Speedometer Motogp kini bisa menerima SMS bro….

49
51

message-motogp-bike

Iwanbanaran.com – Canggih cak…teknologi memang makin canggih. Sampeyan mana pernah membayangkan baca berita via HP. Era digital membuat semuanya memungkinkan. Termasuk Motogp. Yup….kabar terbaru datang dari dunia Motogp yang memperkenalkan teknologi terbaru untuk membantu para pembalap berkomunikasi dengan para teknisi mereka di poddock. Bekerja layaknya SMS yang akan nongol pada display speedometer tunggangan…. fitur yang disebut sebagai short message ini akan diuji coba sebelum musim 2016 berakhir. Mantapppppp !!…

Sistem yang akan nongol pada dashboard Motor Motogp tersebut akan mulai diuji coba pada akhir musim ini. Dorna berharap, sistem siap digunakan untuk musim 2017. Saat ini sistem sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mengirim pesan singkat memberitahukan red dan black flag termasuk jika ada ride-through penalty. Tapi itu basic banget mzbro. Sementara sistem yang terbaru dashboard akan mampu menerima pesan tambahan yang dikirim oleh tim seperti saran untuk masuk Pit ataupun informasi mengenai kondisi ban lawan selama race Flag to Flag. Nah…makin seru ki….

Teknologi sudah siap. Sekarang IRTA (International Roadracing Teams Association) sedang mengumpulkan masukan dari tim apa aja yang bisa dan ingin mereka sampaikan di dalam pesan tersebut….”seru race director Mike Webb. Yang menarik mzbro, pesan yang dikirimkan para kru pada pembalap nantinya akan terkoneksi dengan televisi yang kita tonton. Jadi jika Yamaha mengatakan…..”cuaca akan segera hujan…cepet ganti ban” sampeyan juga akan tahu….

Atau Honda mengirim info pada Marc…“Rossi makin lambat….santai wae..” …. maka sampeyan juga memungkinkan untuk mengetahui sebab Dorna berencana melakukan broadcast tiap pesan tim yang dikirim pembalapnya via layar kaca. “Kita berusaha membuat pesan lebih kompleks dan simple namun juga lengkap termasuk saat pembalap mengganti ban di PIT ketika Flag to flag. Umumnya mereka tidak mengetahui ban yang dipasang oleh timnya. Kedepan hal itu akan diinformasikan via dashboard....”tutup Webb lagi….

Last…. sistem diharapkan sudah siap pada saat race Motegi pekan ini. Namun di awal, sistem masih berupa sosialisasi dan perkenalan kepada para tim khususnya format pesan apa saja yang akan dimasukkan untuk komunikasi nanti. Kalau IWB mah simpel cak…isi pesan bisa berupa “Pancal bathuke….sampluk untune…tendang wae “.…dan masih banyak lagi lainnya. Singkat padat tur jelas :mrgreen: . Tapi sing jelas ngawur tenan. Guyonnn rekkk…ojo serius-serius tiwas cepet tuwo. SMS pada dashboard Motogp??. Keren cak…asli canggih ! (Iwb)

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

49 COMMENTS

  1. yg lebih seru klo rider nya bisa saling kirim sms pas lagi balap….
    pas mo nyalip ” woey minggir dikit gw mo lewat,lemot amat seh loe”…
    muahahaha…

  2. Sayang layar masi monochrome.
    Masi canggih gL max ane uda pake spido Samsung Tab 3.
    Kcepatan gps real g mlenceng,
    Ada maps jg biar g ksasar.

  3. Apa nggak ganggu konsentrasi pembalapnya itu kang??
    Misalnya klo lg fokus balapan trs ada sms masuk,bisa2 buyar tuh konsentrasi..
    Isok bablas kang nek arep menggok,lho wong balapan koq malah moco sms..hahahha

  4. Kok serem ya bayangin pembalap lari 300+ Km/h sambil baca text di spido.. kenapa gak helm nya aja di modif kayak sistemnya skully.. jd bisa nampilin display di peripheral vision mata..

    • lebih serem lagi pebalap harus ngelirik dan fokus baca tulisan di pinggir sirkuit (pit board) yang cuma sekelebat. kecepatan 300++ je.

  5. JL99 DLSR =Jorge Lorenzo nDlosor…
    VR46 NGBL = valentino rossi ngebul mesine…
    MM93 YGSP = marc marquez nyungsep…
    Gitu kayake lek bakalan.

  6. bisa buat baca status fb, twit dll yo, xixixi
    klo pesannya kebanyakan, ntar pembalap malah ga konsentrasi di race. secara kecepatan membaca pesan kalah sama kecepatan laju motor.

  7. koyone mung searah aja mas komunikasine…
    lha piye jal, pembalap balas pesannya bagaimana?

    ampun disampluk sandal swallow nggih mas, piss…..

  8. Jangan sampe muncul pesan “Marq, laper opo orang le, nek laper keren sek le, tak enteni ning pengkolan ngarep…”

Leave a Reply