About these ads
jump to navigation

Ngisi BBM dibantu petugas? DiSPBU ini tidak berlaku saudara-saudara…… September 18, 2012

Posted by iwanbanaran in Otomotif.
Tags: , ,
trackback

Pernahkah sampean melihat para pengendara luar negeri mengisi bensin tanpa dibantu petugas?. Hanya masuk ketoko…beli voucher dan langsung bisa ngisi sendiri. Nampaknya…sistem tersebut pelan-pelan akan dibawa ketanah air oleh Pertamina lewat SPBU berikut ini…..

Bro Wasit, via emailnya (thanks bro) menginformasikan sebuah berita berguna yang kemungkinan akan diberlakukan keseluruh SPBU Pertamina secara bertahap. Sistem yang memungkinkan kita ngisi sendiri atau disebut “self service”. Berikut penuturan doi….

Salam om IWB. Owe ada informasi menarik nih, entah om IWB udah tau atau belum, tapi buat Owe baru kali ini mengalami. Baru aja tadi Owe lewat Jl. Kh Hasyim Ashari Jakpus, dari arah Harmoni sebelah kiri sebelum perempatan Sangaji ada SPBU pertamina. Nah kebetulan, bebek tunggangan Owe dah butuh minum premium akhirnya Owe mampir kesitu. Begitu lagi ngantri, loh koq ga ada operator yg biasanya standby di unit pompa BBM?.  Yang ada cuma petugas yang melayani pembayaran. Setelah celingak plus celinguk ternyata baru ‘ngeh…. Oh self service toh….. Ya udah Owe coba ikuti para rider didepan Owe smbil memperhatikan tata caranya…..

Langkah pertama kita diharuskan membayar dahulu di loket terbuka yang posisinya sebelum unit pompa tidak sperti umumnya yang bayarnya belakangan, lalu Owe kasih uang 10 ribu untuk membayar jumlah BBM yang mau Owe beli sejumlah 2.2 liter. Si petugas bertanya “Premium pak ?” Owe jawab “ya premium 10rb”. Lalu si petugas seperti melakukan input data pada komputer, tidak lama dia menyerahkan sebuah struk yang didalamnya tertera nama petugas bersangkutan, nomor PIN, jenis BBM, harga perliter, jumlah volume BBM, dan jumlah rupiah yang kita bayar….

Oke lanjut menuju pompa BBM, setelah didepan pompa Owe rada bingung apa yang harus dilalukan, nggak lama ada petugas bicara dari belakang “ketik nomor PIN yang ada di struk nya pak, lalu tekan OK” katanya. Owe ambil itu struk yang tadi owe masukan ke dalam tas, lalu owe lihat dan baru sadar ouw ternyata ini fungsi dari nomor PIN yang dikasih petugas tadi…… Ya langsung saja owe praktekkan dan ternyata benar apa yang dikatakan petugas di belakang owe yang ternyata dia bertugas sebagai pengawas dan juga membantu konsumen yg masih bingung….

Setelah selesai Owe ngobrol sedikit sama si pengawas. Ternyata ini program inisiatif dari si pengelola yang meniru metode luar negeri. Hanya caranya sedikit berbeda, dia bilang proses ini dah 2 bulan berjalan. Awalnya banyak konsumen yang mengeluh ataupun protes karena merepotkan dan membingungkan. Namun seiring waktu berjalan semua proses berjalan lancar. Sayangnya, baru diterapkan hanya pada antrian Roda 2, sedangkan Roda 4 masih pakai operator….

Yup…sebuah cerita menarik dari bro Wasit. Sebagai biker yang berdomisili diJabodetabek, IWB juga baru tahu sistem ini sudah diboyong ketanah air. Sayangnya pihak pengelola masih melakukan diskrimasi antara pengendara mobil dan motor. Mungin kedepan brosis. Btw, bagi yang masih bingung, berikut gambaran singkatnya…

Langkah-langkah  pengisian BBM self service

1. Membayar jumlah BBM yang kita mau beli di loket pada awal antrian, lalu  Petugas loket menginput data jumlah BBM, jenis, dan jumlah uang yang harus kita bayar pada komputer yang kemungkinan besar terhubung ke unit pompa BBM

2. Petugas memberikan struk kepada konsumen yang isinya nomor PIN pembelian bbm

3. (gambar 3,4,5) Kita menuju unit pompa BBM, lalu kita diharuskan mengetik pada panel sentuh (touch screen) nomor PIN yang tertera di struk pembelian, lalu tekan OK, dan secara otomatis unit pompa akan terprogram untuk memompa bbm sesuai dengan jenis dan volume yang sudah kita bayar yang sebelumnya sudah di input oleh petugas loket

4. Lalu kita ambil gagang pompa dari dock sesuai dengan jenis BBM yang kita beli (Premium/Pertamax).  Buka tanki, tekan tuas pompa dan mesin BBM akan mengeluarkan sesuai dengan jumlah yang sudah di program. Setelah selesai kembalikan gagang pompa pada dock nya…..

