Iwanbanaran.com – Cakkkk…artikel ini adalah artikel special karena IWB garap diatas pesawat Garuda Boeing B777-300ER. Sebuah pesawat Jumbo yang membawa IWB dari Jakarta ke Jedah Arab Saudi. Asli cak…ini pengalaman pertama IWB ke Timur Tengah dengan dibalut dalam sebuah acara luar biasa yakni Rally Dakar. Sebuah event Rally Raid yang begitu prestigous sebab siapapun akan teriak dan nggak percaya….apaaaa ?? Rally Dakarrrr ? serius kamu ?? ……yup, itulah yang terjadi pada petugas Imigrasi di bandara Soekarno Hatta seakan tidak percaya dengan visa masuk IWB wkkwkwk…

Sekitar jam 10 pagi hari ini IWB sudah ngumpul dikawal langsung oleh Motul Indonesia yakni cak Bayu serta Kaffi (sebut saja demikian). Ada tiga orang cak…tepatnya disebut influencer oleh mereka yang dikirim ke Arab Saudi yakni IWB sebagai perwakilan roda dua tanah air, kedua adalah cak Jeje (youtuber Jejelogy) serta yang terakhir adalah Zikoi (Garasi Drift). Mereka semua spesialis mobil sedang representatif roda dua Dakar Rally via Motul Indonesia memilih IWB. ALhamdulillah cak berkat support sampeyan ki. Nahh…di Bandara Soetta ini benar-benar banyak cerita cak. Yang pertama adalah konfirmasi bahwa dikirimnya kami kesana adalah pertama dalam sejarah Indonesia mendapatkan slot ke Rally Dakar. Jadi ibaratnya kami bertiga adalah gerbang pembuka. Penuturan ini disampaikan cak Bayu selaku GM Marketing Motul Indonesia saat bertemu IWB…

Yang kedua adalah proses check in yang lumayan butuh waktu karena dokumen yang IWB dan teman bawa. Gara-gara model visa digital tidak nempel di passport, petugas harus ngecek kiri kanan dan bahkan IWB lihat mereka pakai aplikasi khusus dari petugas counter Garuda…

iklan iwb

“ Maaf ya pak, soalnya kami baru pertama menerima visa digital seperti ini. Takutnya kalau tidak kami cek malah bermasalah bapak tidak bisa masuk ke Arab Saudi…” serunya membuat IWB dag dig dug. Weladalaahhh….kok serem juga yak, yo wisss IWB sih pede karena yang ngurusin visa IWB langsung dari EO Rally Dakar, harusnya aman. Dilalah nggak lama dimasukin nomer dll, muncul nama IWB dengan jelas. Wihhh legaaa. Apakah Aman ? jebule belum. “ Disistem sih aman, tapi kami perlu pastikan lagi ya pak…sebentar…” seru Petugas yang IWB jawab dengan anggukan. ..

Sontak doi keluar counter melipir ke counter sebelahnya…yahhh jarak mungkin 5 meteran dari lokasi awal. Sepertinya petugas seniornya. Cukup lama cak….proses semuanya sekitar 15 menitan lebih, dan pada akhirnya doi kembali. “ Piye mz?” tanya IWB. “ Aman pak, maaf menunggu ya pak karena kami koordinasikan dulu dengan atasan dan juga Imigrasi untuk memastikan. Aman pak…” serunya. Wisss lega cak. Kelar dari sana IWB pun bergegas ke Imigrasi. Ini ada cerita lagi cak…

Berhenti didepan counter petugas yang tinggi, IWB diperiksa dokumen satu persatu. Dilalah pas melihat visa, petugas mengerutkan dahi sejenak. Wahhh…opo manehhh ikiii ? batin IWB. Tapi uniknya petugas tidak berkata sepatah katapun…doi hanya mengambil HP, lalu seperti memasukkan kode….dan……..

“ Bentar pak….ini Dakar ?? “ selorohnya kayak bingung. “ Iya pak…Dakar…” jawab IWB singkat. Petugas masih kurang puas sambil melihat Visa berkali-kali..” Ini Dakar….Rally Dakar ?? “ ubernya. “ Iya pak..Rally Dakar…” jawab IWB lagi. “ Lhooo….serius ini Rally Dakar ? gimana kok bisa datang ke Rally Dakarrr ?? “ tanya petugas dan membuat temannya ikut nimbrung. Ya…teman disampingnya cak, langsung merapat ke depan IWB pula. “ Kenapa bro….?” tanyanya lirih….

“ Ini bapaknya mau ke Rally Dakar, gokil nggak ? “ jawab petugas yang handle IWB. “ Gimana caranya bisa ke Rally Dakar ? “ tanyanya lagi sambil menyerahkan passport IWB. Dibelakang orang Motul akhirnya take over situasi. Btw…Kenapa yaa bisa seseram itu efek Rally Dakar. Mereka kayak terkaget-kaget tanda memang baru pertama ada orang Indonesia datang ke Dakar ? yang jelas momen tsb membuat IWB makin penasaran seperti apa sih Rally Dakar dari dekat sehingga sekelas petugas imigrasi kayak shock dan kaget?

” Gabut 10 jam diatas langit…😂”

Last….perjalanan IWB masih panjang karena saat artikel ini IWB buat IWB masih terbang diatas langit Jakarta Jedah. Posisi pesawat sendiri berada diatas laut setelah Colombo dengan jarak 3300km dari Jedah atau sudah kita lewati 4600 km dengan total jarak nyaris 9000km dari Jakarta. Speed pesawat dipanteng diangka 890-915km/jam dengan ketinggian 10,363meter diotas lautan. Insyaallah IWB akan tiba di Jedah sekitar jam 17.30 waktu setempat atau lebih lambat 4 jam dari Jakarta. Tunggu update IWB dari Arab Saudi nanti cak. Saiki tak turu sik pakde…asli mati gaya kiee diatas pesawat wkwkwk (iwb)

8 COMMENTS

  1. Mantab jiwa caaaaaakk. Kasian bologer sebelah kagak diundang.
    Sakit hati aku gak boleh komentar lagi. Jlub tenan ikiiiii.. Ngoahahahaa

  2. Ngegandhosyin bingitz dahh euiyy cakk….. sebelah yang sok cerdas cumak ngaplo di pojok gudang yang dianhgep museum sekaligus showroom motor segala jaman n type

  3. pembalap mobil Indonesia era jadoel om Tinton,om Kasih, sudah pernah ikut rally Dakar .
    kalo pembalap motor belum ada sih

Comments are closed.