Motogp : Michelin tuding winglet biang masalah sliding pada ban belakang !!!….

108
15

460x110(1)

michelin-motogp-2Wah….ramai mzbro. Ketika Michelin dianggap kurang sukses pada balap Jerez karena ban belakang yang dituding banyak terjadi selip pada pertengahan race….kini Michelin mengeluarkan data sebaliknya. Yup…..laporan resmi dirilis Michelin setelah melakukan penyelidikan mendalam atas banyaknya rider mengeluhkan ban spinning alias sliding atau selip di balap Jerez 2016. Investigasi mengatakan….biang masalah dituding datang dari winglet motor yang membuat kinerja ban belakang kurang optimal. Welehhh….
Yamaha_MIO-Z_Iwan-Banaran

440x100 yml rosi

Piero Taramasso dar Michelin mengatakan…..winglet menjadi biang kenapa banyak rider Motogp mengalami masalah dengan ban belakang. Mayoritas mengeluh “spinnning” termasuk pembalap pemenang Valentino Rossi. Setelah diseliki….winglet yang menambah daya tekan ban depan kebawah membuat kinerja ban belakang tidak optimal. Apalagi suhu panas aspal yang tembus  40°C membuat traksi sangat rendah….

Penyebab ban belakang selalu selip ada tiga faktor. Pertama…traksi diJerez sangat terbatas karena permukaan sekarang perlu dilapis ulang serta temperatur merangkak 10 derajat dari normal sehingga membuat kondisi ban makin mengkuatirkan. Kedua….kita menemukan motor dengan winglet ternyata lebih merasakan masalah di Jerez Spanyol. Perangkat ini ternyata menambah daya tekan kebawah pada suspensi depan hingga 4 mm membuat tidak adanya keseimbangan di ban belakang….

“Yang ketiga karet itu sendiri. Kita tidak ingin cuci tangan dari tanggung jawab. Kita mengumpulkan data untuk mencari bagaimana membuat produk kami tangguh sebab di Barcelona sekalipun kami menemukan karakter aspal memang kurang traksi.…”seru Taramasso…..

Dari beberapa poin tersebut cukup menarik ketika winglet kembali disinggung secara negatif. Sementara itu Marquez mengatakan…selama tidak ada larangan maka tim mereka akan terus mengembangkan aerodinamika lewat bantuan winglet. Tidak heran eksperimen menggunakan model winglet tumpuk dilakoni Honda. Sedang Yamaha juga intens memperbesar ukuran winglet. Begitu juga Suzuki dan Aprilia. Sesuatu yang baru selalu susah untuk diterima mzbro….mungkin butuh waktu. Winglet??…dibenci namun juga dicinta…..(iwb)

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

108 COMMENTS

    • Winglet blkg kanan-kiri, di sblh buritan.
      Itu baru okee!

      Di F1 pun di blkg jg ada winglet, biar daya tekan seimbang antara ban depan & blkg..

    • Kalo menurut saya, winglet adalah bentuk adaptasi rider dan tekhnisi dengan adanya pembatasan penggunaan software.

      Bahkan rider sekelas mm dan vr pun akhirnya terpaksa harus mengadopsi nya, agar bisa beradaptasi dengan pembatasan software.

      Sudah ketetapan nya, semua sistem di dunia ini terdiri dari 3 unsur: software, hardware, dan brainware.

      Kalo salah satu unsur berkurang/dikurangi fungsi nya, maka unsur yang lain harus ditingkatkan agar sistem tetap bekerja dengan optimal.
      ITU.

  1. Kenapa banyak orang menyalahkan winglet ya…??? Tapi kenapa juga semua pabrikan berlomba lomba mengembangkan teknologi winglet,pembalap sekelas rossi yg jaim soal winglet pun akhirnya ikut ikutan pake dan memberikan sinyal positif. Nah beberapa waktu lalu rider honda yg komplain soal winglet (tapi tetap make) nah sekarang produsen ban yg komplain. Yg jelas winglet punya efek positif buat pembalap yg kompetitif.

    • mereka menimbang plus minusnya kang, ternyata data mereka memberikan jawaban bahwa penggunaan winglet saat ini lebih banyak membawa hal positifnya ketimbang hal negatifnya..

