Iwanbanaran.com » Motogp : Michelin tuding winglet biang masalah sliding pada ban belakang !!!….
About these ads
jump to navigation

Motogp : Michelin tuding winglet biang masalah sliding pada ban belakang !!!…. April 30, 2016

Posted by iwanbanaran in : Motogp , trackback
iklan iwb iklan iwb

460x110(1)

michelin-motogp-2Wah….ramai mzbro. Ketika Michelin dianggap kurang sukses pada balap Jerez karena ban belakang yang dituding banyak terjadi selip pada pertengahan race….kini Michelin mengeluarkan data sebaliknya. Yup…..laporan resmi dirilis Michelin setelah melakukan penyelidikan mendalam atas banyaknya rider mengeluhkan ban spinning alias sliding atau selip di balap Jerez 2016. Investigasi mengatakan….biang masalah dituding datang dari winglet motor yang membuat kinerja ban belakang kurang optimal. Welehhh….
Yamaha_MIO-Z_Iwan-Banaran

iklan iwb

440x100 yml rosi

Piero Taramasso dar Michelin mengatakan…..winglet menjadi biang kenapa banyak rider Motogp mengalami masalah dengan ban belakang. Mayoritas mengeluh “spinnning” termasuk pembalap pemenang Valentino Rossi. Setelah diseliki….winglet yang menambah daya tekan ban depan kebawah membuat kinerja ban belakang tidak optimal. Apalagi suhu panas aspal yang tembus  40°C membuat traksi sangat rendah….

Penyebab ban belakang selalu selip ada tiga faktor. Pertama…traksi diJerez sangat terbatas karena permukaan sekarang perlu dilapis ulang serta temperatur merangkak 10 derajat dari normal sehingga membuat kondisi ban makin mengkuatirkan. Kedua….kita menemukan motor dengan winglet ternyata lebih merasakan masalah di Jerez Spanyol. Perangkat ini ternyata menambah daya tekan kebawah pada suspensi depan hingga 4 mm membuat tidak adanya keseimbangan di ban belakang….

“Yang ketiga karet itu sendiri. Kita tidak ingin cuci tangan dari tanggung jawab. Kita mengumpulkan data untuk mencari bagaimana membuat produk kami tangguh sebab di Barcelona sekalipun kami menemukan karakter aspal memang kurang traksi.…”seru Taramasso…..

Dari beberapa poin tersebut cukup menarik ketika winglet kembali disinggung secara negatif. Sementara itu Marquez mengatakan…selama tidak ada larangan maka tim mereka akan terus mengembangkan aerodinamika lewat bantuan winglet. Tidak heran eksperimen menggunakan model winglet tumpuk dilakoni Honda. Sedang Yamaha juga intens memperbesar ukuran winglet. Begitu juga Suzuki dan Aprilia. Sesuatu yang baru selalu susah untuk diterima mzbro….mungkin butuh waktu. Winglet??…dibenci namun juga dicinta…..(iwb)

iklan iwb
About these ads
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Comments»

1. bang herman - April 30, 2016

lepas aja

bang herman - April 30, 2016

pertamax coy
dpat jaket respiro
Ckckkckkakk

Boled - May 1, 2016

mungkin harus pake winglet juga untuk bagian belakang ?

Widodo - May 1, 2016

Winglet blkg kanan-kiri, di sblh buritan.
Itu baru okee!

Di F1 pun di blkg jg ada winglet, biar daya tekan seimbang antara ban depan & blkg..

Z800★RIDERS - April 30, 2016

ane vertamax lg waaa

haiyyaaa ntapzzz dagh 🙂

Junaedi1982 - May 1, 2016

Kalo menurut saya, winglet adalah bentuk adaptasi rider dan tekhnisi dengan adanya pembatasan penggunaan software.

Bahkan rider sekelas mm dan vr pun akhirnya terpaksa harus mengadopsi nya, agar bisa beradaptasi dengan pembatasan software.

Sudah ketetapan nya, semua sistem di dunia ini terdiri dari 3 unsur: software, hardware, dan brainware.

