---
title: "Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???"
description: "Iwanbanaran.com – Cakkk…seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia balap Grand Prix kelas ringan tengah bersiap menyambut revolusi terbesar dalam sejarah modernnya. Mulai musim 2028 hingga 2033, Yamaha resmi meneken kontrak jangka panjang eksklusif dengan Dorna Sports untuk bertindak sebagai pemasok tunggal (single-supplier) sepeda motor di kelas Moto3. Keputusan strategis ini otomatis mengakhiri era panjang mesin […]"
publishedAt: "2026-09-16T05:22:17.000Z"
modifiedAt: "2026-09-15T23:23:13.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Lainnya"
url: "https://iwanbanaran.com/news/moto3-akan-pakai-mesin-yamaha-nasib-veda-ega-gimana"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/2026/06/yamaha-moto3-3.webp"
---

# Moto3 akan pakai Mesin Yamaha…nasib Veda Ega gimana ???

[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/06/yamaha-moto3-3.webp)Iwanbanaran.com &#8211; Cakkk&#8230;seperti yang sampeyan semua tahu, Dunia balap Grand Prix kelas ringan tengah bersiap menyambut revolusi terbesar dalam sejarah modernnya. Mulai musim 2028 hingga 2033, Yamaha resmi meneken kontrak jangka panjang eksklusif dengan Dorna Sports untuk bertindak sebagai **pemasok tunggal (single-supplier*)** sepeda motor di kelas Moto3. Keputusan strategis ini otomatis mengakhiri era panjang mesin 250cc silinder tunggal yang selama ini dikuasai oleh pabrikan raksasa seperti Honda dan KTM. Sebagai tahap awal, fase transisi dan pengujian perdana prototipe motor baru ini dijadwalkan mulai bergulir pada tahun 2027, sebelum akhirnya seluruh tim di grid wajib menggunakan spesifikasi dari pabrikan Iwata tersebut pada musim 2028. Pertanyaannya&#8230;.Moto3 akan pakai Mesin Yamaha&#8230;nasib Veda gimana ???

Sebagai informasi&#8230;.perubahan regulasi ini tidak hanya menyangkut pergantian merek, melainkan perombakan total pada arsitektur mesin dan performa motor. Yamaha dikabarkan akan mengadopsi basis mesin produksi massal berteknologi **CP2** (*Parallel Twin* dengan *crankshaft* 270 derajat) yang serupa dengan lini populer mereka seperti Yamaha MT-07 atau YZF-R7. Kendati demikian, mesin ini akan mengalami *re-engineering* secara masif oleh divisi balap untuk diubah menjadi prototipe balap murni. Jika versi jalan rayanya memiliki tenaga sekitar 73 hingga 74 dk dengan bobot basah mencapai 180 kg lebih, mesin Moto3 versi Yamaha ini diproyeksikan mampu memuntahkan tenaga hingga **95 dk** dengan bobot motor yang dipangkas drastis menjadi hanya sekitar **120 kg**.

[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/06/yamaha-moto3-1-1-scaled.webp)Lonjakan power-to-weight ratio* yang sangat signifikan ini dipadukan dengan dimensi sasis baru yang lebih ideal. Desain ergonomi tersebut sengaja disesuaikan untuk mengakomodasi postur fisik pembalap muda masa kini yang cenderung semakin tinggi, sehingga posisi *tuck-in* di atas motor menjadi jauh lebih natural dan aerodinamis. Terus bagaimana Nasib Veda Ega Pratama sebagai Pembalap Honda?

Nahh..ini banyak ditanyakan ke IWB cak. Transformasi masif ini langsung memicu tanda tanya besar di kalangan penggemar balap tanah air, terutama terkait nasib pembalap muda berbakat Indonesia, **Veda Ega Pratama**, yang saat ini meniti karier di bawah naungan ekosistem Honda. Menanggapi situasi ini, ada beberapa aspek penting mengenai proyeksi karier Veda di tengah transisi pabrikan tersebut:

- 
**Jangka Waktu dan Fase Transisi:** Regulasi baru pemasok tunggal Yamaha baru akan efektif berlaku pada tahun 2028. Mengingat Veda tengah berjuang menapaki tangga karier internasional saat ini, ia masih memiliki rentang waktu di musim-musim sebelumnya (2026 dan 2027) untuk memaksimalkan potensinya di atas motor berspesifikasi Honda saat ini.

