---
title: "Motor cc besarpun tak berkutik lawan Yamaha R15…."
description: "Power is Nothing without control……. Slogan di atas bukan tanpa alasan. Pirelli sebagai pemasok ban kelas dunia menggunakan kalimat tersebut untuk menunjukkan ke khalayak bahwa control atau pengendalian alias handling adalah bagian yang tak terpisahkan dalam dunia racing. Sedikit melenceng dari tema, karena pada kesempatan ini saya tidak akan membahas mengenai ban Pirelli melainkan saya […]"
publishedAt: "2009-12-13T19:35:05.000Z"
modifiedAt: "2009-12-13T19:35:05.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Otomotif"
url: "https://iwanbanaran.com/news/motor-cc-besarpun-tak-berkutik-lawan-yamaha-r15"
image: "https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/bad740e159768736.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2009%2F12%2Fsdc11108.jpg&w=1500"
---

# Motor cc besarpun tak berkutik lawan Yamaha R15….

## Power is Nothing without control…….

Slogan di atas bukan tanpa alasan. Pirelli sebagai pemasok ban kelas dunia menggunakan kalimat tersebut untuk menunjukkan ke khalayak bahwa control atau pengendalian alias handling adalah bagian yang tak terpisahkan dalam dunia racing. Sedikit melenceng dari tema, karena pada kesempatan ini saya tidak akan membahas mengenai ban Pirelli melainkan saya coba berikan contoh fakta betapa pentingnya? sasis dalam sebuah motor khususnya yang berhubungan dengan handling pada race di sirkuit. Iseng-iseng surfing di dunia maya saya menemukan artikel yang sangat menarik tentang di adunya Yamaha R15 melawan monster-monster India yaitu Pulsar220-fi dan Hero Honda Kharizma 225 oleh CNBC India. Semua motor dalam keadaan standart pabrikan tanpa ubahan apapun.[![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/e2da77a12f0c4e26.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2009%2F12%2Fsdc111082.jpg%3Fw%3D300&w=1500)](https://iwanbanaran.files.wordpress.com/2009/12/sdc111082.jpg)

Yamaha R15 merupakan motor jelmaan vixion (lebih lengkap bisa baca di [sini](http://iwanbanaran.wordpress.com/2009/03/07/yamaha-r15/#more-92)). Sementara siapa yang tidak kenal P220 dan Hero Honda Kharizma 225. Ketiga motor tersebut masuk dalam jajaran motor kelas premium di india. Harga yang tidak terpaut jauh (P220 paling murah red) menjadikan motor ini menjadi motor pilihan bagi kawula muda India yang menyukai speed. Secara cc, Honda Kharizma adalah yang terbesar yaitu 225cc diikuti? P220 dan kemudian Yamaha R15 paling buncit yaitu 150cc.? Silahkan lihat tabel di bawah :

1. Honda Kharizma 225 (17BHP@7000rpm- Torque 18,35nm@6000rpm), berat kosong 150kg

2. Pulsar 220-fi (21BHP@8500rpm-Torque 19,12nm@7000rpm), berat kosong 150kg

3. Yamaha R15 (17BHP@8500rpm-Torque 15nm@7500rpm), berat kosong 131kg

Kalau kita cermati informasi di atas, Pulsar220 adalah rajanya dengan power output mencapai 21BHP. Kemudian diikuti oleh Honda Kharizma dan yang terakhir Yamaha R15 . Ketika pengujian di lapangan secara drag race 100m, tenaga badak dari P220-fi terbukti ampuh menjadi yang tercepat yaitu 11,1 detik. Diikuti oleh Yamaha R15 membukukan waktu tercepat kedua dengan waktu tempuh 13,2 detik dan yang terakhir Hero Honda Kharizma yang hanya mampu membukukan record 14,5 detik. Lho koq bisa kalah nih si Hero..??. Untuk drag weight to ratio sangat dominan. Di sini berat kosong R15 yang paling ringan. Sementara untuk P220, beratnya body masih tertutupi oleh output HP yang besar (21BHP). [![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/7bdbf0a570ee1255.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2009%2F12%2Fyamaha_r15_red_11.jpg%3Fw%3D300&w=1500)](https://iwanbanaran.files.wordpress.com/2009/12/yamaha_r15_red_11.jpg)Pengetesan kedua, motor di geber di atas sirkuit. Dari start sampai finish dengan variasi tikungan serta track lurus, hasilnya….mencengangkan. Hero Honda Kharizma 225 tetap yang paling buncit. Satu putaran sirkuit fastest lap record dicapai 2min 25,8detik. Untuk P220-fi fastest lap record 2min 23,9detik. Dan pemenangnya adalah….Yamaha R15 dengan torehan waktu terbaik 2min 22,7detik. R15 di untungkan dengan sasis yang lebih maju dari kedua kompetitor sehingga motor lebih stabil dan gampang di kendalikan. Ketika keluar tikungan gas bisa langsung di betot sehingga accelerasi lebih unggul dalam mencuri waktu.?? Berat kosong yang lebih enteng juga menjadi nilai plus tersendiri buat menyapu bersih lawan-lawannya yang harus injak rem duluan waktu masuk tikungan karena untuk mengimbangi bobot yang berat.

Jelas sudah sekarang. Seperti yang Pirelli bilang bahwa “power is nothing without control” memang benar adanya. (iw/14/12/09)[![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/3c4a5124573a8b3c.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2009%2F12%2Fsdc111201.jpg%3Fw%3D300&w=1500)](https://iwanbanaran.files.wordpress.com/2009/12/sdc111201.jpg)[![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/6370530914a551d8.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2009%2F12%2Fsdc11100.jpg%3Fw%3D300&w=1500)](https://iwanbanaran.files.wordpress.com/2009/12/sdc11100.jpg)[![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/2d0927b66ebdae5f.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2009%2F12%2Folder-karizma4.jpg%3Fw%3D300&w=1500)](https://iwanbanaran.files.wordpress.com/2009/12/older-karizma4.jpg)