    • Iya betul kang tapi masalahnya ge semua pembalap mengeluhkan masalah ban kang,kalo dari pengamatan matteo guerinoni sih kemungkinan quality control pabrikan michelin kurang bagus kang,jadi kualitas ban motor ga sama. Contohnya ban punya lorenzo yg cacat produksi. Kirain cuma ngeles si jorge eh dia upload foto ban belakang M1 yg berlubang. Mungkin kualitas ban yg kurang mumpuni kang.

    • Winglet tu disatu sisi berguna salah satunya mengurangi efek wheelie. Namun disisi lain bs membahayakan bahkan mengancam nyawa rider lain. Ini yg jd kekhawatiran para pembalap.

  2. yup betul mas iwan, dari analisa saya pertama juga gitu, sistem winglet F1 dengan MotoGP sangat jauh berbeda, dimana F1 daya tekan yang diharapkan adalah tegak lurus ke bawah apapun kondisi track, apakah dalam kondisi cornering atau straight, mengingat tidak ada sudut kemiringan mobil (termasuk fairing) yang signifikan yang mempengaruhi gaya tekan ke bawah

    kalau motoGP beda jauh dimana ketika cornering posisi fairing juga ikut miring, ini mengakibatkan gaya tekan tidak tegak lurus terhadap pusat massa motor ke bawah (gravitasi bumi), melainkan tegak lurus terhadap kemiringan body motor, ini yang tempo hari MM93 sempat berkomentar ada “perasaan aneh” ketika cornering

    Riset bisa berkembang, imho tidak ada ada yang salah dengan winglet, hanya saja posisi, safety, setting ECU, masih perlu riset panjang…

    • kalo begitu kalo kondisi berangin kencang kaya di philip island, winglet ini bisa bikin bingung pembalap dnk.. soalnya arah angin berbeda d setiap corner trgntung arah melajunya

  3. Yang tepat ialah,
    Michelin harus membuat ban dengan mutu
    diatas Bridgestone pada musim lalu .
    analisa yang mereka lakukan (Michelin) red.
    sepertinya untuk menutupi kelurangannya .

  4. bukankah winglet tdnya untuk mencegah wheelie dan itu masuk akal,karna ada down force,tp kalo winglet penyebab spinning sepertinya kurang tepat,memangnya berat winglet itu sendiri berapa kilo,posisi winglet juga miring ke arah depan,jadi kalo ada hempasan angin justru akan memberi dorongan ke belakang,imho yo

    • maaf kang, yg jadi beban bukan berat wingletnya. kalau itu pasti enteng kan dari carbon fiber…?

      tapi yg berat justru tekanan udaranya kang kayanya. yg bahkan bisa ngangkat pesawat puluhan ton beratnya.

    • Beda mas sistemnya, kalo pake winglet otomatis yg di tekan bagian depan saja, jadinya suspensi depan mendapat stress yg lbh kuat dari ban blakang, ya jadinya ban blakang jadi gak seimbang karna bagian depan lbh di tekan kebawah.

    • bayangin sumbu xy dah,posisi winglet di kuadran 4,membentuk sudut 15-20* terhadap sumbu y, seharusnya ban depan yang mantul mantul efek downforce dan akselerasi motor,pada saat straight tekanan angin dari depan,ketahan sama winglet (bisa juga jd turbulance) justru akan menambah beban ke roda belakang,jd tidak mungkin spin,tp bisa juga menganggu balancing motor,efek turbulance

    • Yaelah bro, kalo winglet di belakang mah iya.. ini di depan bro.. downforce ke roda depan, bukan belakang.

    • Nah menurut saya jga gtu mas,mungkin akibat penggunaan winglet mtr jdi menekan kedepan dan mengangkat “sedikit” bagian belakang. Tpi,spinning nya pas masuk tikungan atau keluar tikungan??

