---
title: "Rossi dan Quartararo akui rem Yamaha bermasalah, salah Brembo ?!"
description: "Iwanbanaran.com – Cakkkk…..sepertinya masalah yang menimpa Vinales saat race Austria menjadi bahan perbincangan diarea paddock. Rata-rata mereka heran, bagaimana sekelas Motogp bike yang menggunakan rem kelas wahid Brembo bisa bermasalah rem blong. Sebuah kejadian yang nyaris sangat jarang terjadi. Kondisi ini ternyata juga tidak lepas dari perhatian The Doctor. Yup…the best rider Yamaha di Austria […]"
publishedAt: "2020-08-23T23:56:36.000Z"
modifiedAt: "2020-08-24T00:22:38.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Motogp"
url: "https://iwanbanaran.com/news/rossi-dan-quartararo-akui-rem-yamaha-bermasalah-salah-brembo"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/46-valentino-rossi-itae-1389.gallery_full_top_fullscreen.jpg"
---

# Rossi dan Quartararo akui rem Yamaha bermasalah, salah Brembo ?!

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/46-valentino-rossi-itae-1389.gallery_full_top_fullscreen.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/46-valentino-rossi-itae-1389.gallery_full_top_fullscreen.jpg)Iwanbanaran.com &#8211; Cakkkk&#8230;..sepertinya masalah yang menimpa Vinales saat race Austria menjadi bahan perbincangan diarea paddock. Rata-rata mereka heran, bagaimana sekelas Motogp bike yang menggunakan rem kelas wahid Brembo bisa bermasalah rem blong. Sebuah kejadian yang nyaris sangat jarang terjadi. Kondisi ini ternyata juga tidak lepas dari perhatian The Doctor. Yup&#8230;the best rider Yamaha di Austria ungkap masalah rem Vinales yang sebenarnya juga pernah doi alami. Termasuk Fabio Quartararo yang memberikan indikasi bahwa insiden Vinales bukanlah salah Brembo. Lhooo kok bisa? berikut pernyataan lengkap kedua pembalap&#8230;.

Jamak jika kita menyalahkan supplier komponen ketika terjadi kegagalan komponen dalam hal ini Brembo. Penyuplai perangkat Rem semua motor Motogp ini jarang gagal menjalankan kinerjanya. Namun kejadian yang menimpa Vinales jelas berbeda 180 derajat. Rem blong dan doi terpaksa harus lompat dari motor untuk menghindari cedera. Pertanyaannya, kenapa hal itu bisa terjadi ? apakah ada sabotase terhadap Vinales? kenapa Brembo tidak melakukan pengecekan menyeluruh sebelum rider turun race? kenapa rem blong disaat motor lain tidak masalah?

Ternyata salah cak sebab semua rider Yamaha memang pernah mengalaminya termasuk Vale dan Fabio. Rossi dan Quartararo menjawab secara blak-blakan fakta tersebut&#8230;..

&#8221; *Aku kehilangan daya gigit rem sekali saat warm up. Sekalinya mengalami sebagai pembalap pasti kita akan kehilangan percaya diri. Sebenarnya rem dibekali adjuster dituas. Namun yang cukup membuat kami heran walau tuas lever sudah kita seting, dipenghujung race tuas kembali pada posisi masuk. Ini jelas berbahaya. Jadi ketika red flag dikibarkan aku nyaris kehilangan daya cengkram rem padahal di trek ini kami sangat membutuhkannya. Kita memang kurang dari sisi power dan akselerasi, namun jujur selama dua minggu ini aku mengalami banyak masalah dengan rem&#8230;*&#8221; tukas Fabio Quartararo pasca insiden Vinales. Yup&#8230;.doi harus berjuang keras mengingat Dovi sudah mendekati dengan jarak poin sangat dekat yakni 3 angka. Pertanyaannya kenapa ini bisa terjadi ?

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/vinales-ds.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/vinales-ds.jpg)Jadi semua pembalap Yamaha di Motogp di Austria ternyata ganti menggunakan desain Brembo terbaru berlabel GP4 kecuali Vinales. Kaliper ini dipercaya jauh lebih tangguh untuk menghadapi kondisi trek Red Bull yang banyak menguras hard braking karena GP4 secara teknis lebih tahan panas. Desain lama Brembo tidak cukup untuk pasukan Yamaha yang banyak mengandalkan pengereman keras. Rossi memberikan analisa, kenapa rem Brembo lebih menderita di Yamaha dibandingkan pada motor lain? berikut kata Vale&#8230;.