Nah….terlihat simpelkan?. IWB yakin jika sistem tersebut sukses, pengelola SPBU lain bakal mengekor. Lawong lebih murah brosis. Mungkin mahal pada awalnya karena mereka kudu menyediakan perangkat software serta hardware tambahan. Namun….ketika biker melakukan pengisian sendiri, praktis pengusaha bisa menekan cost untuk tidak terlalu banyak memperkerjakan petugas. Hhhmm….dilema juga ya kalau kayak gini, berarti lapangan kerja berkurang. Kemudian kebiasaan mengisi bensin full tank secara presisi kayaknya akan sulit kita lakukan bro. Kenapa? sebab kita kudu bisa estimasi jumlah liter dari awal. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan kecuali ilmu terawang sampeyan mengalahkan Dedy Corbuzier :mrgreen: …..

Last…..teknologi serta sistem dibuat dengan tujuan mempermudah umat manusia. Begitu pula “self service” yang kini mulai datang keIndonesia. Akan tetapi menilik cara ini adalah hal baru,  pihak SPBU memang wajib melakukan sosialisasi secara berkesinambungan. Self service fuel refill??. Gimana menurut brosis semua? monggo berikan komentarnya….(iwb)

About these ads

Komentar»

1. bakul menyan super - September 18, 2012

josssss

2. gasspoll83 - September 18, 2012

yoi coy

3. yi - September 18, 2012

Solar

4. Aa Ikhwan - September 18, 2012

sip ajib,..emang udh lama bang iwb :D

5. bakul menyan super - September 18, 2012

pernah nyobain skali di spbu ini, malah bingung kalo mau ngisi fuuullll

6. FBK(biker_nubie32) - September 18, 2012

wah harus turun dong kalo beli

pertuma punya tangki didepan :D

7. keborider - September 18, 2012

benarkah?…

8. frkun - September 18, 2012

tp msh sekitar DKI :(

http://frkun.wordpress.com/

9. bedul - September 18, 2012

wahh, kayanya lebih enak yang begini yaa, jadi ga berprasangka buruk sama operatornya, yang katanya suka maenin handle lah, ato apalah… mantaabbzzzz… kira2 kapan di berlalukan ke seluruh jakarta mas iwan…???

10. Nichoz Ahmad - September 18, 2012
11. a2b - September 18, 2012

ga bisa isi fulltank. kalo kebanyakan belinya bisa mubajir tuh duit, tau2 tangki luber.

12. arifharyo - September 18, 2012

mantap nih

13. newbie bloger - September 18, 2012

Betul mas iwb, lahan kerjaan jadi berkurang’ :|

Agk ribet,kadang kecapean naek motor bensinnya harus ngisi sendiri..
Klo menurut saya jangan di aplikasikan di indonesia lah, wong pengangguran ajh msih banyak.. Beda sama eropa bro,. Yang tingkat kesejahteraan lebih tinggi dari kita

14. fitready - September 18, 2012

Iya bgmn jika kasusnya spt yg disebutkan bro a2b ?

15. PRIMA RIZAL ARROFI (@prima_rizal) - September 18, 2012

kayak di Luar negeri…..

16. hendro - September 18, 2012

Wah, keren nih… Jadi ga ada kecurangan dari operatornya. Tapi kok ketoke bikin antrian puuuaanjang puooolll gitu yo?

17. permen karet - September 18, 2012

ruginya 1 bang iwan,ane jadi kagak bisa ngobrol2 sama mbak2 operator yang cakep pas isi minyak kalo ditempat ginian :mrgreen:

ane pilih yang masih dilayanin mbak2 operator aja dah :lol:

18. supri - September 18, 2012

wah kurang setuju ngurangin tenaga kerja sama ga bisa isi fulltank. konvensional aja…..