  5. Klo Emang benar penyebab winglet yg membuat ban blkg jd spin, solusinya di buntut belakang pasang winglet aja jd pada kecepatan tinggi wingletnya bisa bergerak utk memberi tekanan, gitu ky di mbl f1

    • Beda mas sistemnya, kalo downforce F1 menekan seluruh bodi mobilnya karna bidang bodinya yg lebar, sdangkan di moto gp yg jd bidang tekan cmn ban saja, dan winglet itu hanya memberi efek bagian depan, kalaupun mau di buat juga di blakang harus lbh besar, dan itu pasti menggangu pastinya karna moto gp bukan blapan drag yg lurus aja, tp prlu lincah juga

  6. Bisa bisa nanti bagian belakang di kasih winglet juga supaya tekanan ban ke aspal bisa sama seperti tekanan ban depan……piye critane nek ngarep mburi gae winglet….wkwkwkwk….ya itulah…semua gak ada yang mau di salahkan….tapi saat pake brigestone kok aman aman aja….hehehehehe

  7. Mana nih para FBY, FBH, FBX, FBcrot, si darmo kambing. dll, yang sering bilang zlubhh mesin meleduk ngebul klotok ngorok rangka pipa paralon rangka karatan icikiwir buosok bengkok tangki bocor ???

    Dasar sales miskin udik bodoh goblog bin ndeso kalian semua, artikel bagus dirusak dengan komentar gak jelas.

    • Udhlah gak usah nanyain orang gak penting mas,mending kita diskusi bersama biar mencerdaskan kita dan pembaca lainnya. Orang gtu kita anggap gak ada ?

  8. Biar bagaimanapun dan sepositif apapun pemasangan winglet, tetap saya tidak suka, karena itu JELEK. Itu sudah….

  9. 4 mm aje pengaruh ye, wkwkwk
    masih tahun pertama, masih pantes kalau banyak problem, makin banyak problem makin banyak “drama”, biar ga disuguhkan balapan touring ajeeeeeee, touring abis jolor, marc, rossi, abis ini siapa wkwkkww semangat terus michelin

  10. bingung mas…..kl motor lg akselerasi justru beban paling banyak dialami ban belakang,dan itu akan memberikan tekanan maksimal kpd suspensi n karet ban blkg,winglet kan gunanya supaya area dpn mendapat tambahan downforce…lha kl suspensi depan lbh turun 4 mm,emang yg belakang bakal jd ngangkat?ini motor atau jungkat jungkit???

  11. kalau menurut ane nih sebenernya harus dibuat aturan yang jelas tentang spesifikasi winglet,,harus seragam semua ukuran bentuk dll,mengacu pada rule single ecu,yg membuat semua rider jadi seimbang dan lebih kompetitif,,jadi lebih baik di uji coba dlu untuk menentukan aturan nantinya..cmiiw

    • Piye to kang, bentuk winglet menyesuaikan bentuk fairing (menyempurnakan kinerja fairing), sedangkan bentuk fairing tiap motor aja beda2 menyesuaikan bentuk sasis dan kebutuhan aerodinamika motor. Kalo ukuran winglet dibikin seragam apa iya hasilnya bisa optimal? Mending ora usah dipasang sisan

  12. model trasi …melok hadir kang iwan…
    menurut analisa saya
    winglet hanya untuk mengurangi
    tekanan angin dari samping ketika berakselerasi belok …
    klau ban tergantung kecepatan dan
    keseimbangan tubuh untuk menyesuaikan kemiringan di kala menikung …kalau gak fokus iso dlosor

  13. dari 3 faktor yg dsbtkan
    menurutku yg paling masuk akal
    poin 1 & 2
    1. sprt kita tau wkt race di jerez minggu lalu memang cukup panas otomatis itu penyebab ban cpt aus akibatnya pst gejala spinning..

    2. Secara teori masuk akal jika winglet penyebab ban belakang kurang daya cengkramnya. apalagi klo emang bnr daya downforce winglets pada suspensi dpn turun 4mm.

    lbh baik untuk musim depan ada penyuplai tunggal khusus winglets, penyeragaman untuk semua motor sprt ecu .

    haiyyaaa cilaka luwa welas waaa

  14. motogp 2016 = motowinglets = motonjebeber

    beda dengan honda versa yg slim, lincah n tangguh

    racikan tehnologi jepang
    jepang memang top
    jepang memang yess….

