Iwanbanaran.com – Cakkk…IWB terkesima dengan tulisan salah satu jurnalis senior speedweek yakni Gunther W….yang sangat tajam dan masuk akal. Bahkan doi menyoroti Marc dengan sangat tajam dan tajuk artikel terbarunya bahwa dengan segala skillnya..Marc tidak perlu takut dengan siapapun. Dan setelah IWB baca dari awal hingga akhir rasanya nggak berlebihan kalau Marc Marquez diprediksi akan hancurkan Motogp.Lhooo kok bisaa ? sampeyan intip saja tulisan tajam dari Gunther dan monggo sampeyan ambil dari intisari artikelnya berikut ini…

Aku tidak bisa memahami kepala Marc Márquez (tinggalkan Honda). Tapi aku mengikuti karir GPnya dengan cermat sejak menit pertama di KTM di Kejuaraan Dunia 125cc dan aku bisa menempatkan diriku pada posisinya. Meskipun aku belum pernah melihat Mike Hailwood membalap, aku telah melihat pembalap luar biasa seperti Agostini, Read, Sheene, Cecotto, Roberts, Spencer, Lawson, Doohan, Rossi, Stoner dan Lorenzo dari dekat. Tapi aku belum pernah melihat seorang pembalap motor yang terobsesi, berbakat, bersemangat untuk berlatih, haus akan kemenangan, ambisius dan sekuat #MM93.

Hailwood dikatakan telah mencapai keajaiban bahkan dengan motor yang tidak kompetitif, dan dia pantas mendapatkan reputasi ini. Bintang lain terkadang punya motor unggulan, termasuk Rossi setidaknya di Aprilia (125 dan 250) dan kemudian di Honda (500 dan 990 cc).

iklan iwb

Tentu saja, Marc Márquez tidak memiliki karier yang sempurna. Pada tahun 2011 ia kehilangan gelar juara Dunia Moto2 dari Stefan Bradl karena keberaniannya mengambil risiko. Black flag di Phillip Island pada tahun 2013 (wajib berhenti untuk mengganti ban diabaikan) dan penampilan di Sepang Clash pada tahun 2015 yang gagal juara dunia termasuk ketika ia memberikan kemenangan kepada Pedrosa untuk membalas dendam kepada Rossi. Di Termas de Río Hondo 2018 (dengan empat penalti dalam 40 menit) sifat pemarahnya juga dibungkus semangatnya yang luar biasa…

Namun daftar panjang pencapaian gemilangnya melebihi petualangan tersebut adalah finish ditempat tempat ketiga dalam sprint India. Dengan motor yang dianggap sakit. Penampilan Marc Márquez di Sirkuit Buddh mungkin akan tetap menjadi sorotan seperti kemenangan Alex Rins di Texas pada tahun 2023 dan posisi kedua Marc di Phillip Island pada tahun 2022. Kemenangan terakhir Marc di GP terjadi dua tahun lalu, dan podium GP terakhirnya di hari Minggu hampir setahun lalu. Marc Márquez berusia 30 tahun, dia sudah cukup lama bersama Honda yang membayarnya mahal. Namun jika ingin menyamai atau melampaui sembilan gelar juara dunia yang diraih Rossi, ia tidak bisa lagi mengharapkan keajaiban Honda…

Di GP Barcelona, ​​​​Márquez kehilangan waktu terbaiknya 1,062 detik di kualifikasi kedua. Bahkan orang paling bodoh pun tidak dapat percaya bahwa defisit ini dapat dipenuhi pada tahun 2024. Apalagi dengan karakter seperti Kuwata dan Kokubo, ketidak berdayaannya telah tergambar di wajah mereka selama hampir empat tahun. Mereka bahkan menenggelamkan RC213V sedikit lebih dalam dari sebelumnya. Hailwood, Agostini, Read, Lawson, Rossi, Stoner – mereka semua menjadi juara dunia di kelas premier dengan merk berbeda…

Artinya Marc Márquez bisa memperjuangkan kemenangan dan podium di Gresini Ducati pada tahun 2024. Gigi Dall’Igna akan menempatkan Ducati GP23 terbaik di pitnya. Marc Márquez cerdas dan berpandangan jauh ke depan. Itu sebabnya dia sadar: Sekalipun saat ini ada beberapa titik terang, di Honda hal itu juga akan hancur pada tahun 2024. Kini ketakutan menyeruak bagi para penonton Motogp, apakah dengan bergabungnya Marc ke DUcati akan menghancurkan Motogp kedalam lubang yang dalam ? karena sekarang tanpa Marc-pun…Ducati terlalu superior dan tidak tersentuh….

Jarang ada overtake dan ini membuat daya tarik Motogp turun drastis. Apalagi banyak yang mengatakan jika Marc nanti bisa masuk 3 besar saat test Valencia ? diprediksi finish sudah Motogp tahun depan. Karena tontonan akan bakal sangat membosankan. Betulkah demikian ? semua hanya bisa dijawab dengan waktu dimasa depan…(iwb)

18 COMMENTS

  1. Akan tetap seru karena ada opini marquez akan akuisisi gresini untuk menyaingi logika bisnis rossi membentuk tim vr46

  2. ngga juga cak, moto2 / moto3 motornya sama tapi tetep menyuguhkan tontonan yg seru, F1 yg menang itu-itu aja juga masih tetep menarik untuk ditonton, marc absen semusim juga masih banyak yg nonton motogp,

    • moto2/moto3 rame ya krna ada motoGP woi.. mereka semua bayar mahal buat nonton motoGP,, moto2 dan 3 mah bonus.. coba lu tanya.. 70% penonton motoGP kgk tau pembalap moto2/moto3. yg tau cuma yg fanatik balap. c0oba aja event moto2/moto3 jadwalnya di PISAH,, yakin rame ??

Comments are closed.