---
title: "(Chapter II) : Apa sih arti Banaran dari Warung ini??….."
description: "IWB kecil mulai beranjak dewasa. Rasa ketertarikan terhadap motor sangat kuat. Untunglah….nyokap termasuk pengertian. Saat itu kalau tidak salah IWB menginjak kelas 4 SD. Dibonceng menggunakan CB100….tiba-tiba bokap mempersilahkan IWB didepan. Jingkrak kegirangan campur ciut nyali mzbro. Lha piye….biasanya kemana-mana nunggang sepeda onthel kebo (sepeda kayuh dengan palang horizontal didepan sadel)…..moro-moro nyokap mempersilahkan ngegas mesin. […]"
publishedAt: "2016-04-04T20:00:29.000Z"
modifiedAt: "2016-04-04T23:20:18.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Serba serbi"
url: "https://iwanbanaran.com/news/chapter-ii-apa-sih-arti-banaran-dari-warung-ini"
image: "https://images.unsplash.com/photo-1558981806-ec527fa84c39?w=1200&h=800&fit=crop"
---

# (Chapter II) : Apa sih arti Banaran dari Warung ini??…..

[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2016/02/460x110.gif)![460x110(1)](https://cdn.iwanbanaran.com/2014/11/460x11011.gif)](http://www.welovehonda.com/hgp/ahmoil-mpx3/)

[![cropped-img_4933-copy2](https://cdn.iwanbanaran.com/2016/04/cropped-img_4933-copy2-460x345.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2016/04/cropped-img_4933-copy2.jpg)

IWB kecil mulai beranjak dewasa. Rasa ketertarikan terhadap motor sangat kuat. Untunglah&#8230;.nyokap termasuk pengertian. Saat itu kalau tidak salah IWB menginjak kelas 4 SD. Dibonceng menggunakan CB100&#8230;.tiba-tiba bokap mempersilahkan IWB didepan. Jingkrak kegirangan campur ciut nyali mzbro. Lha piye&#8230;.biasanya kemana-mana nunggang sepeda onthel kebo (sepeda kayuh dengan palang horizontal didepan sadel)&#8230;..moro-moro nyokap mempersilahkan ngegas mesin. Ediannn po piye??&#8230;.

[![Yamaha_MIO-Z_Iwan-Banaran](https://cdn.iwanbanaran.com/2016/03/Yamaha_MIO-Z_Iwan-Banaran.gif)](http://zagoansuper.com/)

[![440x100 yml rosi](https://cdn.iwanbanaran.com/2016/03/440x100-yml-rosi.gif)](https://www.youtube.com/watch?v=qTfT4qyfYrw)

Tapi tawaran tersebut serius. Sebuah keputusan yang mencengangkan dari bokap. Ogah menyia-nyiakan dan takut berubah pikiran IWB langsung lompat kedepan ganti posisi. Sebagai informasi IWB termasuk bongsor diusia IWB saat itu (yang bilang tetangga lho). Tapi nggak tahu pertumbuhan seperti berhenti menginjak usia sekitar 17 alias kisaran SMA. Koyone kehabisan hormon pertumbuhan mzbro ![:mrgreen:](https://wepe.iwanbanaran.com/wp-includes/images/smilies/mrgreen.png) (koq jadi curhat). Kembali keproses belajar motor&#8230;&#8230;

Duduk dijok depan&#8230;.IWB terdiam. Byuhh&#8230;.iki carane piye pak e?. Mengerti gelagat didepan mata, dari belakang bokap memberikan instruksi&#8230;..*&#8220;kalau mau jalan, tarik kopling&#8230;masukin perseneling baru kopling dibuka pelan-pelan..&#8221;*bisiknya. Lahhh&#8230;.kopling ki sing endiii????. Perseneling posisi dimana??. Terus masukin persneling piye??&#8230;pertanyaan tersebut berkecamuk didalam kepala IWB. Dan entah kenapa&#8230;.ketika IWB diberi contoh sebentar&#8230;IWB langsung bisa melakukannya. Melaju pelan diatas CB100 (sekitar tahun 1988) menjadi momen cikal bakal dimana IWB keranjingan terhadap motor&#8230;&#8230;

Suasana desa yang sangat sepi disumbang instalasi listrik yang juga belum masuk. Seluruh warga hanya mengandalkan lampu tempel yang akan dihidupkan setelah matahari bergulir tenggelam. Ada beberapa warga yang dialiri diesel&#8230;itupun hanya sampai jam 7 malam. Setelahnya&#8230;.bergelap ria mzbro. Jangkrik menjadi penghibur malam yang selalu meninak bobokan IWB kecil. Aktifitas IWB pada jaman itu hanya belajar dimalam hari&#8230;.sekolah dipagi hari&#8230;lalu bermain setelahnya. Bermainpun jangan berharap mengandalkan elektronik. Diera dulu&#8230;..bermain banyak dihabiskan disawah. Mencari belut, jangkrik, mandi disungai ataupun berburu capung. Wisss&#8230;.keren bener kalau ingat masa itu&#8230;

[![2997486_20150126024837](https://cdn.iwanbanaran.com/2016/04/2997486_20150126024837-460x306.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2016/04/2997486_20150126024837.jpg)

Posisi desa yang masuk pelosok tidak terdistorsi jaman. Jalanan kerikil dan tanah merah menjadi pemandangan sehari-hari saat IWB beraktifitas. Jujur kala itu sempat terbersit dipikiran IWB, *&#8220;nyapo sih bapakku rumahnya ndeso bener??&#8221;*. Percikan itu makin kuat saat IWB akhirnya masuk SMP dilokasi yang jauh dari desa kediaman IWB. Bertemu anak-anak kota yang membuat IWB sendiri merasa minder. Yup&#8230;.baju-baju bagus. Sepatu atau tas bagus. Kalau dipikir background kakek nenek serta bokap bukanlah orang yang kurang. Tapi soal didikan&#8230;.kerasnya minta ampun karena mereka memiliki prinsip. So&#8230;buang jauh-jauh memiliki barang bermerk&#8230;.

Fungsi sama kenapa harus beli mahal?. Rata-rata pola pikir wong Desa demikian. So&#8230;IWB rata-rata mengenakan baju sekedarnya dalam arti sederhana. Sepatupun kalau nggak jebol tidak bakal dibelikan dengan yang baru. Awalnya cukup sulit IWB menerima hal itu apalagi setelah menemukan lingkungan yang berbeda. Sekitar tahun 1990&#8230;..IWB akhirnya masuk ke SMPN I Kauman Tulungagung. Bertemu lingkungan baru. Rasa minder cukup kuat. Ketika sampeyan menginjak sebuah lingkungan sekolahan yang dihuni orang-orang &#8220;berada&#8221; dari kaca mata IWB&#8230;maka wong ndesopun makin merasa tersisih. Dan itulah yang IWB rasakan&#8230;&#8230;*(bersambung)*