  15. ini memberi kita bukti bahwa setiap detail kecil sekalipun sangat berpengaruh terhadap motor di motogp. winglet menambah downforce pd ban depan, dampak positifnya, ban depan lebih menapak ke aspal sehingga mengurangi wheelie dan akselerasi motor saat keluar lintasan jadi lebih stabil.

    dampak negatif yg dirasakan juga ada seperti top speed yg berkurang, beban roda belakang yg lebih berat dan sebagainya. dibalik itu semua pabrikan telah mencoba berbagai hal untuk mengurangi dampak negatifnya meskipun tdk bisa menghilangkannya.

  16. beberapa permasalahan yg bisa terrbantu dg adanya winglet di motogp :
    1. ban depan yg wheelie karna tdk ada software otomatis yg mengatur wheelie scra otomatis sprti thn sebelumnya berkurang karna gaya tekan yg d hasilkan
    2. grip ban depan bertambah krna slma uji coba ban depan michelin sering kehilangan grip
    3. aerodinamika yg membantu motor saat menikung/cornering

    tentunya banyak hal negatif juga yg terjadi dan dijerez ini diperparah dg kondisi sirkuit. seperti :
    1. ban belakang yg spining krna grip aspal berkurang akibat suhu yg panas
    2. akselerasi berkurang krna gaya tekan winglet pd ban depan diperparah grip roda blkng yg lemah
    3. top speed yg berkurang krna akselerasi motor yg berkurang pula

    so pabrikan harus cerdas mencari setingan yg pas, karna seting ini lah yg dpt mengambil setiap hal positif yg terjadi di trek dan mengurangi efek negatifnya. salut sama michelin yg trs mau berbenah disetiap serinya

  17. ganti BRIDGESTONE lg aja khusus belakang.. dr awal test aja michelin banyak masalah, klo selalu merasa benar kapan mau membenahi diri…

    • Ya udah,tinggal ganti aja aja bridgestone ban dpan, michellin ban belakang, kelar urusan polemik di ban..gitu aja koq repot #motosableng

  18. 22. FBO – April 30, 2016

    No comment dah
    Blm tentu bner jg hasil analisanya..
    ———————————————————-
    cieeeeee sotoy, tipikal fby
    silahkan unjuk dungu

    • Cie2 tipikal fbh yg nyerang orang yg tidak sepaham!
      Apa semua orang harus membeli produkmu baru kamu legowo

  19. Berarti Pembalap dengan skil rear wheelie stering apa dipastikan bisa menang banyak tiap seri pada motogp 2016,,,??
    Secara pembalap muda seperti MM atau senior seperti JL punya skill mirip MB aka Mad Max aka Biaggi,,,

  20. honda verza motornya kawula muda tidak perlu winglet
    motor lokal berkualiatas international, irit, gesit, canggih berteknologi jepang

  21. Menurut saya, winglet itu sebenarnya hanya cocok buat Ducati yang memang motor susah dibelokin. Seperti kata Stoner dan VR dahulu kala, Ducati itu susah/berat dibelokin.
    Ini Jepang pada percaya aja ama Eropah punya style. Race engineer Eropah dan Barat itu punya karakter cerdik seperti ular.

  22. .,..semuanya belum jadi fakta.,..fakta di lapangan(eh sirkuit) sempat ban michelin meledak padahal motor gak pake winglet.,.jadi perlu dikaji lagi

  23. Bila perlu, kasi ban federal atau irc aja sekalian. Lalu sensor-sensor di motor pada dicopotin. Sehingga benar-benar pembalap adu ketangkasan.

  24. Klu winglet di bodi dihapus dan di ubah di atas spakbor depan gimana tuch?

    Karena di bodi menganggu pembalap saat cucuk2an sambil cornering.

  25. Mumpung winglet masih boleh, bikin fitur active levelling aja, macam rear wing supercar masa kini. Jadi downforce menyesuaikan kecepatan motor.
    Kalo ndak ya mungkin bisa pake trik yg dipake Ferrari 458 di front spoilernya, ada semacam wing yg “gantung” tp lentur, semakin cepat angin yg melewati wing tsb, wing akan naik/turun karena sifat lenturnya, jd besaran downforce bisa disesuaikan dgn kebutuhan. Dan karena lentur, sy kira akan lebih aman ketika motor crash.

