---
title: "Fermin Aldeguer kaget dengan MotoGP…” Remnya Terasa Aneh !!”"
description: "Iwanbanaran.com – Cakkk… Menjadi rookie di Ducati jelas sangat menarik untuk mendengarkan apa kesan Fermin Aldeguer setelah jajal GP24. Dan ternyata setelah Uji coba Shakedown di Sepang di luar kecepatan MotoGP yang gila, Fermin juga impress dengan pengeremannya yang menurutnya aneh. Simak detilnya berikut ini…."
publishedAt: "2025-02-03T22:54:44.000Z"
modifiedAt: "2025-02-03T22:55:17.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Motogp"
url: "https://iwanbanaran.com/news/fermin-aldeguer-kaget-dengan-motogp-remnya-terasa-aneh"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/2025/02/fermin-aldequer1.jpg"
---

# Fermin Aldeguer kaget dengan MotoGP…” Remnya Terasa Aneh !!”

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2025/02/fermin-aldequer1.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2025/02/fermin-aldequer1.jpg)

Iwanbanaran.com &#8211; Cakkk&#8230; Menjadi rookie di Ducati jelas sangat menarik untuk mendengarkan apa kesan Fermin Aldeguer setelah jajal GP24. Dan ternyata setelah Uji coba Shakedown di Sepang di luar kecepatan MotoGP yang gila, Fermin juga impress dengan pengeremannya yang menurutnya aneh. Simak detilnya berikut ini&#8230;.

Fermin Aldeguer kembali ke Ducati GP24 milik tim Gresini untuk pertama kalinya sejak uji coba di Barcelona November lalu. Sebuah tantangan kembali ke atas sadel bagi pebalap muda Spanyol, yang dituntut untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri dengan Desmosedici di sirkuit yang cepat dan menantang seperti sirkuit Malaysia. Apa kata Fermin ??

“Aku senang, karena kami bekerja dengan baik&#8230;.di setiap putaran kami meningkatkan sesuatu dalam hal motor, set-up, dan gaya berkendaraku. Hari pertama sangat sulit, karena motor ini sangat kencang. Mengendarai MotoGP setelah libur musim dingin yang panjang sungguh gila! Namun aku rasa kami melakukan pekerjaan yang hebat dan kami bahagia. Aku sendiri tidak fokus pada waktu putaran karena aku harus lebih cepat dua detik untuk mendapatkan pole dan rekor sirkuit. Aku hanya mencoba meningkatkan gaya berkendaraku disetiap putaran dan aku juga harus mencoba untuk sedikit lebih cepat. lebih cepat, agresif dengan motor ini&#8230;.

“Ada beberapa hal yang juga digunakan di sini, tetapi hampir semuanya baru dan harus dipelajari&#8230;bannya berbeda dan juga remnya, yang terbuat dari karbon. Dengan karbon ini cara pengeremannya terasa aneh. Semuanya sangat berbeda dan sulit untuk membuat perbandingan. Kalian harus bekerja keras dan banyak melakukan putaran untuk memahami cara mengendarai motor ini. Aku tidak punya masalah dengan perangkat ride height device. Kemarin dan hari pertama sedikit lebih sulit, tetapi hari ini aku sudah bisa mengoperasikan mekanismenya dengan otomatis. Itu tidak sulit&#8230;

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2025/02/fermin-aldequer2.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2025/02/fermin-aldequer2.jpg)

&#8221; Kami menggunakan Michelin di MotoGP, jadi sulit untuk membuat perbandingan. Ini dunia lain dan aku juga harus lebih memahami ban, tapi kami sangat senang karena aku menggunakan ban belakang dengan baik, aku hanya perlu lebih memahami bagaimana menggunakan ban depan saat pengereman. Itu mungkin salah satu aspek yang paling sulit, karena ada banyak perangkat elektronik. Hal yang paling sulit adalah memahami sensasi yang kamu miliki di atas motor dan memberikan komentar, tetapi sedikit demi sedikit aku berhasil memahami dengan baik apa yang aku rasakan di atas motor dan bagaimana menjelaskannya kepada kepala teknisiku, teknisi elektronik, dan analis data ini adalah hal yang positif&#8230;..

&#8221; Di MotoGP sangat penting untuk membuat motor berbelok. Aku perlu merubah riding style ku &#8230;memperbaiki pengaturan, agar merasa lebih nyaman saat mengendarai motor. Aku harus menyesuaikan gayaku dengan Ducati. Apakah bahasa tubuhku di motor terlihat agresif? Aku mencoba mengendarai dengan gaya ini agar Ducati bisa melaju kencang. Aku mulai dari 2&#8217;02&#8221; dan kemudian secara bertahap mendekati 1&#8217;57&#8221;. Sedikit demi sedikit kami mencapai waktu yang perlu dilakukan. Memang benar bahwa dengan motor ini tahun lalu mereka melaju sangat cepat, tetapi kondisinya berbeda: lintasannya lebih bersih. Kami belum melakukan time attacking 100%, karena aku rasa ini bukan saat yang tepat untuk melakukannya. Ini adalah saat yang tepat untuk memahami motor dengan baik dan bekerja dengan cara yang benar. Mungkin pada hari kedua tes resmi kita akan melihat apakah aku bisa mendekati waktu terbaik..&#8221; tutupnya&#8230;(iwb)
