---
title: "Ducati mengendus…Aprilia akan lakukan Team Order ?!"
description: "Iwanbanaran.com – Cakkk….Menyusul dominasi luar biasa Aprilia di Grand Prix Indonesia (Mandalika)—di mana pabrikan asal Noale tersebut sukses menyapu bersih posisi empat besar—persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP semakin memanas. Jorge Martin kembali merebut puncak klasemen sementara, unggul tipis dari rival utamanya, Marc Márquez (Ducati Lenovo). Situasi ketat ini memicu komentar dari kubu rival. Manajer […]"
publishedAt: "2026-10-13T23:00:25.000Z"
modifiedAt: "2026-10-13T00:27:13.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Motogp"
url: "https://iwanbanaran.com/news/ducati-mengendus-aprilia-akan-lakukan-team-order"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/2025/08/davide-tardozzi-team-manager-d.webp"
---

# Ducati mengendus…Aprilia akan lakukan Team Order ?!

[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2025/08/davide-tardozzi-team-manager-d.webp)Iwanbanaran.com &#8211; Cakkk&#8230;.Menyusul dominasi luar biasa Aprilia di Grand Prix Indonesia (Mandalika)—di mana pabrikan asal Noale tersebut sukses menyapu bersih posisi empat besar—persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP semakin memanas. Jorge Martin kembali merebut puncak klasemen sementara, unggul tipis dari rival utamanya, Marc Márquez (Ducati Lenovo). Situasi ketat ini memicu komentar dari kubu rival. Manajer Tim Ducati Corse, **Davide Tardozzi**, menyatakan bahwa pihaknya **&#8220;tidak punya keraguan sama sekali&#8221;** bahwa Aprilia pada akhirnya akan menerapkan instruksi tim (team orders*) demi mengamankan titel juara dunia untuk Jorge Martin&#8230;!!

Menyusul performa luar biasa pabrikan asal Noale, Aprilia, yang sukses menyapu bersih posisi empat besar di Grand Prix Mandalika, peta persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP semakin memanas. Jorge Martin kembali merangsek ke puncak klasemen sementara, unggul tipis dari rival utamanya, Marc Márquez yang membela kubu Ducati. Situasi genting ini memantik komentar menohok dari Manajer Tim Ducati Corse, Davide Tardozzi. Ia secara terbuka menyatakan bahwa Ducati sama sekali **&#8220;tidak punya keraguan&#8221;** bahwa Aprilia pada akhirnya akan mengaktifkan *team orders* (instruksi tim) demi mengamankan titel juara dunia pertama bagi Martin.

Menurut Tardozzi, dengan kedigdayaan motor RS-GP di paruh musim ini dan tensi pertarungan poin yang begitu ketat melawan Márquez, memberlakukan arahan internal adalah keputusan strategis yang paling rasional. Ia menilai bahwa ketika sebuah pabrikan memiliki peluang emas merebut titel juara dunia pebalap, membiarkan para pebalapnya saling bunuh di lintasan pada seri-seri pemungkas adalah tindakan yang kurang bijak secara manajemen tim.

> *&#8220;Menurut saya itu hal yang sangat logis dan wajar dilakukan. Jika saya berada di posisi manajemen Aprilia saat ini, saya juga pasti akan mengambil keputusan yang sama,&#8221;* ujar Tardozzi.

[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2026/08/rivola-sssss.webp)Aprilia saat ini memang memiliki kedalaman skuad yang sangat kuat di barisan depan, termasuk pebalap seperti Marco Bezzecchi, Raúl Fernández, dan Ai Ogura yang mampu mengamankan posisi penting. Di sisi lain, Ducati sendiri berada dalam posisi serupa, di mana pebalap satelit maupun pabrikan seperti Francesco Bagnaia, Franco Morbidelli, hingga Fermín Aldeguer secara matematis dapat dikerahkan untuk membantu pertahanan poin Márquez jika dibutuhkan.

Last&#8230;.Meskipun kubu rival menganggap team orders* sebagai keniscayaan, pihak internal Aprilia—termasuk CEO Massimo Rivola dan Direktur Teknik Fabiano Sterlacchini—sebelumnya bersikeras mempertahankan filosofi *free to race* (bebas membalap). Mereka mengeklaim ingin membiarkan para pebalapnya bertarung secara sportif di atas lintasan selama peluang matematis secara adil masih terbuka bagi siapa saja.Namun, dengan sisa beberapa balapan penutup musim dan tekanan masif dari Marc Márquez yang terus memangkas jarak poin, manajemen Aprilia diprediksi harus segera menarik garis tegas. Dalam satu atau dua balapan ke depan, instruksi dari pit wall tampaknya tak terelakkan demi memastikan trofi juara dunia tidak lepas dari genggaman Martin&#8230;.(iwb)
