---
title: "Ancaman Ban Baru Michelin di Motegi….Bikin Marc Marquez dan Ducati Ketar-Ketir ??"
description: "Iwanbanaran.com – Cakkk….tensi persaingan di paruh musim kian memanas! Menjelang seri MotoGP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi, sebuah isu krusial mendadak jadi sorotan utama di paddock. Bukan cuma soal aspal baru sirkuit, melainkan alokasi ban dari Michelin yang kembali menghadirkan momok menakutkan bagi kubu Ducati dan sang bintang, Marc Marquez. Usut punya usut, ban […]"
publishedAt: "2026-10-02T23:33:39.000Z"
modifiedAt: "2026-10-02T23:33:39.000Z"
author: "Iwanbanaran"
category: "Motogp"
url: "https://iwanbanaran.com/news/ancaman-ban-baru-michelin-di-motegi-bikin-marc-marquez-dan-ducati-ketar-ketir"
image: "https://cdn.iwanbanaran.com/2020/03/Michelin_Valencia_2016.jpg"
---

# Ancaman Ban Baru Michelin di Motegi….Bikin Marc Marquez dan Ducati Ketar-Ketir ??

*[![](https://cdn.iwanbanaran.com/2019/03/michelin-.jpg)](https://cdn.iwanbanaran.com/2019/03/michelin-.jpg)Iwanbanaran.com &#8211; Cakkk&#8230;.*tensi persaingan di paruh musim kian memanas! Menjelang seri MotoGP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi, sebuah isu krusial mendadak jadi sorotan utama di *paddock*. Bukan cuma soal aspal baru sirkuit, melainkan alokasi ban dari Michelin yang kembali menghadirkan momok menakutkan bagi kubu **Ducati** dan sang bintang, **Marc Marquez**. Usut punya usut, ban belakang dengan konstruksi kaku (*stiff rear casing*) yang sempat bikin para pembalap Ducati kewalahan di Red Bull Ring, Austria, kabarnya kembali masuk dalam daftar alokasi ban Michelin untuk akhir pekan ini! Waduhhh&#8230;.

Dengan kondisi sirkuit Motegi yang kini telah dilapisi aspal baru dan minimnya data uji coba untuk permukaan tersebut, pihak Michelin memutuskan untuk memperluas opsi alokasi bannya. Mereka menyediakan tiga opsi ban depan dan tiga opsi ban belakang.

Piero Taramasso selaku manajer kompetisi roda dua Michelin menjelaskan bahwa ban belakang yang disiapkan memiliki tingkat kekakuan yang lebih tinggi dibanding musim 2025 demi mengantisipasi ketidakpastian aspal anyar.

- 
Ban depan menggunakan kompon soft, medium, dan hard simetris (dengan opsi hard yang mendapat konstruksi khusus tahanan Asia seperti halnya di Mandalika).

- 
*Nah*, yang jadi sorotan adalah ban belakang tipe **Hard**, di mana Michelin menyematkan konstruksi casing bertulang (*reinforced casing*) yang sama persis seperti yang dipakai di Austria lalu.

### Trauma Red Bull Ring: Sinyal Bahaya Buat Ducati?

[*](https://cdn.iwanbanaran.com/2020/03/Michelin_Valencia_2016.jpg)Bagi kubu Ducati, ban dengan karakter kaku ini menyisakan kenangan kurang sedap. Pasalnya, saat balapan di Austria, para pembalap pengguna Desmosedici—termasuk Marc Marquez—terbukti sangat kesulitan mendapatkan grip* atau cengkeraman optimal pada ban tersebut.

Meskipun Motegi secara historis merupakan salah satu teritori paling &#8216;ramah&#8217; bagi Ducati (di mana mereka mendominasi kemenangan dalam tujuh balapan terakhir), kehadiran ban kompon khusus ini bisa jadi batu sandungan serius. Marquez sendiri sempat mengakui bahwa timnya punya PR besar dalam menjinakkan ban berkonstruksi kaku tersebut.

> *&#8220;Memang benar kami harus bekerja ekstra keras karena di Thailand kami sangat kesulitan, dan di Austria kami kembali kesulitan, meski setidaknya kami masih bisa kompetitif,&#8221;* ujar Marquez, merujuk pada problem cengkeraman ban belakang beberapa waktu lalu.

Last&#8230;ada sedikit angin segar bagi Marquez dan skuad Borgo Panigale. Prakiraan cuaca di Motegi akhir pekan ini menunjukkan suhu lintasan yang cenderung dingin, yang notabene dapat mengurangi probabilitas ban belakang tipe keras (*hard*) menjadi pilihan utama para pembalap. Suhu dingin dan potensi hujan diprediksi bakal mengubah peta strategi pemilihan ban secara drastis. Tantangan ini juga berlanjut ke seri berikutnya di Mandalika, di mana versi ban dengan konstruksi kaku yang lebih ekstrem akan kembali digunakan&#8230;..(iwb)