Kalo salah satu unsur berkurang/dikurangi fungsi nya, maka unsur yang lain harus ditingkatkan agar sistem tetap bekerja dengan optimal.
ITU.

2. sadar - April 30, 2016
fahroqi - April 30, 2016

Lorenzo tuding Michelin, Michelin tuding Winglet, Winglet tuding siapa? Tuding motornya?

3. goth_zila - April 30, 2016

agh… ngeles ajah kayak supir angkot.

4. abank - April 30, 2016

Jossss

5. bang herman - April 30, 2016

tpi di M1 atau RCV dulu gk pkek winglet keluhan juga sama

6. Fendi Tulungagung - April 30, 2016

Oh ngono

7. Sunartosili - April 30, 2016

Ban mahal,itu aja komenku

8. anasdroid - April 30, 2016

Kalo gitu pantat motor nya kasih winglet sekalian ..biar kayak f1

9. anasdroid - April 30, 2016

Ato mungkin hanya di alamin motor pabrikan aja coz powernya lebih besar dari pada motor satelite ato yang lain

10. dhani - April 30, 2016

oh gitu

11. ronin - April 30, 2016

Arep komen tapi confuse

12. Andy Sanz (marinyocuki) - April 30, 2016

Kenapa banyak orang menyalahkan winglet ya…??? Tapi kenapa juga semua pabrikan berlomba lomba mengembangkan teknologi winglet,pembalap sekelas rossi yg jaim soal winglet pun akhirnya ikut ikutan pake dan memberikan sinyal positif. Nah beberapa waktu lalu rider honda yg komplain soal winglet (tapi tetap make) nah sekarang produsen ban yg komplain. Yg jelas winglet punya efek positif buat pembalap yg kompetitif.

nunu - April 30, 2016

mereka menimbang plus minusnya kang, ternyata data mereka memberikan jawaban bahwa penggunaan winglet saat ini lebih banyak membawa hal positifnya ketimbang hal negatifnya..

Andy Sanz (marinyocuki) - May 1, 2016

Iya betul kang tapi masalahnya ge semua pembalap mengeluhkan masalah ban kang,kalo dari pengamatan matteo guerinoni sih kemungkinan quality control pabrikan michelin kurang bagus kang,jadi kualitas ban motor ga sama. Contohnya ban punya lorenzo yg cacat produksi. Kirain cuma ngeles si jorge eh dia upload foto ban belakang M1 yg berlubang. Mungkin kualitas ban yg kurang mumpuni kang.

supra 2002 ku awet rajet - May 1, 2016

Winglet tu disatu sisi berguna salah satunya mengurangi efek wheelie. Namun disisi lain bs membahayakan bahkan mengancam nyawa rider lain. Ini yg jd kekhawatiran para pembalap.

13. kanghakeem - April 30, 2016

yup betul mas iwan, dari analisa saya pertama juga gitu, sistem winglet F1 dengan MotoGP sangat jauh berbeda, dimana F1 daya tekan yang diharapkan adalah tegak lurus ke bawah apapun kondisi track, apakah dalam kondisi cornering atau straight, mengingat tidak ada sudut kemiringan mobil (termasuk fairing) yang signifikan yang mempengaruhi gaya tekan ke bawah

kalau motoGP beda jauh dimana ketika cornering posisi fairing juga ikut miring, ini mengakibatkan gaya tekan tidak tegak lurus terhadap pusat massa motor ke bawah (gravitasi bumi), melainkan tegak lurus terhadap kemiringan body motor, ini yang tempo hari MM93 sempat berkomentar ada “perasaan aneh” ketika cornering

Riset bisa berkembang, imho tidak ada ada yang salah dengan winglet, hanya saja posisi, safety, setting ECU, masih perlu riset panjang…

nunu - May 1, 2016

kalo begitu kalo kondisi berangin kencang kaya di philip island, winglet ini bisa bikin bingung pembalap dnk.. soalnya arah angin berbeda d setiap corner trgntung arah melajunya

14. Sarip - April 30, 2016

..masukan buat mbak michel .. Mungkin lebar ban belakng ditambah lagi zaza .. wkwkwkwk ..

