---
title: "Terbongkar Misteri Pecco Bagnaia sulit di atas GP26….Ducati memang bermasalah !!"
description: "Iwanbanaran.com – Cakkk….Performa buruk Francesco Bagnaia di GP Inggris 2026 mempertegas krisis mendalam yang dialami sang pembalap bersama tim pabrikan Ducati. Peraih dua kali gelar juara dunia MotoGP tersebut kini tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara, mencatatkan salah satu periode tersulit dalam kariernya sebelum dipastikan hengkang ke Aprilia musim depan. Keterpurukan di Silverstone—di mana ia […]"
publishedAt: "2026-08-18T07:00:19.000Z"
modifiedAt: "2026-08-15T09:29:50.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Motogp"
url: "https://iwanbanaran.com/news/terbongkar-misteri-pecco-bagnaia-sulit-di-atas-gp26-ducati-memang-bermasalah"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/2026/02/pecco-35-1.webp"
---

# Terbongkar Misteri Pecco Bagnaia sulit di atas GP26….Ducati memang bermasalah !!

**[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/02/pecco-35-1.webp)Iwanbanaran.com &#8211; Cakkk&#8230;.**Performa buruk Francesco Bagnaia di GP Inggris 2026 mempertegas krisis mendalam yang dialami sang pembalap bersama tim pabrikan Ducati. Peraih dua kali gelar juara dunia MotoGP tersebut kini tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara, mencatatkan salah satu periode tersulit dalam kariernya sebelum dipastikan hengkang ke Aprilia musim depan. Keterpurukan di Silverstone—di mana ia finis ke-17 di sesi Sprint dan gagal finis (DNF) akibat kecelakaan di balapan utama—menjadi cerminan nyata bahwa masalah adaptasi Bagnaia di atas Ducati GP26 belum menemukan titik terang. Namun dalam artikel ini cak&#8230;IWB pastikan bahwa yang problem bukan Pecco namun Ducati memang bermasalah. Lhoo kok iso ?? ternyata gara-gara ini cak&#8230;.

Berbeda dengan musim 2025 ketika masalah Bagnaia bersumber pada kepercayaan diri roda depan (front-end confidence*) pada GP25, kendala utama pada spesifikasi motor GP26 terletak pada **ketiadaan cengkeraman roda belakang (*rear grip*)**. Kondisi ini memaksa Bagnaia mengubah gaya berkendara secara ekstrem demi memaksa motor berbelok, yang berdampak pada kelelahan fisik hingga berujung pada operasi *arm pump* pada pertengahan Juli 2026. Bagnaia secara terbuka menyatakan kekecewaannya karena penyesuaian *setup* maupun elektronika tidak membuahkan hasil, sementara rider Ducati lainnya seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio yang mengemas GP26 justru tampil lebih stabil. Karakter khas Bagnaia yang unggul saat *corner-entry* kini sirna karena keterbatasan traksi ban belakang&#8230;..

[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/02/pecco-sdddd.webp)&#8221; Saya sudah mengubah semuanya: set-up*, elektronika, tetapi masalahnya bukan di situ. Sejak balapan pertama musim ini saya sama sekali tidak mendapatkan *grip* (daya cengkeram), benar-benar nol. Dan kami tidak tahu harus melakukan apa karena ada pembalap Ducati lain yang memiliki *rear grip* sangat melimpah, jadi ini sangat sulit untuk dipahami&#8230;&#8221; keluhnya. Hal ini pernah ia bicarakan sebelumnya, yang tampaknya merujuk pada Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio yang keduanya juga menunggangi GP26 tahun ini dengan pola performa mereka yang terlihat sangat berbeda dibanding Bagnaia. Masalah ini bermanifestasi pada keterbatasan Bagnaia saat masuk tikungan (*corner entry*—yang dulunya merupakan senjata utamanya) dan memaksanya harus menekan motor secara berlebihan agar mau berbelok (yang ia sebut sebagai penyebab cedera *arm pump*-nya)&#8230;

Kegagalan meraih poin di GP Inggris secara praktis menutup peluang Bagnaia dalam peta persaingan gelar juara dunia 2026. Bagi Ducati, menyelesaikan masalah GP26 milik Bagnaia tampaknya tak lagi menjadi prioritas utama menyusul kepastian transisi sang pembalap ke Aprilia dengan kontrak empat tahun mulai musim 2027. Fokus Bagnaia di sisa musim 2026 kini bergeser dari memburu gelar menuju persiapan mental dan teknis menjelang era baru 850cc serta ban tunggal Pirelli.

### **Perbandingan Performa Pecco Bagnaia di GP Inggris 2026**

**Sesi**
**Selisih Waktu dari Ducati Terdepan**
**Catatan/Posisi Akhir**

**Free Practice 1 (FP1)**
+0,954 detik
Ketertinggalan signifikan

**Practice (PR)**
+1,013 detik
Gagal menembus papan atas

**Qualifying (Q)**
+1,476 detik
Kesulitan mencetak *flying lap*

**Sprint Race (SPR)**
+16,766 detik
Finis di posisi ke-17

**Grand Prix (GP)**
N/A
**DNF** (Kecelakaan pada lap ke-7 saat tertinggal 10 detik)

[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/04/pecco-marc.webp)Last&#8230;krisis yang dialami Pecco Bagnaia di sisa musim 2026 menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara dominasi dan keterpurukan di kelas tertinggi MotoGP. Dengan peluang gelar juara dunia yang kian tertutup, sisa seri musim ini tidak lagi berpatokan pada perburuan poin, melainkan menjadi momentum krusial bagi Bagnaia untuk memulihkan rasa percaya diri dan gaya berkendaranya. Langkah besar menuju Aprilia pada musim 2027—bersamaan dengan perombakan regulasi mesin 850cc dan hadirnya ban Pirelli—memberikan kesempatan emas bagi sang juara dunia dua kali untuk melakukan reset* total. Babak baru ini akan menjadi pembuktian sejati bagi Bagnaia untuk bangkit dan kembali menegaskan kapasitasnya di papan atas kejuaraan dunia. Goo Peccooo&#8230;!! (iwb)