    • f1 kaki nya 4 pakde, yg ada bisa kyk artikel diatas, dipasang winglet aje neken ban sampe 4 mm.

      setau ane yeh, sayap yg dipake di F1 buat downforce sekaligus ngamanin biar mobilnye gak terbang jungkir balik di udara

  26. lumayan sekarang komennya udah rada bermutu wlo masih sekelas opini debat kusir.wkwkw
    kalo kemaren2 kan bnyak debat antar sales2 yg nyari duit.wkwkkwkw

  27. solusi : tambah winglet/sayap buat di buritan/belakang, deh kyk F1

    Apalagi kalo bisa diatur secara elektronik, pas lurus atau pun masuk tikungan bisa diatur sudut kemiringan winglet.

    ribet-ribet dah pembalapnye sering-sering menced tombol khusus winglet, karena regulasi nya gak boleh auto (khayalan ajah…..).

  28. Mungkinkah ini efek hadiah dari iwb…???akhirnya sekarang banyak yg komentar sesuai tema,dan jauh lebih cerdas dari biasanya. Ga apa apa kalo mau debat seputar teknis sih daripada debat merek motor,iya ga bro? Tapi semoga bukan karena pengen dapet hadiah dari mas iwb lho ya…

  29. semoga ke depan michelin lebih bagus lagi , kalau ban kurang kompetitif juga ajang moto gp kurang seru , semua pembalap tidak bisa menunjukkan potensi maksimalnya .jika ada stoner mungkin cocok karakter ban ini

  30. Kalo F1 mah roda empat beda dgn Moto Gp yg roda dua,jadi resiko slip/kehilangan traksi ban gara2 winglet sgt kecil.IMHO lo ki,ojo di paido 😀

  31. memang bnar sistem.y beda dengan F1.. tpi untuk coernering winglets menmbah tekanan kesamping untuk memberikan gaya centrifugal yg sesuai dengan sudut kmiringan motor itu sendri..
    untuk race yg kmren bberapa kli waktu masuk tkungan d slow motion.. ban belakang para rider ngangkat bbrapa mili dri aspal.. yg bisa jdi itu efek winglets.. tekanan dpan terllu besar.. sementara belakang ga ad.. jgan sampai lama2 ntar d bagian belakang d beri winglets..

  32. Mungin memang seharusnya winglet di larang. ..
    Seperti kata Om VR46 .. Winglet menguraingi kecantikan motor..

    #coment baik no BC

  33. tumben kang komemtatornya bermutu semua, gak ada yg sampah

    saran saya kalo ada komen sampah :
    HAPUS SAJA

    dan materi artikel blog jg jangan yg mengundang kompor komporan

    saran aja sih bang iwan

    terimakasih,
    with love, pak bambang

  34. Iya bener sih, kalo dengan winglet traksi ban depan naik maka titik beban seperti “dibuang ke depan”, maka traksi dibelakang akan sedikit berkurang. Masalahnya, buat di kelas motoGP harusnya itu bukan masalah lagi dong. Secara geometry sasis dan suspensi, masalah kayak gini udah bukan alasan lagi buat ban belakang gampang sliding.. Lagian bs kita liat, motor2 yg pake winglet ternyata gak lebih sering jatoh dibanding yg gak pake.. Dan kemaren yg kejadian ban pecah itu gimana? Ga pake winglet tuh

  35. Gimana bisa sesuai ama analisamu, Michelin. beberapa penyebab nih menurut analisaku:
    Saat mendesain ban, pasti dianalisa motornya seperti apa bentuknya, aerodinamikanya. Analisa ban pake motor non winlet dan winlet pasti berbeda JAUH. tipe winlet menyebabkan gaya dorong ke bawah motor yang berbeda juga dengan motor tanpa winlet. kalo diseragamkan winletnya untuk semua motor dan michelin menganalisa lagi, pasti akurasi analisa dapat mendekati aktual.

  36. Tambahan, Winlet itu ditempatkan antara ban depan dan belakang. pastinya pengaruh winlet pasti berefek pada ban belakang, karena daya dorong kebawah mulai berefek mulai dari winlet sampai ban belakang. makanya efek ke ban belakang sangat besar dan analisa si michelin salah saat desain ban (asumsi michelin analisa dengan motor tanpa winlet).

