Iwanbanaran.com – Cakkk…IWB garuk-garuk alis saat baca berita diberbagai media perihal testimoni dari para bikers yang mengatakan bahwa Vivo Revvo 89 lebih irit dibandingkan Pertalite (RON 90). Iki IWB ora paham dan bingung cak, benarkah demikian ? atau hanya sugesti karena secara teknis seharusnya RON 90 memiliki pembakaran yang lebih sempurna dibandingkan RON 89 ? simak beberapa faktanya berikut ini….

Vivo seperti kena durian runtuh cak karena mendapatkan perhatian dari masyarakat pasca Pertamina menaikkan harga Pertalite dengan angka yang sangat fantastis. Dari 7600-an menjadi Rp 10.000/liter. Padahal saat itu harga Vivo Revvo 89 dipatok lebih rendah yakni Rp. 8.900/liter. Tak ayal Vivo Revvo 89 diserbu cak. Namun berita yang viral direspon dengan kenaikan harga Vivo Revvo 89 menjadi Rp. 10.900/liter atau lebih mahal dibandingkan Pertalite. Semua IWB pantengin cak. Dilalah yang mengejutkan permintaan terhadap Vivo Revvo 89 masih tinggi…

Harga lebih mahal dari Pertalite tidak menyurutkan bikers atau pengendara mobil untuk membeli Vivo Revvo 89. Alasannya lebih irit ! Ahhhh mosokkk ??

iklan iwb

Katanya sih ngono cak. Jadi gara-gara jajal Vivo dan merasakan perbedaan keiritan mereka tetap menyerbu bahkan ketika harganya kini lebih mahal dari Pertalite. Seperti dilansir detik….salah seorang driver ojek online (ojol), Rahmat mengaku dirinya beralih ke VIVO karena dirasakan konsumsi BBM lebih irit. Bahkan, ia pernah mencoba untuk membandingkan konsumsi Revvo 89 dan Pertalite pada motornya.

“Saya pernah coba membandingkan. Pagi saya Rp 30.000 Pertalite, terus kayak biasa narik. Kalo nggak kena jalur macet, ya segituan cukup untuk 30-33 km-an. Kalau Revvo 89, di saya bisa 35-38 km-an,” terang Rahmat. Awalnya, informasi ini ia dapatkan dari rekannya hingga akhirnya Rahmat membuktikannya sendiri dan kini selalu membeli Revvo 89 walau harganya lebih mahal dari Pertalite….

“Itu karena hasil pembakarannya yang lebih sempurna kayaknya. Jadi kinerja mesinnya lebih bagus. Dipake ngebut justru malah enteng. Jadi kalaupun beda harga, kalau dikalkulasiin menang km (VIVO). Karena kita main di jalan pasti ngitungnya km,” tambahnya. Rahmat mengaku heran dengan kondisi ini, padahal oktan Pertalite lebih tinggi dari Revvo 89 yang angka oktannya hanya 89. Hhmm…IWB wae yo heran. Kok iso ya ? apakah sugesti cak Rahmat ? ternyata nggak juga cak sebab testimoni bikers lain cak juga selaras….

Yup…awalnya Cak Ferdi beli Vivo Revvo 89 karena harganya murah. Ternyata setelah jajal doi merasakan perbedaan yang cukup signifikan pada mesin motornya….

“Nggak tahu kenapa, kalau pakai VIVO ini jauh lebih dingin dan enteng. Beda dengan Pertalite sekarang. Mungkin ya setelah BBM ini naik kerasa bedanya. Kualitasnya seolah makin turun. Entah karena dulu gap harganya lumayan jauh jadi nggak kerasa, atau gimana. Kalau sekarang beda tipis (harga),” ujar Ferdi. Nggak heran doi kini terus menggunakan Vivo Revvo 89. Harga sedikit mahal tapi kalau dihitung dengan KM jatuhnya tetap lebih murah Vivo Revvo 89. Yang menjadi pertanyaan…kenapa bisa begitu ?

Tentu kita tidak bisa menjawab kecuali BBM masing-masing produk dicek dalam lab khusus. Sebab kita sebagai bikers tidak pernah pula membeli BBM memeriksa dulu, bener ora. Kita hanya menggunakan azas kepercayaan…dari dispenser SPBU langsung masuk kedalam tanki kendaraan. Tapi seharusnya secara teknis Pertalite lebih baik dibandingkan dengan Vivo Revvo 89 karena RON nya lebih tinggi yakni RON 89 vs RON 90. Nahh…kalau sampeyan sendiri piye cak, pernah jajal Vivo Revvo 89 nggak sih ? benar nggak lebih irit ? soale IWB belum pernah nyicipin Vivo. Btw sisi bagusnya Vivo membantu meringankan subsidi negara karena Pertalite kan katanya disubsidi dengan nilai yang fantastis, bener ora pakdee…(iwb)

27 COMMENTS

  1. revvo 89 kalo gak ngantri ya kosong …
    udh harganya naik jd 11600 mending ke shell super 14150 atau revvo 92 14140
    ane bingung kenapa revvo89 gk turun lg sdg yg diatasnya pd turun
    revvo 89 kan bukan bbm subsidi harusnya ikut turun jg…

  2. mungkin yg 90 plat merah RON abal2… tapi agak sangsi.
    mungkin sih yg paling logis vivo 89 aditifnya lebih banyak dan lebih bagus.