15. Gerry O+ - April 30, 2016

Yang tepat ialah,
Michelin harus membuat ban dengan mutu
diatas Bridgestone pada musim lalu .
analisa yang mereka lakukan (Michelin) red.
sepertinya untuk menutupi kelurangannya .

Gerry O+ - April 30, 2016

*kekuranganya

nunu - May 1, 2016

ga juga um, belum tau kan brigstone klo kondisinya sprti michelin skrng, ga ada software anti wheelie psti tdk akan sebagus kemaren brigstone juga

16. imaginer - April 30, 2016

bukankah winglet tdnya untuk mencegah wheelie dan itu masuk akal,karna ada down force,tp kalo winglet penyebab spinning sepertinya kurang tepat,memangnya berat winglet itu sendiri berapa kilo,posisi winglet juga miring ke arah depan,jadi kalo ada hempasan angin justru akan memberi dorongan ke belakang,imho yo

Nugroho - May 1, 2016

maaf kang, yg jadi beban bukan berat wingletnya. kalau itu pasti enteng kan dari carbon fiber…?

tapi yg berat justru tekanan udaranya kang kayanya. yg bahkan bisa ngangkat pesawat puluhan ton beratnya.

Adi - May 1, 2016

Beda mas sistemnya, kalo pake winglet otomatis yg di tekan bagian depan saja, jadinya suspensi depan mendapat stress yg lbh kuat dari ban blakang, ya jadinya ban blakang jadi gak seimbang karna bagian depan lbh di tekan kebawah.

imaginer - May 1, 2016

bayangin sumbu xy dah,posisi winglet di kuadran 4,membentuk sudut 15-20* terhadap sumbu y, seharusnya ban depan yang mantul mantul efek downforce dan akselerasi motor,pada saat straight tekanan angin dari depan,ketahan sama winglet (bisa juga jd turbulance) justru akan menambah beban ke roda belakang,jd tidak mungkin spin,tp bisa juga menganggu balancing motor,efek turbulance

gcm - May 1, 2016

Yaelah bro, kalo winglet di belakang mah iya.. ini di depan bro.. downforce ke roda depan, bukan belakang.

Rizal Iman - May 1, 2016

Nah menurut saya jga gtu mas,mungkin akibat penggunaan winglet mtr jdi menekan kedepan dan mengangkat “sedikit” bagian belakang. Tpi,spinning nya pas masuk tikungan atau keluar tikungan??

17. henry - April 30, 2016

Klo Emang benar penyebab winglet yg membuat ban blkg jd spin, solusinya di buntut belakang pasang winglet aja jd pada kecepatan tinggi wingletnya bisa bergerak utk memberi tekanan, gitu ky di mbl f1

Adi - May 1, 2016

Beda mas sistemnya, kalo downforce F1 menekan seluruh bodi mobilnya karna bidang bodinya yg lebar, sdangkan di moto gp yg jd bidang tekan cmn ban saja, dan winglet itu hanya memberi efek bagian depan, kalaupun mau di buat juga di blakang harus lbh besar, dan itu pasti menggangu pastinya karna moto gp bukan blapan drag yg lurus aja, tp prlu lincah juga

18. Kang Darto - April 30, 2016

Bisa bisa nanti bagian belakang di kasih winglet juga supaya tekanan ban ke aspal bisa sama seperti tekanan ban depan……piye critane nek ngarep mburi gae winglet….wkwkwkwk….ya itulah…semua gak ada yang mau di salahkan….tapi saat pake brigestone kok aman aman aja….hehehehehe

19. brono - April 30, 2016

Mana nih para FBY, FBH, FBX, FBcrot, si darmo kambing. dll, yang sering bilang zlubhh mesin meleduk ngebul klotok ngorok rangka pipa paralon rangka karatan icikiwir buosok bengkok tangki bocor ???

Dasar sales miskin udik bodoh goblog bin ndeso kalian semua, artikel bagus dirusak dengan komentar gak jelas.

Rizal Iman - May 1, 2016

Udhlah gak usah nanyain orang gak penting mas,mending kita diskusi bersama biar mencerdaskan kita dan pembaca lainnya. Orang gtu kita anggap gak ada ?

