iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…waktu terus berputar. Jaman berbeda tentunya dipegang orang berbeda pula. Termasuk DNA atau karakter yang dicangkokkan selama bertahun-tahun kini terbuka mulai meredup dan hilang. Khususnya Yamaha. Bahkan admin Motogp pun menyebut DNA Yamaha telah hilang. Kondisi yang sudah berkali-kali dilontarkan Rossi sejak awal sebelum akhirnya melemparkan handuk menyerah dan pensiun. Emang apa yang hilang ? simak penjabarannya berikut ini…

Kondisi sekarang jelas tidak pernah disangka oleh Fabio karena di Assen doi memiliki keunggulan poin yang super fantastis. Menjadi +14 dari sebelumnya -91….amsyong cak. Jadi jika Pecco Bagnaia sekarang berada di zona nyaman maka Fabio sebaliknya. Bukan rahasia lagi bahwa M1 Fabio kurang tenaga dan di beberapa sirkuit Yamaha terhuyung-huyung melawan Ducati. Namun sebenarnya ada satu hal dimana M1 tidak akan pernah bisa ditandingi oleh Ducati. Opo kuwi ??

Kekuatan terbesar M1 adalah kecepatan dan kelincahan di tikungan. Kita telah melihat bahwa di sirkuit sempit dan berkelok tajam…..Yamaha telah mampu mengatasi Ducati dan Aprilia. Sirkuit seperti Portimao, Catalunya dan Jerman, semua tempat tsb membutuhkan kelincahan motor untuk menaklukkan dan “menyapu” tikungan. Sayang dibalik semuanya…ada argumen bahwa evolusi Yamaha sudah kehilangan DNA terbesarnya.

iklan iwb

Yup…Yamaha M1 telah kehilangan kekuatan terbesarnya selama hampir 2 dekade lamanya, yakni motor yang terkenal gampang dikendarai (rideability). Motor yang dikembangkan secara brilian oleh bapak M1 Masao Furusawa bersama Valentino Rossi yang bersahabat kini sudah luntur. Gimana nggak….kita telah melihat musim ini….benar-benar hanya satu pebalap yang dapat menaklukkan Yamaha M1 dan itu adalah Quartararo. Itupun dia harus melakukannya dengan agresif dan on limit, sesuatu yang tidak kita temukan pada motor Yamaha M1 dimasa lalu…

Rossi sendiri sudah memperingatkan Yamaha selama 5 tahun terakhir bahwa makin kesini Yamaha sudah kehilangan kemampuannya pada beberapa sektor. Namun yang menjadi perhatian terbesar adalah problem power dan traksi belakang, dan ini sudah ditekankan The Doctor namun sepertinya arah pengembangan Yamaha seperti mandeg ditengah jalan. Gimana nggak, sampeyan bayangkan saja jika mereka tidak memiliki Fabio…dimana posisi Yamaha ?

Sampeyan juga pasti ingat betapa marahnya Maverick Vinales karena merasa setiap masukannya tidak mendapatkan respon memuaskan hingga puncaknya….terjadi gesekan yang membuatnya ditendang dari Yamaha….

Last….Fabio Quartararo masih berjuang untuk bersaing dengan Ducati sedangkan Franco Morbidelli masih berjuang untuk menemukan kepercayaan diri dengan motornya. Singkatnya, diperlukan perubahan yang jauh lebih besar di Yamaha agar mereka dapat kembali ke DNA awal. Kita tahu mereka memiliki sasis baru, tetapi dari fisik luar, jelas itu juga bukan perubahan besar. Quartararo sendiri telah mengakui diperlukan langkah lebih lanjut untuk 2023. Jadi apakah masih ada peluang gelarnya di pertahankan tahun ini dari ancaman Ducati ? kita lihat saja perjuangan tim garputala cak….(iwb)

19 COMMENTS

    • Bagian DNA itu salah 1 nya ” semakin diDepak ” yang udah luntur entah kemana. Khabarnya buat nombokin Kamocheng cak !!!
      Mueeeehehehehhehehe ?

  1. Kalau Ducati menang tahun ini wajar karena mmg bentuk motornya jadi idola pabrikan lain, yamaha jg harus iklas lah kasi jln ducati, itung2 balas budi karena kumis lele di hidung M1 dri mna asalnya

    • Betul Cak , kalau pabrikan lain dapet satu2 gelar amatlah wajar….karena Marc 3 musim boleh d bilang ga ikut balapan
      Mueeeehehehehhehehe ?

  2. balikin aja ecu inhouse kelar masalah, ……… tp itu tak akan pernah kejadian sebelum salah satu pabrikan eropa juara dunia, ……….

  3. Intinya, prinsipal di jepangnya aja yg lelet dalam pengembangan motor balapnya, g secepat pabrikan eropa. Omongan yg bilang 4 inline lebih lambat dari v4 dipatahkan oleh sizuki yg cepat bener di gp aussie minggu lalu. Ymh kehilangan DNA nya juga karena awalnya niru2 strategi hnda cuma ngandelin satu pembalap andalan saja buat meraih hasil bagus. Intinya : jangan cuma bisa tiru2 doang, harus ada keunikan nilai plus sendiri dong..ini nilai plusnya malah diilangin. Jadinya gini dah.. Ymh semakin terbelakang (di motoGP)

  4. Sebetulnya dna nya tetap,,cuma dulu lawan pada keteteran di tikungan sedang yamaha enak enak aja makanya dulu yamaha bisa sering dominasi,,tapi sekarang keunggulan itu udh dipertipis atau disamai pabrikan lain ditambah yamaha kalah power,,jadinya ya ancur gini

Comments are closed.