  37. Pengembangan teknologi kadang ada + dan – nya..
    Mungkin perlu ada koordinasi antara tim dengan penyuplai ban..
    Jadi nggak jalan sendiri” yg malah timbul masalah baru..
    #opini

  38. Kalau menurut saya winglet tdk bgtu ngaruh tpi sasis yg utama nyatanya Rossi bisa juara di jeres dg lap time tercepat di susul lorenso .. Dan untuk kestabilan sasis blm ada kompetitor yg bisa menyaingi Yamaha

  39. Semua ada plus minusnya. Pengembangan harga mati untuk semua tim agar keompeten disetiap pertandingan. Dari 2tak berganti era 4 tak, semua komponen untuk kompetisi pasti selalu dan selalu mengalami perubahan entah itu hanya sedikit maupun secara signifikan. Setiap regulasi yg dibuat pihak penyelenggara even pastinya tidak mau memihak. Sebut saja sekarang era 1 merk ECU dan era winglet. wajar setiap perubahan pasti ada pro kontra apalagi itu menyangkut event akbar. Ingat dengan bisa merubah atau menambah kan ataupun mengurangi komponen selama itu masih dalam regulasi yang sah semua sah sah saja dilakukan. Tetapi jika memang itu merugikan pasti dorna tidak akan diam saja. Untuk saat ini masih tingkat wajar yg bisa dimaklumi. Mungkin itu opini saya saat ini.

  40. Mungkin ini adalah masukan dari Michelin ke pabrikan supaya lebih variatif dalam mengaplikasikan winglet. Dalam aerodinamika sayap pesawat ada drag and lifting forces yang selalu bekerja dan selalu dikontrol. Pesawat pun punya turbin yang bisa mengontrol kekuatan angin. Sehingga jika prinsip aerodinamis pada sayap pesawat ingin diimplementasikan ke motor berupa penggunaan winglet, maka harus dipikirkan pula control winglet tsb. Karena pada prakteknya, hanya elemen itu yang bisa dikontrol.
    Pesawat pun bisa melakukan maneuver miring, tetapi wing mereka bisa mengontrol kapan harus lift dan kapan harus drag.

    Winglet untuk motor, kenapa kacang (why not)

  41. nama nya juga kejuaraan Prototype
    pasti ada aja yg aneh2..
    michellin ban terlalu soft compound
    mending klo kontrak michellin sudah habis pake ban IRC aja

  42. Setelah saya analisa,berdasarkan faktor penyebab yang kedua,saya mengutip “..perangkat ini ternyata menambah daya tekan ke bawah pada suspensi depan hingga 4 mm membuat tidak adanya keseimbangan di ban belakang..”. Saya melihat bahwa winglet ini dapat menyebabkan efek “drift” pada motor,walaupun pembalap yang mengendarainya tidak sedang melakukan trik “sliding” tersebut pada saat melewati sebuah tikungan. Jadi efek “drift” (spinning/sliding/selip) ini disebabkan oleh winglet yang menambah daya tekan ban depan ke bawah membuat kinerja ban belakang tidak optimal ditambah suhu panas aspal yang tembus 40°C membuat traksi sangat rendah mulai terjadi pada pertengahan balapan. Kenapa mulai terjadi pada pertengahan balapan karena ternyata winglet juga dapat menyebabkan ban belakang cepat aus. Dari ketiga faktor di atas,faktor kedualah yang menjadi faktor utama menyebabkan ban belakang spinning/sliding/selip. Walaupun faktor pertama dan ketiga menjadi faktor pendukung faktor kedua. Solusinya? Apakah harus membuat winglet pada bagian belakang motor juga untuk mengimbangi daya tekan ban depan? Atau malah menghilangkan winglet pada motor? Walaupun winglet dibuat pada bagian belakang motor,mungkin dapat menyelesaikan masalah spinning atau malah menimbulkan masalah baru lagi (mengakibatkan turbulen pada motor yang di belakang seperti kasus pada tim di moto2). Jadi,mari kita ikuti perkembangan bagaimana tim-tim di MotoGP menghilangkan masalah spinning ini di iwanbanaran.com . Sukses terus ya,Kang Iwan.

Leave a Reply