iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…akhirnya IWB sudah tiba kembali ditanah air setelah selama 7 hari lamanya wira-wiri dari Jedah ke Riyadh dan puncaknya berada disekitaran Hail…menghadiri undangan dari Tim Dakar Motul diprakarsai oleh Motul Indonesia. Sebuah balap paling ekstrim di dunia karena taruhannya adalah nyawa. Awalnya IWB sulit percaya sebelum melihat sendiri kondisi trek cak. Dan setelah digelandang ke Way Point etape 4…fix IWB super ngilu. Hawa dingin menusuk, badan serasa beku ditengah padang pasir…asli ini rally paling menyeramkan yang pernah IWB tonton. Simak pengalaman lengkap IWB….

Terbang dari tanah air ke Arab Saudi wae IWB wis merasakan beratnya ketika tiba dilokasi. Yang pertama adalah perbedaan waktu cak. Jadi Saudi Arabia lebih lambat 4 jam dibanding Indonesia. IWB terbang jam 11.30 waktu Indonesia….lalu tiba di Saudi Arabia jam 17.30. Itu adalah jam Saudi…ingat, jam Saudi dimana jam Indonesia sebenarnya adalah 21.30 malam. Jadi saat IWB makan malam sekitar jam 8 waktu Saudi, tanah air adalah jam 12 malam. Abottt cakkk….mata udah sepet, badan gontai…lemesss pakdeee. Lhaaa piyeee..metabolisme tubuh masih nempel Made in Indonesia, amsyongg njeblut tenan rasane….efek jetlag karena flight 10 jam ditambah adaptasi perbedaan waktu lebih lambat 4 jam terasa begitu berat. IWB sih mending jam maju ketimbang mundur…..

Yang kedua adalah faktor makanan. Sulit bagi kita untuk makan di Saudi Arabia karena restoran rata-rata menawarkan makanan yang kurang sesuai dengan selera kita. Jepang sih masih jauhhh lebih mendekati selera kita. Arab ?? wihhhh…beda banget euy. Setiap makanan terasa getir. Bahkan pernah punya pengalamanan makan daging kambing…lhoooo, hawa bulu dombanya kok masih kenceng. Tobattt tenann wisss. Langsung IWB lepeh cak. Dan yang paling terasa adalah suhu. Asliii IWB nggak nyangka suhunya seekstrim ini di tengah gurun. Panas ?? horaaa cakkk…

iklan iwb

Justru yang bikin klepek-klepek adalah dinginnya. Asliii rasanya kayak beku. IWB sudah pernah ke Jepang…bahkan mendaki digunung Fuji, tapi suhu gurun lebih ekstrim dan terasa menyakitkan. Kenapa ? sebab anginnya cak. Ini IWB rasakan ketika berada di way point Dakar Rally dimana suhu ketika siang masih oke…yakni kisaran 12 derajat. Namun ketika sudah masuk jam 16.00….suhu drop diangka 8 derajat. Hanya itu ?

Oraaa cakk, sebab ketika kita digelandang di Biovauc, ini adalah base camp peserta rally Dakar…..suhunya bisa tembus diangka 3 derajat celcius. Lokasi dimana para peserta tidur ditenda…..dan ini menurut IWB sangat mencengangkan. IWB wae berada diruangan masih jedindil kedinginan klepek-klepek padahal sudah pakai jaket tebal (walaupun spek jaket tidak memenuhi syarat, jaket Indonesia pakde wkwkwk). Tapi anginlah yang menurut IWB sangat mematikan. ” Suhu di Hail memang paling dingin diantara rute yang dilewati Dakar Rally...” seru Yasid salah satu kru Member EO Dakar Rally ke IWB. Oalaahh pantesss….

Rally Dakar bagi IWB memang hal baru, dan IWB yakin sampeyanpun merasakan hal yang sama. Namun dari hal baru tersebut IWB jadi tahu betapa sangarnya balapan Dakar ini. Yang paling mencolok adalah kelas Original by Motul. Kelas dimana pembalap harus mengerjakan semuanya sendiri. Mulai dari perbaikan part rusak, ganti rantai…oli…bahkan suspensi bocor, harus dikerjakan sendiri tanpa pendamping mekanik. Setingan mesin dll juga mereka sendiri. Artinya sampeyan tidak hanya bisa mengandalkan kecakapan membalap namun juga kudu paham utak-atik motor. Ediann opo ora jal. Dan yang paling penting tentu saja adalah Oli…

Nahh disini IWB baru tahu bahwa semua peserta Rally baik motor ataupun mobil menggunakan oli yang ada dipasaran dan bahkan juga dijual di Indonesia yakni Oli Motul 300V. Sebagai sponsor utama, Motul sendiri memiliki lab berjalan yang terus mengontrol performa oli. Bahkan dimalam hari pasca race berakhir, para tim biasanya membawa oli bekas ke lab Motul yang ada di Biovuac untuk dianalisa. ” Di Dakar sangat beda karena seringkali kandungan oli bekas sudah terkontaminasi pasir (terhisap melalui filter udara). Itu tidak bisa dihindari. Jadi tantangan Motul adalah meracik oli tangguh agar seluruh kinerja mesin tetap optimal walau kemasukan pasir sekalipun…” seru Manajer Teknis Motul Perancis saat IWB wawancarai. Gilaaaa IWB ngowoh cak…

Last…..Rally Dakar sempat dihentikan pada hari ketujuh khusus untuk balapan mobil karena suhu super ekstrim sehingga banyak para pembalap bertumbangan. Pertarungan hidup dan mati karena gurun pasir sejatinya sangat mematikan khususnya untuk pembalap motor. “ Dulu kecepatan 200km/jam masih diijinkan. Namun sekarang maksimal top speed hanya boleh 160km/jam sebab gurun pasir sejatinya cukup mematikan jika terlalu kencang…” tutup Yasid (Rally Dakar EO). Oh ya…di Arab Saudi IWB dan teman-teman yakni Zikoi (Garasi Drift), Cak Jeje (Jejelogy) serta perwakilan Motul (Cak Kaffi) menyewa mobil di Saudi Arabia. Menggunakan stir kiri, IWB sempat merasakan brutalnya para pemakai jalan di Saudi Arabia, ediann sruntulan cak. Seluruh pengalaman IWB abadikan dalam beberapa foto dibawah ini. Sangat seru, berkesan, luar biasa….dan juozz gandozzz. Tunggu video lengkap IWB…gazzz (iwb)

3 COMMENTS

Comments are closed.