianulir dan dinyatakan tidak sah. Nyesek tenan cak….
” Kemenangan Ahwin dibatalkan….”
So…akhirnya Ahwin diturunkan dari pertama menjadi posisi enam dan Mario ke-10. Rheza naik ke posisi dua. Praktis poin yang sudah unggul dari Anupab dengan masuk runner up langsung melorot. Awhin Sanjaya menurup balap ARRC AP250 dari runner up langsung anjlok dan berada di posisi empat dengan 147 poin, sementara Mario Suryo Aji di posisi enam dengan 128 poin. Yup….Anupab yang berada diposisi 3 pada klasemen akhirnya naik runner up menggantikan Ahwin dan bergeser pula Rafid Topan ketiga. Hhmmm…Runner up Thailand lagi pakdeee….heran bin jaran tenan…
” Saya sangat menikmati balapan kedua yang berjalan ketat dan menguras energi. Tekanan yang sangat kuat dan persaingan hingga lap terakhir berhasil saya sudahi dengan finis di posisi terdepan. Tetapi, saya menerima hukuman penalti sehingga harus turun ke posisi ke-6. Bagaimana pun, saya ucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan…”?seru Ahwin. Untunglah kekecewaan pasukan AHRT terobati dengan kemenangan dua musim berturut-turut dikelas AP250 Asia dari 2017-2018….
Iklan
” Akhirnya, musim balap ARRC 2018 selesai. Memang, saya tidak berhasil merayakan keberhasilan menjadi juara AP250 2018 dengan podium pertama di Thailand. Tetapi, setidaknya saya sudah menunjukkan usaha keras dan konsistensi dengan selalu tampil all out. Terima kasih atas dukungan dari semua kru, manajemen, dan seluruh sponsor Astra Honda Racing Team. Berkat dukungan yang besar dan usaha keras dari semua pihak, saya bisa menjadi juara Asia kelas AP250..” tukas Rheza….
Last….di kelas SS600, Andi Gilang bersaing dari posisi start ke-15. Berada di grup yang memperebutkan posisi ketujuh, Gilang mendapatkan posisinya saat akan finis. Gerry Salim punya peluang bersaing meraih poin dan akhirnya finis di posisi ke-17. Gilang menutup musim dengan berada di posisi kelima klasemen akhir dan telah mengumpulkan 117 angka. Irfan Ardiansyah berada di posisi ke-15 dengan 37 poin. Untuk memberikan gambaran detik-detik Ahwin diganjar Penalti bisa sampeyan intip dari SC berikut ini. Piye…fair ora menurut sampeyan ???(iwb)
Detik-detik yang membuat Ahwin di Penalti
” Terlihat Anupap keluar lintasan dan terus memaksa masuk dari kanan….”