---
title: "Pertamina pastikan Premium sudah bukan BBM bersubsidi sejak 2014 !!"
description: "Iwanbanaran.com – Pakdeeee…..sopo nggak demen ketika bertemu langsung dengan pejabat Pertamina. Sebab unek-unek yang ada dalam pikiran ini bisa IWB keluarkan. Termasuk perihal jarangnya Premium dan status dari Premium itu sendiri seperti apa. Nah….berbincang santai dengan?Manager External Communication PT Pertamina Pusat Pertamina di Balongan, Arya Dwi Paramita…disanalah kepastian status Premium langsung IWB dapatkan. Yup….betul cak,?Pertamina […]"
publishedAt: "2018-09-29T05:29:04.000Z"
modifiedAt: "2018-09-29T06:28:26.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "BBM"
url: "https://iwanbanaran.com/news/pertamina-pastikan-premium-sudah-bukan-bbm-bersubsidi-sejak-2014"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/wp-content/uploads/2018/09/20180925_152003.jpg"
---

# Pertamina pastikan Premium sudah bukan BBM bersubsidi sejak 2014 !!

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/P1020635.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/P1020635.jpg)Iwanbanaran.com &#8211; Pakdeeee&#8230;..sopo nggak demen ketika bertemu langsung dengan pejabat Pertamina. Sebab unek-unek yang ada dalam pikiran ini bisa IWB keluarkan. Termasuk perihal jarangnya Premium dan status dari Premium itu sendiri seperti apa. Nah&#8230;.berbincang santai dengan?Manager External Communication PT Pertamina Pusat Pertamina di Balongan, Arya Dwi Paramita&#8230;disanalah kepastian status Premium langsung IWB dapatkan. Yup&#8230;.betul cak,?Pertamina pastikan Premium sudah bukan BBM bersubsidi sejak 2014 !!?

&#8220;* Sudah mz Iwan&#8230;sudah lama Premium bukanlah BBM bersubsidi. Subsidi sudah dicabut sejak 2014. Tapi kondisinya saat ini masyarakat masih belum bisa move on dari Premium dan banyak belum tahu kalau sekarang kondisinya sudah tidak disubsidi pemerintah. Walau tidak disubsidi tapi harga Premium tidak boleh naik. Jadi itu mandat yang kita terima&#8230;*.&#8221; seru Arya saat?Media Values Day 2018 Pertamina MOR II. Lhooo terus kalau nggak boleh naik terus harga minyak naik piyeeee?

&#8220;* Jika ada selisihnya tentu saja Pertamina yang tanggung. Termasuk selisih harga solar juga Pertamina yang tanggung&#8230;&#8221;* seru Arya tersenyum. Pria murah senyum tersebut memaparkan, pencabutan subsidi pada jenis bensin ditegaskan dengan Perpres 191/2014. Untuk solar pemerintah memberikan subsidi sebanyak Rp 500/liter. Sedang Premium yang masuk kategori?BBM Khusus Penugasan (JBKP) tanpa subsidi sama sekali. Saat ini masih diproduksi walau jumlahnya terus menurun. Hal ini karena tuntunan emisi gas buang yang lebih bagus mengingat Premium memiliki kandungan sulfur yang cukup tinggi&#8230;

*&#8221; Kita masih suplai dibeberapa wilayah tanah air tapi tidak besar. Sayang juga mesin sekarang dikasih Premium mengingat oktan 88 akan meninggalkan kerak-kerak diruang pembakaran. Diluar negeri sudah tidak ada lagi oktan 88&#8230;.tidak lagi digunakan karena emisi gas buang juga bakal buruk. Bahkan mereka minimal sudah oktan 92 (Pertamax). Makanya kami berikan Pertalite (oktan 90) yang masih cukup baik buat mesin dan Emisi gas buang yang ramah lingkungan&#8230;&#8221;* terangnya lagi. Menurut Arya lagi&#8230;.kelebihan Pertamax dan Pertalite adalah aditif dan senyawa yang dikandung sehingga membuat pembakaran lebih sempurna&#8230;

*[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/pertamina-10.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/pertamina-10.jpg)*

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/20180925_095013.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/20180925_095013.jpg)&#8221; Presscon dengan para pajabat Pertamina Balongan Indramayu&#8230;..&#8221;
*&#8221; Diluar nilai oktan yang lebih tinggi, Pertamax dan Pertalite sudah ada aditif untuk meminimize adanya kerak diruang bakar. Premium tidak ada*&#8230;&#8221; tutup Arya. Pria yang juga pernah bertanggung jawab di area Cepu Jatim dan sekitarnya tersebut juga menyebut beberapa sumur pengeboran minyak bumi yang semakin lama semakin menipis. &#8221; *Divisi Eksplorasi Produksi (EP) menjadi tulang punggung penting di Pertamina karena mereka-mereka yang terus mencari sumur-sumur minyak bumi yang secara status tidak dapat diperbaharui.?Produksi kita sekarang lebih besar dari permintaan. Apalagi konsumsi BBM juga melesat jauh dibandingkan era 1990-an&#8230;&#8230;&#8221;* tutur Arya&#8230;..

Last&#8230;..kalau sampeyan menganggap Premium masih disubsidi pemerintah salah besar cak. Apalagi jika ada mobil atau motor keren ngisi Premium sampeyan bully&#8230;kuwi salah sasaran karena nggak disubsidi pemerintah. Justru Pertamina yang nanggung. Dari sisi Pertamina sendiri sepertinya mereka memang terus memperbaiki kilang-kilang minyak dengan BBM berkualitas. Makanya jangan heran pelan dan pasti oktan 88 ditinggalkan. Mengerem suplai premium juga tidak bisa dihindari sebab subsidi yang ditanggung Pertamina akan sangat berat. Premium juga menyumbang emisi gas buang lebih buruk akibat tingginya sulfur. Logis jika pelan dan pasti Pertalite menjadi opsi terbaik dengan oktan 90 dan aditifnya. Jadi kalau sampeyan penasaran kenapa premium sekarang tidak sebanyak dulu suplainya? karena memang pemerintah sudah mencabut subsidi Premium sejak 2014 sehingga Pertamina akhirnya mengatur suplai Oktan 88 supaya beban yang ditanggung mereka tidak membengkak tapi dengan opsi terbaik memberikan bensin yang jauh lebih baik dengan oktan 90 lewat pertalite. Nahhh&#8230;.kira-kira ngono cak. Wis mudeng to dari sini&#8230;.*(iwb)*

Beberapa foto saat IWB di Kilang Minyak Pertamina Balongan

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/P1020631.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/P1020631.jpg) [![](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/pertamina-45.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/pertamina-45.jpg) [![](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/20180925_152003.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/20180925_152003.jpg)[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/20180925_110732.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2018/09/20180925_110732.jpg)