  3. Ngakunya rugi dan harus sybsudi, tp merk asing ga boleh jual lebih murah dr pertamina, berati takut ga laku. Kalo takut ga laku knp ngaku jual rugi mulu

    • yang bikin rugi itu manajemen kelolanya, biaya operasionalnya, gaji direksinya yang gila – gilaan, wkwk

  4. Pengalaman pribadi. Pakai Pertamax, Pertalite, Shell super. Motor jupiter mx. Yang paling boros Pertamax. Cuma dapat 1:30. Lanjut Pertalite di 1:35. Ini yang bikin heran, harusnya pakai Pertamax lebih hemat daripada Pertalite. Berkali? ane coba tetap aja hasilnya sama. Terakhir Shell super, 1:39,4 hampir 1:40. Dulu perbedaan nya lumayan. Tapi sekarang Dengan selisih cuma 250 dari Pertamax. Akhirnya pakai Shell super terus. ?

  5. Enakkan vivo cak, pernah nirisin bensinnya, aarna kuning tapi bening cak, beda ama premium dulu yang agak butek atau pertalite yang ijony juga agak butek. Ini warnanya kuning bersih cak. Tarikan juga enak cak. Lebih mantep dari pertalite

  6. Beli punya si merah,eh si merah ngeluh rugi….denngan membeli punya si merah berarti kita nambah beban si merah gak ya…

  7. salah satu bentuk kekecewaan adalah beralih,

    beli pertamax 92 dengan jalur khusus subsidi untuk rakyat kurang mampu, kok rasanya kayak jadi tersangka ya, wkwk padahal juga nggak murah – murah amat 13.900perak

  8. Asli, beli di pertamina mau pertalite ato pertamax pasti lebih boros daripada vivo 89 / shell super. Kalo pake motor 3 liter pake pertamax cuman 2 hari, kalo shell super bisa sampe 3 hari. Dan pake mobil full tank vivo 89 bisa jalan 380 kilo, pas pake pertalite cuman 300 kilo

  9. WAHAI PERTAMINA
    ENGKAU DIPERCAYA
    JANGAN BERDUSTA
    KAU SUDAH BIASA
    MENYANGGAH SINI SANA
    WARGA PUNYA DATA DAN FAKTA
    APAKAH PERTALITEMU KW TUJUH
    AKU TIDAK TAHU
    SEMOGA KAMU TIDAK SETUJU.

  10. Dari dl emg pertamina soal pelayanan krg. Ad shell, vivo, bp dll. Skrg baru dilirik aja, yg ngisi jgn2 FOMO, ikut2an doang, ntah lebih hemat itu bener2 lebih hemat atau cuma sugesti, kita jg gatau, krn blm ada yg tes full to full

  11. Cak, mungkin yg di maksud irit itu dari beda takarannya kali ya, vivo murni 1L, dn pertalite kurang dari 1L, ini berlaku bagi oknum spbu yg curang yg dikurangi takarannya, mungkin itu kali ya…??? Harusnya dari sgala hal jelas pertalite lebih unggul…

  12. Pertamax vs shell super pernah nyobain. Emang lebih irit di super. Tapi berasa di motor suhu nya lebih panas. Alhasil balik ke Pertamax lagi. Jd Pengen nyoba Vivo jadinya.
    Soal bbm bersubsidi Knp ya bbm harus di susbsidi. Udh macet parah bbm tetep disubsidi. Mestinya yg disubsidi itu bahan pokok. Petani disubsidi biar hasil melimpah. Jadi bahan makanan tidak naik. Bisa ga sih misalnya harga bbm 50rb/ltr tapi bahan pokok tetep murah krn disubsidi. Memang biaya transportasi makin bengkak. Tapi angkutan umum dan bahan pokok klo disubsidi mungkin lebih baik. Jadi orang berpikir 2 x untuk ber pergi an klo ga penting2 bgt. Sekarang ke Indomaret depan komplek aja pada make motor. Padahal jalan kaki atau naik sepeda bisa. Krn harga bbm masih terjangkau. Coba di alihkan subsidi nya ke yg lebih tepat sasaran. Kita Udh bantu pemerintah dengan bayar pajak dll. Kok yg berhak beli bbm bersubsidi cuma rakyat yg kurang mampu aja. Apa hak rakyat di beda2 kan. G adil dong. pemerintah nya aja yg kurang bisa ngatur kebijakan. G tau sih. Ini mah cuma pemikiran saya aja.

  13. Jelas lebih boros. Dulu beli pertamax 30 ribu cukup buat jalan 200km. Sekarang harus ngeluarin 40ribu ?

  14. Sblm pertamax naik pernah komparasi Vivo 92, Pertamax, sama Shell Super, utk ukuran Ron 92 dgn nmax standar jujur di saya paling enak Vivo 92, tarikan lbh enteng sama berasa adem plus irit, tp ini utk yg 92,
    Nah utk yg Ron 95 malah Shell Vpower yg jutru paling enak dr lawan2nya,

    Pertamina cm menang murah (Dikit),
    Itu jg karna swasta dpaksa pasang harga ga boleh sama apalagi lbh rendah dr si merah,

    Ini opini pribadi ya,

Comments are closed.