---
title: "Mengejutkan…Marc Marquez bocorkan niatnya Pensiun dari MotoGP"
description: "Cakkk….Marc Marquez akhirnya buka kartu soal masa depannya. Pebalap yang kini berusia 33 tahun itu mengakui bahwa kontraknya bersama Ducati hingga akhir 2028 kemungkinan besar adalah kontrak terakhirnya di MotoGP. Bukan karena ia kehilangan gairah balap, tapi karena pikirannya sudah jauh lebih tenang setelah kembali meraih gelar juara dunia…!! Dalam wawancara panjang bersama […]"
publishedAt: "2026-10-27T23:29:45.000Z"
modifiedAt: "2026-10-26T11:30:09.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Motogp"
url: "https://iwanbanaran.com/news/mengejutkan-marc-marquez-bocorkan-niatnya-pensiun-dari-motogp"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/2026/08/Marc-marquez-ddd.webp"
---

# Mengejutkan…Marc Marquez bocorkan niatnya Pensiun dari MotoGP

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/04/marc-marquez.webp)](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/04/marc-marquez.webp)Iwanbanaran.com – Cakkk….Marc Marquez akhirnya buka kartu soal masa depannya. Pebalap yang kini berusia 33 tahun itu mengakui bahwa kontraknya bersama Ducati hingga akhir 2028 kemungkinan besar adalah kontrak terakhirnya di MotoGP. Bukan karena ia kehilangan gairah balap, tapi karena pikirannya sudah jauh lebih tenang setelah kembali meraih gelar juara dunia…!!

Dalam wawancara panjang bersama Motorsport.com di Phillip Island, Marquez menjawab pertanyaan yang sama seperti tahun lalu: di mana dirinya dalam tiga tahun ke depan? Tahun lalu, jawabannya tegas: “Di tempat yang sama seperti sekarang, balapan. Kali ini sedikit lebih rumit untuk menjawabnya. Aku tidak tahu pasti, tapi kalau harus memberi angka, aku akan bilang ada 70% kemungkinan aku sudah pensiun dalam tiga tahun, dan 30% kemungkinan masih balapan,” ujarny…

Perubahan sikap Marquez bukan tanpa alasan. Setelah enam tahun penuh penderitaan akibat cedera, operasi, dan rehabilitasi panjang, ia akhirnya merebut kembali gelar juara dunia MotoGP 2025. Namun, hanya seminggu setelah momen puncak itu, ia kembali cedera di Indonesia. Cedera itu memaksanya menjalani operasi lagi dan melewati masa pemulihan yang panjang.

Justru dari situlah ketenangan itu lahir. Marquez mengaku kini bisa menerima finis di posisi keenam atau ketujuh ketika motornya tidak kompetitif—sesuatu yang dulu tidak pernah ia bayangkan.

“Tepat karena gelar tahun lalu, sekarang aku merasa tenang dan santai. Itu juga menjelaskan kenapa di balapan di mana aku tidak merasa sepenuhnya nyaman, aku bisa finis keenam atau ketujuh,” jelasnya .

“Sepanjang karierku, aku tidak pernah menerima finis keenam atau ketujuh, atau tertinggal sejauh itu dari pemenang seperti yang kadang terjadi tahun ini. Tapi setelah memenangkan gelar terakhir, aku menerima bahwa matahari tidak bersinar setiap hari.”

Yang lebih penting, gelar itu mengubah cara Marquez memandang akhir kariernya. “Dari sekarang, menang satu gelar lagi atau kurang satu gelar tidak akan membuat perbedaan. Saat aku pensiun, aku akan melakukannya sebagai orang yang bebas, damai dengan diriku sendiri” .

Topik pun beralih ke masa depan Ducati. Pada 2027, Pedro Acosta akan bergabung ke tim pabrikan Ducati, dan Marquez menyambutnya dengan pandangan yang jernih. Ia tidak merasa tersingkir, justru melihat keputusan Ducati sebagai langkah strategis yang tepat.

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/10/Marquez-martin-d-1.webp)](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/10/Marquez-martin-d-1.webp)“Pertama-tama, aku sangat senang untuk Ducati, karena aku pikir mereka membuat pilihan yang tepat untuk masa depan mereka. Aku bukan masa depan Ducati. Memang begitu adanya. Masa depan pabrikan ada di tangan pebalap berusia dua puluh, dua puluh satu, atau dua puluh dua tahun,” kata Marquez .

Ia secara spesifik menyebut Acosta dan Fermín Aldeguer—yang akan membela tim VR46—sebagai pebalap muda yang harus menjadi fondasi Ducati di masa depan.

“Aku percaya Pedro akan sangat cepat dengan Ducati. Dia memang harus begitu, karena ketika kamu bergabung dengan tim yang menang balapan, kamu harus mampu memenangkannya. Ada perubahan yang tidak boleh kamu coba lawan. Kamu harus menerimanya, belajar darinya, dan mencoba memperbaiki diri” .

Marquez bahkan memakai perbandingan sepak bola untuk menjelaskan transisi generasi ini: Lionel Messi dan Lamine Yamal. “Kalau melihat apa yang telah mereka capai, tentu Messi yang terhebat. Tapi hari ini Yamal punya lebih banyak kecepatan dan energi. Namun Messi memiliki kualitas dan pengalaman yang luar biasa. Itulah perbandingan antara generasi” .

Soal tekanan bersaing dengan Acosta musim depan, Marquez tidak mencari alasan. “Di MotoGP, semua pebalap berada di bawah tekanan karena semua orang ingin menang. Saat kita tiba di Malaysia bulan Februari, dari hari pertama tes, semua orang ingin menjadi yang tercepat. Kalau kamu tidak punya keinginan itu, kamu bukan pebalap MotoGP” .

Yang jelas, Marquez tidak sedang mengumumkan pensiun. Ia hanya berbicara jujur tentang realitas yang ia hadapi. Cedera demi cedera telah mengubah caranya memandang hidup dan balapan. Gelar juara dunia 2025 memberinya kedamaian yang selama ini ia cari. Dan kini, untuk pertama kalinya, Marc Marquez tidak takut membayangkan hidup tanpa MotoGP.

“Selama aku masih punya cedera yang bisa aku pulihkan, yang memungkinkan aku terus balapan dan mencoba menang lagi, aku tidak akan pensiun. Itu sudah pasti,” tegasnya…(iwb)