19. someone - September 18, 2012

wuih keren, kpan spbu di magetan kaya gini ya?? hehehe :D

20. endo - September 18, 2012

Bagus ! Yg kasian para pekerja operatornya , dirumahkan trus mau krja apa.. Perlu socialisasi dulu nih, pelan2 sambil cari jalan keluar yg baik u/ pekerjanya yg mau di PHK

21. Ryoka - September 18, 2012

wah klu cara gini di spbu landungsari, malang – JATIM dah dari tahun 2003-2004 klu ga salah.

22. Ki J0k0K - September 18, 2012

Negatif :
1. berkurangnya kayawan SPBU he he . . . banyak pengangguran
2. Antrian semakin panjang, tau ndiri kalo ga disuruh antri pada berebut he he . . . mungkin karena baru pencet kode vocher msh binun
3. Enakan ada petugas lebih humanis he he . . . .

Positif :
1. owner semakiin untung karena berkurangnya tenaga
2. meminimalisisr kecurangan

monggo dikunyah-kunyah terus dilepeh

23. c3potZZ - September 18, 2012

klo menurut saya kalo sistem ini diterapin diindonesia ribet kayaknya mas, disamping populasi motor n mobil banyak bisa memperlambat antrian juga karena mkin ada yg belum tahu cara penggunaannya juga kurang safety

24. wiwi - September 18, 2012

full tank mbak….
gundul mu…

kalo antriannya banyak bukanya malah bikin ruwet yak…

http://wawwiwiwaw.blogspot.com/2012/09/bagaimana-jika-desain-new-xeon-fi-masih.html

25. a2b - September 18, 2012

sudah jelas pemilik spbu mau mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dengan mengurangi tenaga kerja, kalo kita salah mengitung ingin isi fultank tau2 kebanyakan duit ga bisa pulang.

26. dohc15 - September 18, 2012

owalah lk,.telat wae…hahsm

27. idei - September 18, 2012

bagus tapi kasihan juga buat yg lain,,

28. Arday - September 18, 2012

kalo ngisi nya campur gimana tuh, ane biasa ngisi pertamax plus 15rb & premium 5rb..tambah bingung neh..hehe :D

29. klingon z1 - September 18, 2012

ke tempat gw hal macam ginian kaya nya masih lama,maklum kota kecil :mrgreen: dampak negativ nya salah 1 lapangan pekerjaan d delete euy :(

30. bennylukitopurnomo - September 18, 2012

nitip..

bennylukitopurnomo.wordpress.com/2012/09/18/jual-siomay-pake-ninja/

31. ken39 - September 18, 2012

wah musti belajar maenin pistol dispenser bensin nih, cos selama ini ane sering kekencengan trus luber :P

32. viewie white blog's - September 18, 2012
33. newbie bloger - September 18, 2012
34. palingsusah - September 18, 2012

sebenernya habis masukan pin, tekan ok untuk konfirmasi pin.
masih ada pilihan lagi mas, isinya
“cetak struck ?” ya / tidak.
baru deh tuh bensin bisa keluar.

di SPBU daerah jalan panjang, kebon jeruk jakbar, juga udah ada dari 2 bulan yang lalu koq mas.

yang bikin sebel dari self service ini, layar sentuhnya yang kurang responsive.
harus neken agak barbar baru nongol deh tuh angka. :D

35. Yoshi - September 18, 2012

Bakal banyak karyawan pertamina di phk :(

36. masaofumi - September 18, 2012

kudunya byar blakangan biar bs isi fulltank.

Entah itu pake struk apa kasirnya ngecheck via comp

37. okelah (@pi2em) - September 18, 2012

seingatku di salah satu pom bensin di malang sudah diterapin mas iwan kl gak salah tahun 2003 udah make, gak tau mulai kapannya

38. rojaly - September 18, 2012

tambah antri+pengangguran

39. Rio Lossy - September 18, 2012

yang pertama ada SPBU begini mah di Lippo Cikarang mas IWB…
tepatnya di Lembah Hijau

40. adhoy - September 18, 2012

klo mau full tank…kira2 ngerti ga? brp liter yg kudu di isi?

41. bohay - September 18, 2012

ane dah nyobain waktu mudik ke tangerang,,pas lewat harmoni ke
arah roxy,,

42. noemoto - September 18, 2012

isi terus dah,ampe tumpah2…

43. Rizqibe - September 18, 2012

Udah pernah coba di daerah Sumareccon

44. surel - September 18, 2012

Petugas spbu siap jadi pengangguran lagi,,,,

45. zupri - September 18, 2012

pendatang baru ni bang..salam hangat..
boleh brcoment mungkin ni bagus juga menjadi terobosan baru agar para pengguna bisa berlatih hemat dan mandiri. yg terbiasa isi full pun gak bisa krn hanya mengira.