20. |soleh| - April 30, 2016

Biar bagaimanapun dan sepositif apapun pemasangan winglet, tetap saya tidak suka, karena itu JELEK. Itu sudah….

21. Cakud - April 30, 2016

4 mm aje pengaruh ye, wkwkwk
masih tahun pertama, masih pantes kalau banyak problem, makin banyak problem makin banyak “drama”, biar ga disuguhkan balapan touring ajeeeeeee, touring abis jolor, marc, rossi, abis ini siapa wkwkkww semangat terus michelin

22. fansboy itu maho - April 30, 2016

bingung mas…..kl motor lg akselerasi justru beban paling banyak dialami ban belakang,dan itu akan memberikan tekanan maksimal kpd suspensi n karet ban blkg,winglet kan gunanya supaya area dpn mendapat tambahan downforce…lha kl suspensi depan lbh turun 4 mm,emang yg belakang bakal jd ngangkat?ini motor atau jungkat jungkit???

23. om_brewok - April 30, 2016

mosok? Opo yoo lo

24. reza(ex rr) - April 30, 2016

kalau menurut ane nih sebenernya harus dibuat aturan yang jelas tentang spesifikasi winglet,,harus seragam semua ukuran bentuk dll,mengacu pada rule single ecu,yg membuat semua rider jadi seimbang dan lebih kompetitif,,jadi lebih baik di uji coba dlu untuk menentukan aturan nantinya..cmiiw

adhitia - May 1, 2016

Piye to kang, bentuk winglet menyesuaikan bentuk fairing (menyempurnakan kinerja fairing), sedangkan bentuk fairing tiap motor aja beda2 menyesuaikan bentuk sasis dan kebutuhan aerodinamika motor. Kalo ukuran winglet dibikin seragam apa iya hasilnya bisa optimal? Mending ora usah dipasang sisan

25. bengkellas - April 30, 2016

solusinya ya jarak sumbu roda di perpendek

26. terjadi galat - April 30, 2016

Kl ban belakang ga spinning malah repot.
Kl sliding malah jadi keren kan?

Rizal Iman - May 1, 2016

Hooh bner mas,justru hal itu yg kadang ditiru. Riding style kyk pembalap GP itu sesuatu ?

27. panayano - April 30, 2016

model trasi …melok hadir kang iwan…
menurut analisa saya
winglet hanya untuk mengurangi
tekanan angin dari samping ketika berakselerasi belok …
klau ban tergantung kecepatan dan
keseimbangan tubuh untuk menyesuaikan kemiringan di kala menikung …kalau gak fokus iso dlosor

28. dede supriadi - April 30, 2016

PR buat michelin

29. Keratingdeng - April 30, 2016

IWB bilang tadi komentar dinilai mulai besok 1 Mei. Jadi hari belum.

Sok Iye Luh Pada - May 1, 2016

gpp, latihan dulu bang….

anggep ajae Free Practice

30. Z800★RIDERS - April 30, 2016

dari 3 faktor yg dsbtkan
menurutku yg paling masuk akal
poin 1 & 2
1. sprt kita tau wkt race di jerez minggu lalu memang cukup panas otomatis itu penyebab ban cpt aus akibatnya pst gejala spinning..

2. Secara teori masuk akal jika winglet penyebab ban belakang kurang daya cengkramnya. apalagi klo emang bnr daya downforce winglets pada suspensi dpn turun 4mm.

lbh baik untuk musim depan ada penyuplai tunggal khusus winglets, penyeragaman untuk semua motor sprt ecu .

haiyyaaa cilaka luwa welas waaa

31. tetangga markuezz - April 30, 2016

motogp 2016 = motowinglets = motonjebeber

beda dengan honda versa yg slim, lincah n tangguh

racikan tehnologi jepang
jepang memang top
jepang memang yess….

32. Bahtiar Hidayatulloh - April 30, 2016

Di benci Namun juga di cintai. 😀

33. FBO - April 30, 2016

No comment dah
Blm tentu bner jg hasil analisanya..

Mang latip - April 30, 2016

Kowe ancen guoblog Des bede es…Ngoahahaha..fbh fby dungu Kabeh.

