ARRC AP250 Dianggap belum seimbang, wacana single ECU digelontorkan ?
Jelajahi Topik
Iwanbanaran.com – Pakdeee…..merah putih berhasil mempertahankan piala ARRC AP250. Balap Asia Road Racing Championship yang selalu dimenangkan oleh Thailand ini direbut pasukan Indonesia lewat Astra Honda Racing Team. Bahkan tahun ini pun tidak mampu direbut Anupab Sarmoon (Yamaha Thailand) yang sebelumnya menjadi juara bertahan (tahun 2016). Rheza Danica dan Mario SA mendominasi balapan ARRC AP250 2018. Herannya kondisi puncak tersebut kemungkinan akan sedikit terganggu dimasa depan karena muncul wacana untuk oprek regulasi dengan penggunaan single ECU dikelas ini. Hhmm….koq jadi aneh yo cak, kayak motor prototype wae euy…
Isu wacana single ECU dikelas ARRC AP250 muncul disekitar paddock ARRC Sentul kemarin lusa. Wacana ini konon sedang digodok dengan alasan untuk membuat balapan lebih seimbang. Wacana single ECU yang disuarakan dimasa depan ini muncul ketika Rheza Danica dipastikan sudah mengunci gelar Juara Asia dimusim 2018. Praktis pasukan AHRT-Honda CBR250RR tidak terpatahkan sejak 2017 hingga 2018. Fakta yang sebenarnya tidak mengejutkan. Kenapa ?
Sebab dari sisi manapun CBR250RR memang diatas rata-rata baik fitur, handling ataupun power. Sebagai motor yang diracik dengan filosofi ” Total control…” IWB harus akui CBR250RR adalah paket komplit yang digarap dengan racing oriented. Nggak heran cukup sulit bagi para lawan mereka jabanin ketangguhan CBR250RR diatas lintasan. Yang menjadi masalah saat ini adalah…pengembangan motor fairing versi produksi masal kedua pabrikan beda filosofi. Sport fairing tapi touring bike purpose….
Disisi lain pengembangan sepertinya sudah mentok jika dengan produk yang sudah ada sekarang. Kecuali Ninja yang bisa terus berkembang karena mengusung mesin baru. Ironisnya Yamaha yang menjadi raja dikelas seperempat liter dimasa lalu kehilangan tahta dan direbut pasukan AHRT sejak 2016, justru memutuskan tetap menggunakan mesin lawas pada new R25 MY2019. Keputusan yang tentu saja tidak menguntungkan kiprah mereka diajang balap Asia 250cc karena bagaimanapun potensi engine motor ini sudah mentok. Lawong mesin 2014….bisa jabanin CBR250RR wae wis juozzz kuwiii…
Nahh kembali ke soal ARRC AP250…dari sinilah IWB tergelitik, kenapa harus menggunakan single ECU jika kompetisi melibatkan motor produksi masal bukan prototype seperti Motogp? justru dengan menggunakan ECU pabrikan bisa menjadi representatif real produk tersebut. IWB berharap pabrikan akan berlomba-lomba memberikan yang terbaik untuk produk masalnya. Yah…mirip WSBK atau WSSP300 cak. Mengembangkan produk terbaik yang dijual kepasar dengan power mumpuni supaya saat kompetisi makin juozzz….
Yang menjadi masalah, dari beberapa interview IWB dengan para mekanik AHRT, ECU Honda CBR250RR memang lebih lengkap dan canggih dibandingkan lainnya. Dengan hadirnya perangkat elektronik Riding Mode serta Throttle by wire, mekanik dipastikan lebih fleksibel dalam menyeting motor untuk mendapatkan profile sesuai karakter sirkuit. Semua jadi lebih presisi serta cerdas. So….IWB nggak tahu, apakah wacana single ECU ada hubungannya dengan dominasi CBR250RR yang tak terpatahkan selama 2 tahun berturut-turut atau hanya faktor kebetulan ? nggak paham cak. Apalagi semua masih sebatas isu diarea paddock. Tapi sebagai orang awam, tentu sulit untuk membuang pikiran kesana mengingat ide yang dikeluarkan terasa tidak masuk akal. Single ECU kayak Motogp disaat kompetisi balapan disebut Asia Production (AP) 250 alias motor produksi masal ?
Last…berikan best produk untuk masspro product supaya memberikan impact pada performa diajang balap. IWB takut justru dengan tindakan tersebut akan membuat pabrikan enggan all out dalam berkompetisi menelurkan produk terbaiknya dipasar. Cukup dengan menciptakan image kencang diarena balap bukan versi masspro, wis cukup. Lak yo sobek. Btw…semua memang masih wacana yang belum tentu naik level menjadi confirmed. So…kita lihat saja perkembangan selanjutnya. Nah…kalau sampeyan sendiri piye cak, setuju nggak dengan adanya penyeragaman ECU dibalap ARRC AP250 ?? monggo berikan opininya…..(iwb)
