---
title: "Marc Marquez Akui Ogah Juara Dunia di Qatar: “Saya Ingin di Tempat Lain”"
description: "Cakkk…iki menarik cakkk. Lhaa piyee…seperti yang sampeyan ketahui, Marc Marquez memang punya peluang besar mengunci gelar juara dunia MotoGP di Qatar akhir pekan ini. Tapi jangan salah, pembalap Ducati Lenovo itu ternyata nggak betah lama-lama di Lusail. Bukan soal treknya, tapi soal situasi di Timur Tengah yang bikin tensi naik. Yamaha sudah resmi […]"
publishedAt: "2026-11-05T22:52:41.000Z"
modifiedAt: "2026-11-05T22:52:41.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Motogp"
url: "https://iwanbanaran.com/news/marc-marquez-akui-ogah-juara-dunia-di-qatar-saya-ingin-di-tempat-lain"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/2026/04/marc-marquez5.jpg.webp"
---

# Marc Marquez Akui Ogah Juara Dunia di Qatar: “Saya Ingin di Tempat Lain”

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/04/marc-marquez5.jpg.webp)](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/04/marc-marquez5.jpg.webp)Iwanbanaran.com – Cakkk…iki menarik cakkk. Lhaa piyee…seperti yang sampeyan ketahui, Marc Marquez memang punya peluang besar mengunci gelar juara dunia MotoGP di Qatar akhir pekan ini. Tapi jangan salah, pembalap Ducati Lenovo itu ternyata nggak betah lama-lama di Lusail. Bukan soal treknya, tapi soal situasi di Timur Tengah yang bikin tensi naik. Yamaha sudah resmi mundur dari seri Qatar gara-gara kebijakan travel perusahaan di tengah memanasnya situasi kawasan. Tapi empat pabrikan lain plus sembilan tim tetap datang ke Lusail International Circuit sesuai jadwal. Termasuk Marquez, yang jelas nggak mau ambil risiko lebih dari yang diperlukan…!!

Berada di ambang peluang emas untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP di Sirkuit Lusail, Marc Marquez justru secara terbuka melontarkan pernyataan mengejutkan. Marc mengaku bahwa dirinya sebenarnya lebih memilih berada di tempat lain di tengah situasi keamanan dan dinamika kawasan Timur Tengah yang memanas. Termasuk gelar juara dunia ??

“Maksud saya, saya ingin berada di tempat lain (bukan di Qatar), karena itu saya datang dengan penerbangan paling akhir dan akan pulang dengan penerbangan paling awal. Tapi kami di sini, siap balapan dan fokus penuh.” seru Marc..

Kalimat itu keluar saat Marquez ditanya soal kekhawatirannya berada di Qatar akhir pekan ini. Bukan rahasia lagi, risiko memanasnya konflik di Timur Tengah bikin sejumlah pihak berpikir dua kali. Yamaha memilih mundur total, sementara tim dan pabrikan lain tetap melaju. Marquez sendiri nggak banyak bicara soal politik atau keamanan. Dia pragmatis: datang telat, pulang cepat, dan di antara itu fokus penuh buat balapan.

Marquez butuh selisih 30 poin dari rival terdekatnya, Jorge Martin, sekaligus menyalip Marco Bezzecchi di klasemen kalau mau mengunci gelar dunia ke-10 malam Minggu nanti. Kalau nggak, perang berlanjut ke Portimao dan kemungkinan besar Valencia. Tiga balapan tersisa, tapi menurut Marquez masih terlalu banyak momen dan menurutnya dia tidak akan mengubah mental yakni attacking…

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/09/Marc-Marquez-c.webp)](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/09/Marc-Marquez-c.webp)“Gelar makin dekat, tapi masih jauh. Tinggal tiga balapan, tapi masih banyak momen. Mentalitas kami tetap sama seperti di Malaysia: coba menyerang, kasih 100 persen, lalu pahami posisi kami selama akhir pekan.” tukas Marc

Musim lalu Marquez sapu bersih dua balapan Qatar dari pole position. Itu kemenangan pertamanya di sirkuit itu sejak 2014. Modal bagus, tapi dia nggak mau jumawa. “Trek yang tahun lalu saya rasa sangat bagus. Kita lihat saja. Kami akan coba pahami apa yang bisa dilakukan tahun ini. Coba mulai dari FP1, temukan ritme dan pace, lalu bangun akhir pekan dari sana. Yang paling penting adalah menyelesaikan kedua balapan.” tutup Marc…

Last…sementara itu, Martin yang baru dua minggu lalu patah pergelangan tangan kanan di Phillip Island dan gagal lolos dari sesi latihan di Sepang, harus melewati pemeriksaan medis Jumat dulu sebelum diizinkan turun. Adik Marc, Alex Marquez, juga absen karena baru operasi bahu dan akan digantikan Iker Lecuona di Gresini. Yang jelas, buat Marquez, Qatar kali ini bukan sekadar soal balapan. Ini soal fokus, efisiensi, dan pulang cepat. Tersirat namun tidak tersurat penolakannya juara dunia di Qatar. Khas pembalap yang sudah matang tapi tetap nggak mau buang-buang waktu. Gelar kesepuluh ada di depan mata, tapi Marquez tahu betul bahwa di MotoGP, apa pun bisa terjadi sebelum bendera chequered dikibarkan. Dan dia nggak mau gelar itu hilang gara-gara hal-hal di luar trek. Luar biasa mentalnya cak..(iwb)