- 
**Potensi Promosi ke Kelas Lebih Tinggi:** Memasuki tahun 2028, usia dan progres performa Veda diprediksikan sudah semakin matang. Ada kemungkinan besar bahwa pada saat era mesin Yamaha dimulai, Veda sudah tidak lagi berada di kelas Moto3, melainkan telah melangkah naik untuk berkompetisi di kelas yang lebih tinggi seperti Moto2.

- 
**Dinamika Tim Penjenjangan Asia:** Selama ini, Veda merupakan salah satu produk kebanggaan dari program pembinaan Astra Honda Racing Team yang berkompetisi lewat struktur Honda TeamAsia. Ketika regulasi 2028 wajib menggunakan mesin Yamaha, tim-tim penjenjangan dari Asia ini mau tidak mau harus beradaptasi dengan regulasi baru atau melakukan penyesuaian struktural agar para pembalap binaan mereka tetap bisa bersaing di panggung kejuaraan dunia.

- 
**Tantangan Adaptasi Pembalap Profesional:** Sebagai seorang *rider* masa depan yang kompetitif, Veda dituntut memiliki fleksibilitas tinggi. Perubahan karakteristik dari mesin silinder tunggal ke platform dua silinder (*parallel twin*) Yamaha justru akan menjadi batu loncatan yang sangat berharga untuk mengasah teknik balapnya sebelum menembus level tertinggi di MotoGP.

[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/06/veda-assen-d-scaled.webp)Transisi besar ini tidak hanya menjadi babak baru bagi regulasi teknik Grand Prix, tetapi juga menjadi tolok ukur penting bagi bagaimana para pembalap muda berbakat menyesuaikan diri dengan era modern balap motor dunia. Artinya apaaa ??

Kalaupun masih tetap di Moto3, mau nggak mau Veda ataupun pembalap muda binaan AHRT akan tetap menyesuaikan regulasi cak. Yahh&#8230;mirip dengan masa lalu dimana Honda toh juga pernah menjadi pemasok mesin Moto2. Saat kelas Moto2 pertama kali dibentuk oleh Dorna Sports pada tahun 2010 untuk menggantikan kelas 250cc dua tak, **Honda ditunjuk sebagai pemasok mesin tunggal resmi** bagi seluruh tim di grid. Mesin yang digunakan adalah 4-silinder segaris berkapasitas 600 cc yang diambil dan disesuaikan dari motor sport komersial **Honda CBR600RR**. Meskipun mesinnya seragam memakai suplai dari Honda, tim-tim di Moto2 bebas menggunakan sasis buatan pabrikan atau chassis builder* manapun, seperti Kalex, Suter, Moriwaki, FTR, hingga Tech3. Era mesin Honda di Moto2 ini berlangsung selama sembilan musim penuh, sebelum akhirnya digantikan oleh Triumph pada tahun 2019..

Last&#8230;Meskipun Yamaha tidak memiliki tim pabrikan resmi di kelas Moto2 pada era mesin Honda 600cc (karena Yamaha saat itu lebih fokus di MotoGP dan WorldSSP), beberapa pembalap atau tim binaan satelit/akademi yang kelak lekat dengan Yamaha pernah merasakannya. Sebagai contoh, pembalap-pembalap didikan VR46 Academy (yang kini menjadi mitra dekat Yamaha) seperti **Franco Morbidelli**, **Francesco Bagnaia**, hingga **Luca Marini** semuanya pernah menjadi juara atau membalap di Moto2 menggunakan motor berselisih sasis bebas tetapi bermekanikal **mesin Honda CBR600RR**. Baru dalam beberapa tahun terakhir (terutama setelah era mesin beralih ke Triumph 765cc pada 2019 hingga ekspansi proyek balap mereka), Yamaha mulai membangun dan menurunkan struktur tim resmi di kelas Moto2 melalui kerja sama dengan struktur tim top, salah satunya menggandeng kolaborasi *bLU cRU* bersama Pramac Racing untuk mengawal skuad mereka di ajang Moto2 (yang diperkuat oleh pembalap seperti Izan Guevara). Jadi pembalap Honda pakai mesin Yamaha R7 di Moto3 ?? seharusnya tidak akan menjadi masalah dan pasti akan ada celah branding yang bisa digunakan nanti&#8230;kita tunggu saja cak&#8230;(iwb)