&#8221; *Aku tidak terkejut dengan kejadian Maverick. Karena aku juga mengalami masalah serupa minggu kemarin. Namun kami bekerja keras dengan Brembo di hari Jumat. Hasilnya kami berhasil melakukannya dan race kedua perangkat remku bekerja normal. Trek ini memang luar biasa menguras rem. Semua tim pasti menderita. Kalian bisa lihat mereka memasang &#8220;Duct&#8221; dengan ukuran sangat besar untuk mendinginkan rem. Namun Brembo di Yamaha lebih menderita karena kami harus mengerem keras saat masuk tikungan untuk mengkompensasi lambatnya motor dilintasan lurus. Motor kami sangat lambat namun bagus pada sisi pengereman. Jadi kami membuat perangkat rem jauh lebih stress dibandingkan motor lain&#8230;&#8230;&#8221;* tutup Rossi. Oalaahh ngono to&#8230;.Fix ternyata bukan salah Brembo cak. Duhh koq rumit tenan jebule yo cak&#8230;.

Seperti yang sampeyan tahu&#8230;.Vinales merasakan rem terasa ambles tidak menggigit pada T1 dibalap Austria. Itulah yang membuatnya nekad lompat dari Yamaha M1 tunggangannya dengan hasil red flag di Austria?.

*[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/vinales-ds-1.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/vinales-ds-1.jpg)[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/Vinales-dsdss.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/Vinales-dsdss.jpg)[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/m1-terbakar.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/m1-terbakar.jpg)? Aku sudah mulai merasakan rem kehilangan tekanan dalam tiga lap terakhir sebelum lompat. Rem depan tidak menggigit namun timbul tenggelam. Aku mencoba memperbaiki setelan sehingga membuatku melebar sekali. Alhasil lap time ku anjlok dikisaran 1 menit 26 detik. Lalu aku mencoba ngepush kembali motor dan berhasil menorehkan lap time 1 menit 24 detik. Yang membuatku heran, tiba-tiba rem kembali normal?*

*&#8221; Disaat itu Valentino, Quartararo dan Petrucci menyalipku. Aku mencoba menyusul mereka dengan ritme sedang dikisaran 1 menit 24 detik. Aku mulai berhasil memulihkan situasi sebelum tiba-tiba rem betul-betul blong. Aku terkejut karena kegagalan rem saat melahap lintasan lurus sehingga kecepatan sangat tinggi. Tidak ada pilihan lain kecuali melompat dari motor??*?cetus Vinales. Pertanyannya?.apakah penyakit ini pernah dirasakan doi sebelumnya ?

*[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/vin-1.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/08/vin-1.jpg)Tidak?.ini baru pertama kali aku alami selama karirku di MotoGP. Normalnya tekanan tuas rem memang akan turun sedikit. Kita hanya perlu menyeting ulang tuas, tetapi hari ini setiap lap aku harus melakukan itu dan jelas ini tidak normal. Dan puncaknya seperti yang kalian lihat sendiri. Aku tidak mungkin tetap diatas motor ketika rem blong. So?aku memutuskan lompat. Ini sangat buruk dan kami ingin melupakannya*?.

?*?Sekarang kami harus melupakan dua balapan di Austria sebab yang pasti ini adalah dua balapan terburuk yang pernah aku lakukan di MotoGP. Padahal kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik karena kami bekerja sangat keras sepanjang akhir pekan..*.? tutup Vinales kecewa. Yup&#8230;bisa disimpulkan dari segala drama Vinales lompat dari motor, Yamaha harus bekerja keras jika ingin juara dunia 2020. Untunglah mereka sudah meninggalkan Austria dan siap menatap race berikutnya. Race yang diduga lebih cocok buat mesin Yamaha dibandingkan red bull ring yang benar-benar membuat mereka tidak berdaya&#8230;&#8230;*(iwb)*

> A race that came to a very abrupt end! 💥

> Thankfully @mvkoficial12 was able to walk away from this scary get off unscathed! 🙌[#AustrianGP](https://twitter.com/hashtag/AustrianGP?src=hash&ref_src=twsrc%5Etfw) 🏁 [pic.twitter.com/NbU63tHZSv](https://t.co/NbU63tHZSv)

> &mdash; MotoGP™🏁 (@MotoGP) [August 23, 2020](https://twitter.com/MotoGP/status/1297622768201207808?ref_src=twsrc%5Etfw)