34. nunu - April 30, 2016

ini memberi kita bukti bahwa setiap detail kecil sekalipun sangat berpengaruh terhadap motor di motogp. winglet menambah downforce pd ban depan, dampak positifnya, ban depan lebih menapak ke aspal sehingga mengurangi wheelie dan akselerasi motor saat keluar lintasan jadi lebih stabil.

dampak negatif yg dirasakan juga ada seperti top speed yg berkurang, beban roda belakang yg lebih berat dan sebagainya. dibalik itu semua pabrikan telah mencoba berbagai hal untuk mengurangi dampak negatifnya meskipun tdk bisa menghilangkannya.

35. nunu - April 30, 2016

beberapa permasalahan yg bisa terrbantu dg adanya winglet di motogp :
1. ban depan yg wheelie karna tdk ada software otomatis yg mengatur wheelie scra otomatis sprti thn sebelumnya berkurang karna gaya tekan yg d hasilkan
2. grip ban depan bertambah krna slma uji coba ban depan michelin sering kehilangan grip
3. aerodinamika yg membantu motor saat menikung/cornering

tentunya banyak hal negatif juga yg terjadi dan dijerez ini diperparah dg kondisi sirkuit. seperti :
1. ban belakang yg spining krna grip aspal berkurang akibat suhu yg panas
2. akselerasi berkurang krna gaya tekan winglet pd ban depan diperparah grip roda blkng yg lemah
3. top speed yg berkurang krna akselerasi motor yg berkurang pula

so pabrikan harus cerdas mencari setingan yg pas, karna seting ini lah yg dpt mengambil setiap hal positif yg terjadi di trek dan mengurangi efek negatifnya. salut sama michelin yg trs mau berbenah disetiap serinya

36. kollor - April 30, 2016

ban belakangnya d pasangin paku aja, biar lebih nancep…bhahahahaha

37. ule - April 30, 2016

ganti BRIDGESTONE lg aja khusus belakang.. dr awal test aja michelin banyak masalah, klo selalu merasa benar kapan mau membenahi diri…

Widji Soetedjo - May 1, 2016

Justru Bridgestone itu ban belakang ga sebagus Michellin,,,
Bridgestone bagus untuk roda depan,,,
Makanya motor di motogp pake Winglet,,,

sempak bulukan - May 1, 2016

Ya udah,tinggal ganti aja aja bridgestone ban dpan, michellin ban belakang, kelar urusan polemik di ban..gitu aja koq repot #motosableng

38. adul - April 30, 2016

Balapanya kudu Bonceng Pacar/bini.. biar ban blakang gripnya dpt.. cmmiiiwww

39. Wahyu Nasrul Divisi Marketing Nyuap HRD - April 30, 2016

22. FBO – April 30, 2016

No comment dah
Blm tentu bner jg hasil analisanya..
———————————————————-
cieeeeee sotoy, tipikal fby
silahkan unjuk dungu

Edy - May 1, 2016

Cie2 tipikal fbh yg nyerang orang yg tidak sepaham!
Apa semua orang harus membeli produkmu baru kamu legowo

40. Widji Soetedjo - May 1, 2016

Berarti Pembalap dengan skil rear wheelie stering apa dipastikan bisa menang banyak tiap seri pada motogp 2016,,,??
Secara pembalap muda seperti MM atau senior seperti JL punya skill mirip MB aka Mad Max aka Biaggi,,,

Sok Iye Luh Pada - May 1, 2016

bukannya si biaggi gak bisa skill wheellie ?

41. Marquezz - May 1, 2016

honda verza motornya kawula muda tidak perlu winglet
motor lokal berkualiatas international, irit, gesit, canggih berteknologi jepang

Edy - May 1, 2016

Fbh satu ini masih aja jualan nih artikel motor gp cok!

42. Edy - May 1, 2016

Harus bikin motor yg lebih aerodinamik tanpa winglet(sayap sengkleh)!

