---
title: "Ini awal kisruh WADA, siapa yang salah ??"
description: "Cakkk…ternyata cukup banyak dari sampeyan yang masih bingung dengan kisruh WADA – Indonesia. Badan Anti Doping Dunia (WADA) yang begitu keras menjatuhkan sanksi kepada Indonesia termasuk Thailand. Sampeyan bahkan ada yang bertanya…siapa yang doping cak IWB ? welehh…iki jebule sik ngambang sampeyan. Nahh…untuk menjawab itu IWB akan meracik artikel dari awal hingga akhir […]"
publishedAt: "2021-10-19T03:16:42.000Z"
modifiedAt: "2021-10-19T03:16:42.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Motogp"
url: "https://iwanbanaran.com/news/ini-awal-kisruh-wada-siapa-yang-salah"
image: "https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/4e60d7df7c30fe0e.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2021%2F10%2Fanak-anak-membawa-bendera-merah-putih-di-desa-pesisir-pulau-_150817072511-484-1.jpg&w=1500"
---

# Ini awal kisruh WADA, siapa yang salah ??

![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/60337428eb820ca4.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2021%2F10%2Fterkiniid_indonesian-flag.jpg&w=1500)Iwanbanaran.com – Cakkk…ternyata cukup banyak dari sampeyan yang masih bingung dengan kisruh WADA – Indonesia. Badan Anti Doping Dunia (WADA) yang begitu keras menjatuhkan sanksi kepada Indonesia termasuk Thailand. Sampeyan bahkan ada yang bertanya…siapa yang doping cak IWB ? welehh…iki jebule sik ngambang sampeyan. Nahh…untuk menjawab itu IWB akan meracik artikel dari awal hingga akhir sampai pada akhir yang berujung pada sanksi pelarangan pengibaran bendera merah putih. Dan inilah sejarah WADA yang akhirnya hilang kesabaran terhadap Indonesia….

Dari data yang dirilis CNN, perjalanan WADA sampai menghukum Indonesia tidaklah sembarangan cak. Namun sudah melalui history yang cukup panjang. Dan untuk melangkah kesana IWB akan menjawab pertanyaan singkat sampeyan…siapa yang doping dan kenapa Indonesia ?

Tidak ada yang doping cak namun masalahnya hanya masalah kepatuhan karena Indonesia tidak mengirim sample anti doping. Jadi cak…Badan Anti Doping Dunia (WADA) adalah badan pengawas anti doping dunia seluruh negara. Pokoknya selama negara ada kegiatan dan terlibat dalam bidang olah raga wajib menjadi anggota WADA. Kenapa ? untuk memastikan bahwa seluruh atlit yang berlaga bebas doping. Kuwi intinya…

![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/0b66314d75868159.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2021%2F10%2Fmandalika-cd.jpg&w=1500)Nah…untuk memastikan itu, setiap negara harus menyerahkan sample sebanyak 300 sample pertahun ke WADA. Sample para atlit untuk memastikan bahwa atlit ditiap negara bebas doping. Celakanya dari data yang dishare CNN, Badan Anti Doping Dunia (WADA) ternyata sudah tiga kali menegur Indonesia soal kepatuhan program anti doping ini. Pertama pada tanggal 19 Oktober 2016, WADA bersurat ke Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI)….

Isinya peringatan kepada Indonesia untuk segera mematuhi program doping. Indonesia diberi waktu hingga 10 November untuk mengklarifikasi. Saat itu Indonesa sigap. LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia) melapor ke Menpora segera mengirim surat balasan tanggal 20 Oktober seperti sekarang. Tak hanya itu?Deputi IV Kemenpora saat itu Gatot S Dewa Broto sampai terbang ke pertemuan tahunan WADA. Ini dilakukan Kemenpora untuk menyelamatkan status Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Berhasil karena sanksi WADA akhirnya direvisi dan Asian Games 2018 selamat: tetap berlangsung di Jakarta dan Palembang….

![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/a69f28ada9ef5981.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2021%2F10%2F15Menpora-Istimewa.jpg&w=1500)Nah…kemudian kejadian serupa ternyata terulang ditahun 2020. Karena adanya perubahan kepengurusan serta konon akibat COVID19, sample kembali tidak dikirim. Surat WADA akhirnya keluar bulan Mei 2021 mempertanyakan sample yang nihil di 2020. Saat itu direspon LADI sehingga selamat. Tidak ada sanksi karena balasan surat yang sepertinya berisi untuk memenuhi sample seperti yang diminta WADA. Tapi surat WADA kembali datang pada tanggal 15 September dengan isi yang mirip yakni peringatan akan program anti doping dimana infonya Indonesia hanya mengirim 70 sample dari 300 sample yang diminta sesuai regulasi. Jadi Indonesia dianggap tidak patuh cak…

Celakanya tidak seperti sebelumnya surat peringatan WADA ini tidak direspon. Alasannya adalah pergantian pengurusan LADI. ” *Kita baru saja ada restrukturisasi [LADI], sehingga LADI tidak cepat merespons. Saya juga tahunya baru tadi. Mudah-mudahan bisa teratasi, kita benahi semuanya urusan manajemen LADI,”* kata Z. Amali Menpora. Tapi nasi sudah menjadi bubur karena WADA akhirnya memberikan sanksi pelarangan bendera merah putih berkibar atas ketidak patuhan terhadap test anti doping yang sudah disepakati. Sampai kapan ?

![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/617f94a261f7cf40.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2021%2F10%2Fhary-susanto-leani-ratri-oktila-20210905024124.jpg&w=1500)Dari rilis WADA tidak disebutkan sampai kapan Indonesia akan mendapatkan sanksi. Namun,? Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau National Olympic Committee (NOC) mengumumkan pada Senin (18/10) melalui media sosial bahwa Indonesia disanksi selama setahun. Perbedaan pendapat dikemukakan oleh Pengamat olahraga nasional Mohamad Kusnaeni menyebut sanksi WADA tanpa durasi. Begitu anggota WADA yang disanksi, dalam hal ini LADI, bisa memenuhi target kepatuhan, sanksi akan segera dicabut. *“Semakin cepat kita memenuhi standar kepatuhan yang dimiliki WADA, semakin cepat pula sanksinya cepat dicabut,*” kata Kusneani via CNN. Dan sanksi ini tidak hanya satu cabang olah raga cak namun semua. Wiss mumet tenan kiee….

Last…semua sudah diatur undang-undang SKN cak dengan adanya LADI ataupun test doping. ” *Kita harus membenahi tata kelola tes doping, bukan sekadar memenuhi persyaratan yang diminta oleh WADA. Ini amanat undang-undang SKN tentang keberadaan LADI dan pelaksanaan tes doping itu. Jadi tidak bisa jadi pelengkap, harus serius. Jangan lupa tahun depan kita punya agenda kelas dunia, ada Formula E dan MotoGP…*” tutup Kusnaeni. Anggaran LADI sendiri informasinya sudah naik dari 1,5M menjadi 7,5M untuk pembangunan laboratorium doping serta peningkatan jumlah tes doping pada 2021. Lhaa kok malah berujung sanksi WADA dimana Indonesia dilarang kibarkan bendera putih dalam gelaran kompetisi olah raga dunia dimanapun. Nah…dari sini wisss paham sampeyan cak ? jadi siapa yang salah ? monggo sampeyan simpulkan sendiri…*.(iwb)*

![](https://iwanbanaran.com/api/proxy/image/97e8b2e2c51ec8b5.webp?url=https%3A%2F%2Fcdn.iwanbanaran.com%2F2018%2F12%2Farrc-AP250-2018-Thai-1.jpg&w=1500)
