Kisah supir truk yang membuat IWB mules…
Jelajahi Topik
Poin Penting
- Bro dan sis sekalian….jauh sebelum artikel ini IWB rilis, sebenarnya sudah banyak ulasan yang dishare baik via Kaskus ataupun forum-forum didunia maya.
- Informasi yang menggaris bawahi tentang betapa doktrin yang di tanamkan pada mereka masuk kategori kejam khususnya untuk para biker.
- Maklum IWB juga biker dan sering wira-wiri menggunakan roda dua.
Bro dan sis sekalian….jauh sebelum artikel ini IWB rilis, sebenarnya sudah banyak ulasan yang dishare baik via Kaskus ataupun forum-forum didunia maya. Informasi yang menggaris bawahi tentang betapa doktrin yang di tanamkan pada mereka masuk kategori kejam khususnya untuk para biker. Maklum IWB juga biker dan sering wira-wiri menggunakan roda dua. Emang apa kata mereka sehingga membuat IWB sempat mules??….

Sebut saja kang X. Doi menjemput IWB saat nyambangi Bandar Lampung. Biasa kangbro….walau baru ketemu kita ngobrol ngalor ngidul. Apalagi ternyata doi juga berasal dari Jawa Timur yang merantau ke Lampung. Tanya asal usul hingga pengalaman hidup. Kebetulan kang X ini masih jauh dibawah IWB….jadi masih muda kangbro. Namun soal petualangan ternyata doi termasuk kelas kakap. Lha piye…..diusia yang masih terbilang belia….doi pernah menjadi sopir truk lintas Sumatera-Jawa….
“Saya pernah ngerasain kang…bagaimana hidup dijalanan sebagai sopir truk. Pahit getirnya dijalanan dan bagaimana hidup seperti nggak tenang karena target..”ujarnya. Yup….target waktu yang harus terpenuhi hingga istirahat ditengah jalanan sering dilakonin. Disini mereka kudu pintar-pintar mengatur waktu. Karena jika tidak sesuai target maka gaji akan dipotong dan yang paling buruk hanya diberikan setengah. Oalahhh…ngono to jebule….
Topik terus berjalan. Mulai dari brand truk yang yang tangguh hingga yang ringkih. Nampaknya kang X ini hafal betul truk yang memiliki performa mumpuni. Semua tergantung manajemen pastinya dan mereka hanya bisa mengikuti. Dan disaat itulah doi menyinggung tentang satu hal yang membuat IWB langsung mules. “Soal kecelakaanpun kami diajari manajemen. Intinya lebih baik korban meninggal dari pada hidup..”tuturnya datar. Waduh….maksude piye ki….
“Iya kang…..betul. Kami sopir truk seperti ada ilmu tak tertulis jika terjadi laka lantas maka diharapkan mending korban meninggal dari pada hidup apalagi sampai cacat. Manajemenpun seperti itu. Karena jika korban meninggal paling memberikan santunan sekali cukup. Tapi kalau hidup…biaya yang dikeluarkan akan sangat besar dan terus menerus. Apalagi kalau cacat dan proses berobat….pasti habis-habisan. Itulah kenapa kami dan manajemenpun lebih suka korban meninggal dari pada hidup...”tambahnya serius. Ediannnn!!…
Informasi ini pernah dishare secara masif dibeberapa grup dan forum. Namun karena tidak mendengar sendiri IWB jujur masih belum bisa percaya. Tapi setelah mendengarkan dengan telinga sendiri…..baru IWB ngangak terbengong kangbro. Jadi semua benar adanya. “Yah…gimana lagi kang. Kami juga tidak ingin ada kecelakaan. Namun kadang hal seperti itu diluar kontrol kita. Untunglah saya sudah tidak lagi jadi sopir truk kang…..”tutupnya. Byuh…..
Terbayang betapa ngerinya memang jika biker terlibat laka lantas melawan truk. Pasti biasanya berakhir dengan sangat tragis. Cukup kecil potensi selamat sebab melibatkan kendaraan berbobot puluhan ton. IWB nggak tahu apakah harapan tidak tertulis tersebut juga menjangkiti sopir truk lain. Namun melihat tren dan beberapa gosip…sepertinya demikian. So mzbro…..alangkah baiknya sampeyan sebagai biker menjaga jarak ketika bertemu truk….
Bobot yang super berat akan membuat respon braking juga lambat. Selain itu para sopir ini rata-rata sudah capek sehingga sedikit saja keruwetan jalanan menghimpit mereka ditakutkan akan gampang memicu adrenalin. Efeknya…jadi lost control mzbro. Apalagi didalam hati mereka sudah ditanamkan doktrin lebih baik korban meninggal dari pada cedera. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal negatif seperti ini. Amin YRA….(iwb)