43. Keratingdeng - May 1, 2016

Menurut saya, winglet itu sebenarnya hanya cocok buat Ducati yang memang motor susah dibelokin. Seperti kata Stoner dan VR dahulu kala, Ducati itu susah/berat dibelokin.
Ini Jepang pada percaya aja ama Eropah punya style. Race engineer Eropah dan Barat itu punya karakter cerdik seperti ular.

44. catur - May 1, 2016

.,..semuanya belum jadi fakta.,..fakta di lapangan(eh sirkuit) sempat ban michelin meledak padahal motor gak pake winglet.,.jadi perlu dikaji lagi

45. Keratingdeng - May 1, 2016

Bila perlu, kasi ban federal atau irc aja sekalian. Lalu sensor-sensor di motor pada dicopotin. Sehingga benar-benar pembalap adu ketangkasan.

46. tambun - May 1, 2016

alhamdulillah akhirnya pertamax ya Allah gusti amin

sadar - May 1, 2016

Ekkkkkkkk
Jemblung
Amin Opo kang?

47. Papa Maryam - May 1, 2016

solusi lain tanpa “bantuan” winglet utk aerodinamika kira2 ada ga lek?

48. ikhwan Cirebon - May 1, 2016

wiss ora usah melu pusing mas moto gp danae akeh dewe.. 🙂

49. danil - May 1, 2016

Dicinta tpi gk disayang siapa itu

50. Zekka - May 1, 2016

Nah gini dong komennya yang nyales dan bc berkurang

51. mbah kromo - May 1, 2016

kayane saiki kabeh pingin hadiah lik..ra ana sik komentar aneh saiki….

52. are wege - May 1, 2016

Saling tertuduh yeee
WKWKWKWK…. Nanti winglet tuduh PABRIKAN yg maksa pasang winglet

53. klothok - May 1, 2016

Klu winglet di bodi dihapus dan di ubah di atas spakbor depan gimana tuch?

Karena di bodi menganggu pembalap saat cucuk2an sambil cornering.

DochEngine - May 1, 2016

Mosokk mbing? Biasa cornering pake matic aje banyak cocot lu, sok pinter padahal otak dangkal. Nguukkk…..

klothok - May 1, 2016

Nguahahah di samber fbh dongohace.

Sungai kali dangkal.

54. adhitia - May 1, 2016

Mumpung winglet masih boleh, bikin fitur active levelling aja, macam rear wing supercar masa kini. Jadi downforce menyesuaikan kecepatan motor.
Kalo ndak ya mungkin bisa pake trik yg dipake Ferrari 458 di front spoilernya, ada semacam wing yg “gantung” tp lentur, semakin cepat angin yg melewati wing tsb, wing akan naik/turun karena sifat lenturnya, jd besaran downforce bisa disesuaikan dgn kebutuhan. Dan karena lentur, sy kira akan lebih aman ketika motor crash.

Sok Iye Luh Pada - May 1, 2016

f1 kaki nya 4 pakde, yg ada bisa kyk artikel diatas, dipasang winglet aje neken ban sampe 4 mm.

setau ane yeh, sayap yg dipake di F1 buat downforce sekaligus ngamanin biar mobilnye gak terbang jungkir balik di udara

55. sejutawarnaa - May 1, 2016

kasih winglet di bagian belakang biar traksi ban belakang nambah

56. motore aki aki - May 1, 2016

lumayan sekarang komennya udah rada bermutu wlo masih sekelas opini debat kusir.wkwkw
kalo kemaren2 kan bnyak debat antar sales2 yg nyari duit.wkwkkwkw

57. Sok Iye Luh Pada - May 1, 2016

solusi : tambah winglet/sayap buat di buritan/belakang, deh kyk F1

Apalagi kalo bisa diatur secara elektronik, pas lurus atau pun masuk tikungan bisa diatur sudut kemiringan winglet.

ribet-ribet dah pembalapnye sering-sering menced tombol khusus winglet, karena regulasi nya gak boleh auto (khayalan ajah…..).

