Test komsumsi bahan bakar Yamaha X-Ride……Premium dengan non ecoriding pastinya!!

112
53

X-rideBro dan sis sekalian…..sudah hampir seminggu lamanya IWB ditemani sang X-Ride. Wira-wiri mengantarkan anak kesekolah….istri kekantor hingga belanja kepasar menjadi suguhan sehari-hari. Makanya kalau dikalkulasi….sidual purposes matic lebih banyak digunakan untuk boncengan ketimbang sendirian. Porsi tersebut sekitar 70%. Hhhmm…hampir jarang dewean. Paling ketika tes top speed serta handling dijalan raya sang kuda tidak perlu bekerja berat. Dan seperti biasa…IWB mengaplikasi metode top up yakni isi bensin hingga mulut lubang tanki yang kemudian diisi kembali dengan ketinggian sama. Oktan 88 alias Premium menjadi pilihan IWB sebab dipercaya menjadi komsumsi bahan bakar yang sering digunakan. Dan berikut hasil dan jalannya testing…..HGPVegaRR

Ngacir ke SPBU Kebayunan Sukatani Depok….dengan telaten sang petugas menunggu bensin “peres” nyodok bibir atas tanki. Dirasa cukup….IWB serahkan uang 13ribuan tanda refill sukses. Segera menyingkir menuntun sikuda besi ketempat aman. Jepret jarak tempuh nongkrong di angka 5,2km. Setelah itu….sang X-Ride IWB gunakan wira-wiri menjelajah jalanan beton Depok, mendaki gunung putri Bogor, mengantarkan anak istri hingga eksplorasi top speed plus handling pada kecepatan tinggi dijalan raya. Rute-pun bervariasi. Mulus, bergelombang, nanjak habis sampai jalanan rusak. Lek uwong ngono pokoke iso bengek kangbro. Jujur…IWB bukanlah tipe yang perduli dengan komsumsi bahan bakar. Stop go tidak jarang gas mentok IWB lakukan guna mengetahui dan menganalisa kekuatan accelerasi sang X-Ride…

Kekuatan suspensi juga menjadi konsen utama IWB. Makanya porsi X-Ride untuk boncengan hampir mendominasi jalannya test ride. Dilalah anak istri jebule merasakan kenyamanan lebih dibanding matic lain (kita bahas diartikel terpisah). Wis…makin kerasan dikit-dikit kedua buah hati ingin ikut IWB kemana-mana. Praktis jika dikalkulasi porsi boncengan mencapai kisaran 70% dari keseluruhan simulasi. Singkat cerita, 3 hari berlalu……jarak tempuh terus bertambah. Setelah indikator turun hampir setengah…..IWB merasa, inilah saatnya. Ngacir kepom bensin yang sama…pengisian kembali dilakukan. Mesin SPBU memompa kecorong tanki…..sipetugas ngisi sambil terus ngelirik kekuda besi yang IWB pakai….

Matanya menjelajah dari depan kebelakang. Nampak jelas rasa penasaran…” iki motor opo to?” mungkin itulah yang ada dalam pikiran doi. Asli, nunggang X-Ride selama 5 hari memang kayak artis mzbro. Mungkin karena bentuknya yang rada nyleneh dan populasi masih sedikit. Bahkan nyonya IWB cerita ada orang yang tiada sungkan bertanya saking penasaran dengan kuda besi yang dipakai. Rata-rata komentarnya cukup positif…“keren teh…gagah!” ujar mereka sambil mempelototi lekuk-lekuk desain X-Ride. “Kayak robot yah..” seru lainnya lagi. pengalaman serupa IWB alami saat melintas dijalan raya. Dua pemuda boncengan menepuk bahu temannya dan mengatakan..”Sob…pelan, itu motor apaaan yah?” serunya sambil memberikan isyarat ketemannya. Keduanya mengurangi kecepatan dan berlagak tidak melihat IWB. Padahal seluruh percakapan sayup-sayup terdengar ditelinga. Setelah jejer salah satuย  nyeletuk..”merk apaan ya ini?. Wah…keren ini mah” celotehnya ke rekan. Sinyal bagus untuk YIMM?. Entahlah, terlalu prematur menyimpulkan…

Pengisian sudah usai. Menghabiskan 2,895liter atau setara dengan 13,028ribu rupiah. Kilometer menunjuk angka 117,8km dengan posisi bensin dibibir tanki atas. So…jika dikalkulasi maka akan diperoleh hasil….

