Iwanbanaran.com – Cakkk… Sepertinya hubungan antara Yamaha dan Fabio Quartararo bakal kurang nyaman setelah dipastikan ternyata pembalap Utama Yamaha tsb menuntut Yamaha untuk kembali menggunakan paket 2021. Sebelumnya Fabio meminta top speed yang lebih tinggi akan tetapi ternyata dengn penambahan horse power membuat motor susah dikontrol. Kondisi ini ternyata tidak luput dari perhatian Yamaha yang ogah disalahkan karena mereka mengklaim sudah mengikuti kemauan Fabio. Waahhh…ikiiii…

Quartararo yang pesimis dipastikan akan akan menggunakan pengaturan 2021 untuk sisa tahun ini. Semua komponen yang investasi nya sangat besar di buang tidak digunakan lagi. Mulai dari sasis, knalpot, dan aero yang diuji coba pada tes Jerez baru-baru ini telah disingkirkan. Itulah yang membuat Yamaha kecewa. Melalui presiden Yamaha motor Eropa Eric De Seynes mereka mengatakan kepada BT Sport bahwa keluhan Quartararo tidak luput dari perhatian….

“Kami telah bekerja keras, mengikuti rekomendasi Fabio selama setahun terakhir. Kami telah berinvestasi sangat besar, kami memiliki mesin baru, kami dapat melihat top speed telah meningkat secara signifikan. Sekarang, kita harus melindungi keunggulan utama kita tsb. Kami melihat Red Bull, KTM, Ducati bekerja keras di bidang aero. Mereka bisa mengkompensasi kekurangan poin mereka. Mungkin Kami sekarang tidak memiliki keuntungan yang sama seperti yang kami miliki di masa lalu. Namun Kami bekerja keras untuk itu….” tukasnya. Doi menambahkan…

iklan iwb

“Kecepatan balap kami tidak buruk. Fabio menyalip delapan pembalap [dalam sprint di Le Mans]. Dan dia menikmatinya. Kami memiliki satu kelemahan yakni motornya baru, lebih baru dari yang terlihat. Kami sekarang hanya memiliki dua sesi, bukan tiga, untuk latihan. Dua sesi super cepat, inilah mengapa kami terus berjuang di kualifikasi. Tapi dalam balapan kami bisa berada di depan jadi kami hanya perlu meningkatkan kualifikasi…” serunya seperti menampik semua keluhan dari Quartararo…..

Last… Dengan penekanan ini Yamaha seperti ingin menegaskan bahwa semua dampak negatif yang terjadi adalah atas permintaan Fabio yang meminta tambahan tenaga. Oleh karena itu tidak logis jika kesalahan dibebankan semuanya kepada Yamaha. Quartararo gagal mempertahankan gelar juara MotoGP 2022. Dan kini Fabio terpaut 45 poin dari juara bertahan Francesco Bagnaia yang kembali memimpin klasemen…..(iwb)

4 COMMENTS

  1. Tensi udah panas dan semakin panas , disinyalir Taro bersikap sept itu karena juga gajinya di rapel , jualan mesin jahit berjalan Sincere semakin memburuk yg berakibat makin kritisnya induk semang pusat d japan .

    Mueeeehehehehhehehe 😂

  2. Biasanya kurang ada yang pas kalo seperti itu.
    Maka haruslah dikoco-koco dulu biar semua celah terisi dengan remukan rengginang

Comments are closed.