58. Andy Sanz (marinyocuki) - May 1, 2016

Mungkinkah ini efek hadiah dari iwb…???akhirnya sekarang banyak yg komentar sesuai tema,dan jauh lebih cerdas dari biasanya. Ga apa apa kalo mau debat seputar teknis sih daripada debat merek motor,iya ga bro? Tapi semoga bukan karena pengen dapet hadiah dari mas iwb lho ya…

59. yansen - May 1, 2016

semoga ke depan michelin lebih bagus lagi , kalau ban kurang kompetitif juga ajang moto gp kurang seru , semua pembalap tidak bisa menunjukkan potensi maksimalnya .jika ada stoner mungkin cocok karakter ban ini

60. Gilang P - May 1, 2016

Kalo F1 mah roda empat beda dgn Moto Gp yg roda dua,jadi resiko slip/kehilangan traksi ban gara2 winglet sgt kecil.IMHO lo ki,ojo di paido 😀

61. telo - May 1, 2016

memang bnar sistem.y beda dengan F1.. tpi untuk coernering winglets menmbah tekanan kesamping untuk memberikan gaya centrifugal yg sesuai dengan sudut kmiringan motor itu sendri..
untuk race yg kmren bberapa kli waktu masuk tkungan d slow motion.. ban belakang para rider ngangkat bbrapa mili dri aspal.. yg bisa jdi itu efek winglets.. tekanan dpan terllu besar.. sementara belakang ga ad.. jgan sampai lama2 ntar d bagian belakang d beri winglets..

62. genji - May 1, 2016

Mungin memang seharusnya winglet di larang. ..
Seperti kata Om VR46 .. Winglet menguraingi kecantikan motor..

#coment baik no BC

63. Pak Bambang Gentolet - May 1, 2016

tumben kang komemtatornya bermutu semua, gak ada yg sampah

saran saya kalo ada komen sampah :
HAPUS SAJA

dan materi artikel blog jg jangan yg mengundang kompor komporan

saran aja sih bang iwan

terimakasih,
with love, pak bambang

64. anonymous rider - May 1, 2016

Iya bener sih, kalo dengan winglet traksi ban depan naik maka titik beban seperti “dibuang ke depan”, maka traksi dibelakang akan sedikit berkurang. Masalahnya, buat di kelas motoGP harusnya itu bukan masalah lagi dong. Secara geometry sasis dan suspensi, masalah kayak gini udah bukan alasan lagi buat ban belakang gampang sliding.. Lagian bs kita liat, motor2 yg pake winglet ternyata gak lebih sering jatoh dibanding yg gak pake.. Dan kemaren yg kejadian ban pecah itu gimana? Ga pake winglet tuh

65. Chris - May 1, 2016

Menurut ane, harus dibuat sayap juga pada buritan, sehingga down force dapet di depan belakang

66. michafarid - May 1, 2016

Gimana bisa sesuai ama analisamu, Michelin. beberapa penyebab nih menurut analisaku:
Saat mendesain ban, pasti dianalisa motornya seperti apa bentuknya, aerodinamikanya. Analisa ban pake motor non winlet dan winlet pasti berbeda JAUH. tipe winlet menyebabkan gaya dorong ke bawah motor yang berbeda juga dengan motor tanpa winlet. kalo diseragamkan winletnya untuk semua motor dan michelin menganalisa lagi, pasti akurasi analisa dapat mendekati aktual.

67. michafarid - May 1, 2016

Tambahan, Winlet itu ditempatkan antara ban depan dan belakang. pastinya pengaruh winlet pasti berefek pada ban belakang, karena daya dorong kebawah mulai berefek mulai dari winlet sampai ban belakang. makanya efek ke ban belakang sangat besar dan analisa si michelin salah saat desain ban (asumsi michelin analisa dengan motor tanpa winlet).

68. gayuhh - May 1, 2016

Pengembangan teknologi kadang ada + dan – nya..
Mungkin perlu ada koordinasi antara tim dengan penyuplai ban..
Jadi nggak jalan sendiri” yg malah timbul masalah baru..
#opini

69. sendi setiawan - May 1, 2016

Kalau menurut saya winglet tdk bgtu ngaruh tpi sasis yg utama nyatanya Rossi bisa juara di jeres dg lap time tercepat di susul lorenso .. Dan untuk kestabilan sasis blm ada kompetitor yg bisa menyaingi Yamaha

70. petirabang - May 1, 2016

komene apik2 lik… wis jitu tenan strategine sampeyan…..

