---
title: "Perseteruan Memanas…Liberty Media Ancam Jatuhkan Penalti ke Marc Marquez !!"
description: "Iwanbanaran.com – Wah, wah, wah… edan tenan iki cak! Paddock MotoGP lagi-lagi dihebohkan sama drama tingkat tinggi yang melibatkan sang alien asal Cervera, Marc Marquez! Bukan soal aksi salip-salipan maut di atas lintasan atau perebutan titel juara dunia, melainkan urusan off-track alias kewajiban komersial yang berbuntut ancaman hukuman super kontroversial! Juozz gandozz, panas tenan! Usut […]"
publishedAt: "2026-10-21T23:00:48.000Z"
modifiedAt: "2026-10-21T11:54:10.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Motogp"
url: "https://iwanbanaran.com/news/perseteruan-memanas-liberty-media-ancam-jatuhkan-penalti-ke-marc-marquez"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/2026/07/marc-dd.webp"
---

# Perseteruan Memanas…Liberty Media Ancam Jatuhkan Penalti ke Marc Marquez !!

**[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/07/marc-dd.webp)Iwanbanaran.com** – Wah, wah, wah… edan tenan iki cak!* Paddock MotoGP lagi-lagi dihebohkan sama drama tingkat tinggi yang melibatkan sang alien asal Cervera, Marc Marquez! Bukan soal aksi salip-salipan maut di atas lintasan atau perebutan titel juara dunia, melainkan urusan *off-track* alias kewajiban komersial yang berbuntut ancaman hukuman super kontroversial! Juozz gandozz, panas tenan!

Usut punya usut, badai polemik ini bermula ketika Marquez kedapatan absen alias mangkir dari acara *go-karting* pra-balapan di GP Motegi beberapa waktu lalu. Yang bikin heboh dan jadi bahan gunjingan satu paddock, Marquez ketahuan menggunakan *body double* alias pemeran pengganti demi menghindari acara promosi tersebut, cakkk!

Alasannya? Bukan karena malas, melainkan karena peraih enam kali juara dunia MotoGP itu sedang mati-matian menahan rasa sakit akibat cedera bahu kanan yang belum pulih total. Bahkan, beberapa kali Marquez kedapatan harus mengompres bahunya sebelum turun ke trek. Bagi Marquez dan sebagian besar rider, memaksakan diri ikut acara non-balap yang fisiknya lumayan menguras tenaga seperti go-kart di tengah jadwal balapan yang padat tentu jadi risiko besar yang bisa mengancam karier mereka.

Pihak promotor baru di bawah payung Liberty Media yang kini memegang kendali komersial MotoGP tentu enggak tinggal diam. Mereka langsung menerapkan aturan tegas berupa denda finansial sebesar €5.000 (sekitar Rp85 jutaan) bagi siapa saja rider yang mangkir dari agenda promosi.

[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/10/marc-marquez-ducati-team.webp)Tapi masalahnya, denda duit segitu kelihatannya dianggap cuma angin lalu* sama rider sekaliber Marquez yang menganggapnya sebagai &#8220;biaya operasional biasa&#8221;. Sontak, respons kubu pembalap pun terbelah. Pedro Acosta sempat nyeletuk nyinyir kalau denda-denda kayak gitu cuma omong kosong belaka. Sebaliknya, Jack Miller malah pasang badan buat aturan main, menegaskan kalau *&#8220;nggak ada rider yang lebih besar dari olahraga itu sendiri.&#8221;*

Nah, plot twist-nya ada di sini, cakkk! Jurnalis kondang balap motor, Simon Patterson, membocorkan rumor panas dari dalam paddock. Kalau Marquez terus-terusan mangkir dan cuma mengandalkan bayar denda, pihak penyelenggara kabarnya enggak bakal segan-segan menaikkan level hukuman menjadi **sanksi olahraga murni**, alias ancaman **penalti grid**!

*Waduh, piye jal?!* Bayangkan kalau seorang pembalap kelas wahid harus kehilangan posisi start gara-gara mangkir dari acara PR (Public Relations) ngebut-ngebut pake go-kart! Hal ini langsung memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat. Banyak yang bilang, kalau sampai ada rider yang kena penalti grid gara-gara melewatkan balapan go-kart promosi, itu udah kelewatan batas dan mencederai esensi sport murni. Antara hiburan komersial dan keselamatan serta kebugaran fisik pembalap kini berada di ujung tanduk!

*Last…* Benturan antara ambisi bisnis Liberty Media untuk mendongkrak popularitas MotoGP ala Formula 1 dengan realitas brutal fisik para gladiator lintasan kini makin panas membara. Piye menurutmu cak, apakah wajar kalau pembalap yang mangkir acara promosi dijatuhi hukuman penalti grid, atau justru aturan ini terlalu berlebihan? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar ya cak! *(iwb)*