117,8 (km) – 5,2 (km) = 112,6 (km) : 2,895 (liter)ย  = 38,89km

Jadi….berdasarkan test ride harian dengan berbagai kondisi rute jalanan macet, lancar, datar, tanjakan, dengan mayoritas boncengan gaya berkendara non eco riding….seliter Premiun X-Ride mencapai 38,89km. Analisa IWB….rata-rata terbaik jika sendiri dan jalan lebih smooth tidak ada handycap bobot pengendara 80kg (IWB)…mungkin pada kisaran 43-44km. Semoga menjawab rasa penasaran sampeyan semua. So…seliter Premium 38,89km??. Boros apa irit brosis??…..(iwb)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

112 COMMENTS

  1. Irit kalo biasa numpak motor sport… ฦฌaฬ…ฬฒรžรฏ boros kalo biasa pake motor bebek……… Biar adil di jawwab sedang” aja maas iwan….. Irit ฦรคยชK๎š• boros juga ฦรคยชK๎š• ……………

  2. masih boros om..masih irit supra x 125 tahun 2005 om..tiap hari untuk jualan eskrim tpi masih bisa 42kilo meter per liter premium.. maaf bukan fb ngalor ngidol.. ger depan 15 yg belakang 40 krna pelangx punya satria hiu om..

  3. Wah kayaknya ulasannya apik tenan,langsung dah comen dulu,terus baca lagi,
    *kapan y iwb bhas artikel keagamaan/keruhanian,so pasti menarik dach,misal isra’mi’raj..hehehe

  4. lmyan irit kang!
    Ya bd bda tpis lah ama prduk sblah..
    Apalagi klo pake pertamax,pasti tmbh irit!

  5. Tinggal nunggu hasil tes aksel dan speed ni,jika aksel dan top sped lebih bengis,hasil tes bbm segitu irit lah,!!

  6. Athelete ne di ijolke Xride lek
    ฦ—ฦ—ษ ฦ—ฦ—ษ ฦ—ฦ—ษ ฦ—ฦ—ษษ…:D

  7. wak haji kan bobotnya lebih rendah dri mas IWB yg 80 kg ๐Ÿ˜€ metode yg dipake juga brbeda ๐Ÿ˜€

    • @ khaerul
      Beda methode bro. Kalo wak waji running continuestly hingga bensin hbs. Saya harian dengan jarak bervariasi berhenti dan jalan sehingga electric starter bolak balik diaktifkan utk menghidupkan mesin. Bobot jg jauh. Beban motor yg saya gunakan kudu nanggung beban rata2 140kg….wak haji kisaran 50kg. Tentu saja hal itu sangat berpengaruh
      @ 46
      Bagus masukannya. Sik kudu memperdalam ilmu dlu klo gitu hehehe

      Administrator
  8. Wkwkwk…
    ini kan mesin mio sรฉries fi plus soul fi,,
    intinya ya emg boros,,,
    mungkin wktu test mio gt dlu udh di set yakampret biar irit.. Makanya jd lelet…

  9. msh irit semprot tetangga sebelah…162km/L..
    sinting nggak tuh…

    hidup jangan rakus sob…

  10. X-ride saya juga KM sdh mencapai 650..bobot saya 80kg,,top speed cm bisa 90KMH..itupun butuh trk yg super panjang,,,lbh sering dpt 80KMH,,skrg sdh ganti oli test ride dgn boncenger dr surabaya – tretes (tanjakan) top speed masih jg sama 90KMH…kecuali jalan menurun bisa hampir menyentuh 100KMH…buat mas Iwan, diulas dong Topspeed X-ride..motornya sama tuh kaya punya saya putih merah..maturnuwun ๐Ÿ˜‰

  11. Lah ini tes yang ditunggu..
    Tes boncengan,suspensi dan bahan bakar seperti penggunaan sehari hari..
    Terima kasih banyak om IWB…

  12. irit mas iwb, dengan pertimbangan motor tersebut bawa beban berat kelas kakap. 70% 140kg, 30% 80kg, non ecoriding alias ugal ugalan. hehehe.

  13. @edward
    Mungkin karena xride lebih nyari ke torsi yang sesuai temanya makanya top speed sedikit dikorbankan.

    Lumayan lah dipake boncengan melulu walaupun bobot kang iwb beda tipis ama kang topik :mrgreen:

  14. masukan utk test x ride mas iwb, ambil jalur pondok kopi – BKT – cipinang. banyak motor naik trotoar (5x naik trotoar), jalanan tanah dan rumput, maklum banyak motor menghindari macet parah.

Comments are closed.