46. redcowboy - September 18, 2012

masih seneng di layani petugas,, apalagi yang cantik2,,, selese ngisi di kasih senyuman,, terimakasih….. :) hehehehe :D

47. pangben - September 18, 2012
48. harisxyz - September 18, 2012

Kalau di Malaysia, cuma bayar saja, lalu langsung isi sendiri, beres ! Sudah otomatis bbm mengalir sesuai jumlah RInggit yang dibayarkan, so simple.

49. yudha depp - September 18, 2012

hahai saya lebih suka di SPBU biasa
pembelikan di layani, jadi lebih merasa jadi raja deeeh
http://yudhadepp.blogspot.com/2012/09/gadis-gadis-satria-f-yang-mempesona.html?m=1

50. databeng - September 18, 2012

Kalo luber, tanggung sendiri.. °ωk°ωk°ωk °ωk°ωk°ωk

51. bobry - September 18, 2012

ga bisa ngisi full-tank donk

52. AAA - September 18, 2012

waah selagi antri liat2 aja PIN orang yg dibelakang
Isi duluan…. xixixixi

53. dinard - September 18, 2012

kalau mau isi full tangki mh gampang..nenteng jerigen atau kantong plastik aja…jadi kalo luber sisanya dibungkus ajah..hehehe tambah ribet yah??

54. simple aja - September 18, 2012

.makin panjang antri nya

55. Mas Wiro - September 18, 2012

Ndik Malang onok mas…
Lumayan wis suwé 1 tahun lebih (cmiiw)

SPBU Tlogomas, di tikungan Tlogomas seperti itu
Cuman sedikit beda, kita ngisi sejumlah yang kita
perlukan, lha petugas, ada monitor jumlah rupiah
yang harus kita bayar…

Insya Allah luwih cepet n nggak ber-télé²
Sip kok…podo karo nang Ind**art or Alf**art :mrgreen:
Mbayar mburiiiiii :)

56. gogo - September 18, 2012

asyik neh, hnya perlu dibiasakan saja..
mdl spt ini mngkin tuk menghemat karyawan..

57. ipanase - September 18, 2012

semangat terbarukan untuk minyak yang tak terbarukan :(
http://pertamax7.wordpress.com/2012/09/18/ini-honda-apa-ya-gan/

58. biru - September 18, 2012

seperti yg prnh sy liat d malaysia. Tp di indonesia yg bikernya lbh byk puluhan x lipat apa ga semrawut.

59. brigade jalan raya - September 18, 2012

Gimana ya kalau kelebihan. Kayaknya bisa ambil kembaliannya di kasir tadi. Loh tambah ribet mah namanya :(

60. FBY G4L@W - September 18, 2012

klo gambar spt ini termasuk BC ga ya?

http://s10.postimage.org/ldc1fh6p5/YAMAHA_SEP_2012.jpg

61. Nofgi - September 18, 2012
62. chaos - yamahurt - September 18, 2012

klo di kampung ai di amrik, ini adalah hal biasa… oke? yes…
scouzy shock tenggelam ganteng? yes banget dong

sambal yamahurt

63. gc133hijrah - September 18, 2012

Kalo lebih masih bisa kembalian kang… Ane udah pernah buat ngisi mplama ane 30rebu, ternyata cuma bisa ane isi 27500…. Masih kmbali 2500… :D kirain bakal ga balik tuh duit recehan ane….

64. dian - September 18, 2012

mnding jgn smua pom di terapkan,.. sstem trasportasi kta msh semrawuttt…. ntar tmbh panjuaaaang urusanya ehh,.”macet” maksudnya :mrgreen:

65. billy - September 18, 2012

boleh ngisi ke dirigen/botol 1 literan ga ya?bukan buat nimbun loh, cuma sidak aja keakurasian pengisian :mrgreen:

66. Rendi - September 18, 2012

wah kalo di tempat ane bisa ribut tuh, ada operator aja antrian tidak tertib, mesti dikawal sama tentara…………….

