---
title: "Suzuki batal rilis trail di Indonesia?"
description: "Pakdeee….menjadi pabrikan dengan market share kecil memang tidak menguntungkan. Setiap pergerakan harus dihitung betul investasi yang dikeluarkan supaya tidak membuat jalan makin terseok-seok. Seperti Suzuki yang sebenarnya sudah sangat tertarik untuk memasarkan trail di Indonesia setahun yang lalu. Namun perkembangannya project dual purposes pabrikan S ini semakin berat. Kans mengecil karena beberapa hal […]"
publishedAt: "2018-09-04T05:26:34.000Z"
modifiedAt: "2018-09-04T05:26:34.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Suzuki"
url: "https://iwanbanaran.com/news/suzuki-batal-rilis-trail-di-indonesia"
image: "https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/8c3dfd1d00aeb379.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2018%2F05%2Fdr650.jpg&w=1500"
---

# Suzuki batal rilis trail di Indonesia?

[![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/8c3dfd1d00aeb379.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2018%2F05%2Fdr650.jpg&w=1500)](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/05/dr650.jpg)Iwanbanaran.com – Pakdeee….menjadi pabrikan dengan market share kecil memang tidak menguntungkan. Setiap pergerakan harus dihitung betul investasi yang dikeluarkan supaya tidak membuat jalan makin terseok-seok. Seperti Suzuki yang sebenarnya sudah sangat tertarik untuk memasarkan trail di Indonesia setahun yang lalu. Namun perkembangannya project dual purposes pabrikan S ini semakin berat. Kans mengecil karena beberapa hal yang bisa IWB jabarkan berikut ini…

Sebelumnya, IWB mendapatkan bocoran yang menyoroti niat Suzuki Indonesia meracik mesin trail ditanah air. Kuat cak…keinginan mereka cukup kuat. Apalagi Suzuki merupakan salah satu brand kondang yang pernah memiliki trail tangguh Suzuki TS. Motor trail 2 tak yang diperkenalkan sekitar tahun 1971 ini terus diproduksi hingga 2015. Suspensi yang mantap, mesin yang powerfull serta bobot ringan plus nggak rewel membuat nama TS cukup disegani…

Dengan mesin 125ccnya, TS mampu memuntahkan tenaga hingga 13KW atau sekitar 18HP. Semua makin terasa sempurna karena dengan bobot yang hanya 102 kg?.top speed trail 125cc bisa menembus 138 km/jam. Mumpuni cak?.asli juoz tenan untuk ukuran trail. Sayang karena emisi gas buang, mesin 2Tak terpaksa dibunuh dan kita tidak lagi mendengar perihal trail Suzuki kecuali DR200?

Tren naiknya Kawasaki KLX150 dan CRF150 diperhatikan Suzuki. Bahkan rumornya lagi, Yamaha sudah siap-siap dengan WR150nya. Indikasi tersebut kuat sekali dan IWB juga mencium geliat mereka. Memang sangat rapi dan halus, namun Yamaha sudah sudah dorongin diam-diam. Update mereka perlu kita pantengin semester 2? tahun depan mengingat segmen ini memang tidak perlu buru-buru. Terus piye dengan Suzuki ?

Dari terawangan ilmu njengking mlumah murep IWB, Suzuki sebenarnya sudah mempelajari segmen tersebut. Isunya project langsung dilakukan di Hamamatsu Jepang dengan dua opsi engine yang akan dipilih mereka yakni SOHC atau DOHC.?Mereka tidak mencoret opsi engine DOHC GSX series untuk dijejalkan pada mesin calon trail barunya. Itulah yang IWB dapatkan diawal tahun ini. Analisa dan prediksi termasuk bocoran sebab IWB mendapatkan selentingan ini langsung dari orang penting di tubuh PT SIS. Tapi masuk kepenghujung tahun 2018…dilalah tren berubah….

[![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/820ad73db0e9caf1.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2017%2F05%2F2012-Suzuki-DR650SEb.jpg&w=1500)](https://cdn.iwanbanaran.com/2017/05/2012-Suzuki-DR650SEb.jpg)Semakin kesini IWB melihat kansnya semakin kecil. Isunya karena alasan produksi yang membuat pabrikan harus melakukan investasi cukup besar. Jadi cak, pabrikan harus membuat casting dan line up baru dengan biaya yang cukup besar. Dengan market dual purposes yang cenderung terus mengkerut….akan berat bagi pabrikan mengembalikan modal mereka. Cukup dimaklumi mengingat sekarang pasar trail hanya berkisar 4000-5000 unit perbulan dibagi dua pabrikan sekaligus yakni Honda dan kawasaki. Belum lagi Yamaha yang diduga bakal nyemplung dikelas ini tahun depan. So…itulah kenapa secara kalkulasi produksi, bukan untung yang didapatkan tapi malah buntung….

Last….status Suzuki yang memiliki market kecil memang berat sebab mereka tidak bisa melakukan subsidi silang. Statusnya sedikit beda dengan Kawasaki dimana basis produksi dibagi dua yakni Thailand dan Indonesia (KLX 150BF) yang nantinya dieksport secara global. Dan jikapun PT SIS memaksa, market trail yang kecil baik pasar lokal ataupun eksport membuat mereka maju mundur. Kondisi ini beda dengan maxi skuter yang memiliki pasar besar so jika investasi dilakukan proses balik modal juga akan cepat. Ini artinya jika kans trail mengecil maka sebaliknya Suzuki Burgman 180 dipastikan tetap jalan dengan potensi mencapai 85 %. Jadi ada isu pahit tapi juga manis. Btw semua hanya analisa dan semoga kedepan manis semua cak, semoga saja… (iwb)