Keratingdeng - May 1, 2016

Mudah-mudahan blog lokal ini, bisa menjadi blog global.

71. AchmadM46 - May 1, 2016

Semua ada plus minusnya. Pengembangan harga mati untuk semua tim agar keompeten disetiap pertandingan. Dari 2tak berganti era 4 tak, semua komponen untuk kompetisi pasti selalu dan selalu mengalami perubahan entah itu hanya sedikit maupun secara signifikan. Setiap regulasi yg dibuat pihak penyelenggara even pastinya tidak mau memihak. Sebut saja sekarang era 1 merk ECU dan era winglet. wajar setiap perubahan pasti ada pro kontra apalagi itu menyangkut event akbar. Ingat dengan bisa merubah atau menambah kan ataupun mengurangi komponen selama itu masih dalam regulasi yang sah semua sah sah saja dilakukan. Tetapi jika memang itu merugikan pasti dorna tidak akan diam saja. Untuk saat ini masih tingkat wajar yg bisa dimaklumi. Mungkin itu opini saya saat ini.

72. pras wae - May 2, 2016

Mungkin ini adalah masukan dari Michelin ke pabrikan supaya lebih variatif dalam mengaplikasikan winglet. Dalam aerodinamika sayap pesawat ada drag and lifting forces yang selalu bekerja dan selalu dikontrol. Pesawat pun punya turbin yang bisa mengontrol kekuatan angin. Sehingga jika prinsip aerodinamis pada sayap pesawat ingin diimplementasikan ke motor berupa penggunaan winglet, maka harus dipikirkan pula control winglet tsb. Karena pada prakteknya, hanya elemen itu yang bisa dikontrol.
Pesawat pun bisa melakukan maneuver miring, tetapi wing mereka bisa mengontrol kapan harus lift dan kapan harus drag.

Winglet untuk motor, kenapa kacang (why not)

73. dikaaaaa - May 2, 2016

nama nya juga kejuaraan Prototype
pasti ada aja yg aneh2..
michellin ban terlalu soft compound
mending klo kontrak michellin sudah habis pake ban IRC aja

74. Samuel Malau - May 2, 2016

Setelah saya analisa,berdasarkan faktor penyebab yang kedua,saya mengutip “..perangkat ini ternyata menambah daya tekan ke bawah pada suspensi depan hingga 4 mm membuat tidak adanya keseimbangan di ban belakang..”. Saya melihat bahwa winglet ini dapat menyebabkan efek “drift” pada motor,walaupun pembalap yang mengendarainya tidak sedang melakukan trik “sliding” tersebut pada saat melewati sebuah tikungan. Jadi efek “drift” (spinning/sliding/selip) ini disebabkan oleh winglet yang menambah daya tekan ban depan ke bawah membuat kinerja ban belakang tidak optimal ditambah suhu panas aspal yang tembus 40°C membuat traksi sangat rendah mulai terjadi pada pertengahan balapan. Kenapa mulai terjadi pada pertengahan balapan karena ternyata winglet juga dapat menyebabkan ban belakang cepat aus. Dari ketiga faktor di atas,faktor kedualah yang menjadi faktor utama menyebabkan ban belakang spinning/sliding/selip. Walaupun faktor pertama dan ketiga menjadi faktor pendukung faktor kedua. Solusinya? Apakah harus membuat winglet pada bagian belakang motor juga untuk mengimbangi daya tekan ban depan? Atau malah menghilangkan winglet pada motor? Walaupun winglet dibuat pada bagian belakang motor,mungkin dapat menyelesaikan masalah spinning atau malah menimbulkan masalah baru lagi (mengakibatkan turbulen pada motor yang di belakang seperti kasus pada tim di moto2). Jadi,mari kita ikuti perkembangan bagaimana tim-tim di MotoGP menghilangkan masalah spinning ini di iwanbanaran.com . Sukses terus ya,Kang Iwan.

75. vacuum sealer - May 2, 2016

kykny klo smp akhir musim winglet di debatin terus..lama” bakal di larang dah