67. BC-Mania - September 18, 2012

k̶i̶t̶a̶ ̶m̶u̶l̶a̶i̶ ̶d̶a̶r̶i̶ ̶n̶o̶l̶ ̶y̶a̶ ̶P̶a̶k̶…
f̶u̶l̶l̶ ̶M̶b̶a̶k̶…
Tak berlaku lagi

68. kazeRider - September 18, 2012

SETUJUUU SUHUUU..!! :D

*TAPI STAFF OPERATORNYA JADI NGANGGUR KAH..???
*MOHON INFO LEBIH LANJUTNYA SUHUU.. :D
kesian juga kalo emang bener nganggur.. hmmm.. :/

69. gerorogunso - September 18, 2012

Agak bahaya juga sih, kita tau sama tau aja kadang orang Indonesia itu suka lupa atau gak ngerti aturan nanti takutnya ada yg sambil ngerokok trus isi bensin… Ttp hrus ada pngawasnya di pompa/dock-nya

70. bukan FB - September 18, 2012

wadoh!!! kalau ga dijaga bisa gaswat tuch!!! dibobol abis tuch BBM!!! tau lach kreatifnya orang2 bangsa soal ini!!! ATM aja bisa dibobol!!! :mrgreen:

71. ariestian - September 18, 2012

tpi lbih enak klo pke card limit,,saldo beli k pertamina,,jdi kan bli bensin tgl gesek,full tank bsa,,klo gni kesanny ribet,,,

72. kiken - September 18, 2012

enakan ngomongin pom bensin bang Iwan, nggak ada Ɣâŋĝ eker2an…..

73. c0c0by YMJET FI - September 18, 2012

waduh pinter nih pengusaha makin kaya aja …..rakyat kecil melarat pengangguran meledak tidak ada sosialisasi pekerja….

74. SNTBT - September 18, 2012

60. FBY G4L@W – September 18, 2012
klo gambar spt ini termasuk BC ga ya?

http://s10.postimage.org/ldc1fh6p5/YAMAHA_SEP_2012.jpg

——————————————————————————-
jiakakakkak… digambar itu emang Beat lawas udah injeksi ??? koplak yg buat gambar.. wkwkwkwkkw …. itu sih bkan BC lagi, tapi udah terang-terangan.!!!

75. Marnio BiKErs - September 18, 2012

Kang IWB……..kalau Pom itu sering ane lewatin..jalur kerja juga..hmmm betul Kang apa y9 dibicarakan kosumen td..memang menjadi contoh seiring perkembangan teknologi yang semakin maju..tp masalahnya Pertamina masih kurang tegas klw ada mobil2 mewah yg ga tau diri pake premium..malu dong isi bbm subsidi..dan ditempat itu bersebrangan dengan Pom bensin Shell..klw ane sih lebih percaya ma produk Shell..karena beda kualitas bensinnya..tp kenapa orang2 kaya pada jarang mampir ke pom itu..????
Kita Tanya Galileo..hahahahahahahahaha..

76. c33b - September 19, 2012

di malang sekitar daerah tlogo mas dah lama banget bang yang ngucurin bensin sendiri

77. wasit - September 19, 2012

Wow ternyata jd artikel, sama2 owe jg trims om Iwb…
hanya berbagi pengalaman unik, dan ternyata banyak jg yg udah pernah ngalamin setelah liat yg pada komen….

soal negatif atau positifnya sistem tersebut y kita serahkan sj sm para konsumen, y termasuk owe sih ngeliatnya jd agak menutup kesempatan bagi yg sedang mencari pekerjaan…

oya memang benar touch panel nya kurang sensitif, dan bagi yg baru pertama x pegang nozle pasti muncrat dah waktu ngisi karna getaran nya kenceng banget waktu bensin baru keluar dr ujung nozle nya…. owe aja ada yg terbuang kira2 60 cc gara2 kaget wkwkwk

78. ●○ qwerty ○● - September 19, 2012

gue mah eceran aja buat si bety.
emang mtr handonsip cocoknya bensin ileran!

:-D

79. antena parabola - September 19, 2012

80. kahfiehudson - September 19, 2012

kalo ngisinya fulltank gimana mas iwb?

81. dimas - September 19, 2012

Kalau spbu di panjang raya di dekat nya anjani motor kang….,di dpn nya tp harus nyabrang jalan. Tp model nya tidak memasukkan pin…tp struk dr kasir spbu nya,ditempat kita bayar itu kemudian struk nota nya itu tinggal kita dekatkan dg mesin yg sdh di sediakan di dkt pompa bensin nya itu,mesin nya itu bisa membaca kode garis-garis yg tertera di struk kita itu,seperti alfamart itu lo kang pas kita mau byr blanjaan di kasir ,tinggal ditempelin aja secara otomatis jumlah nominal uang nya dan bbm yg kita bayar sdh tertera dan kita tinggal angkat gagang pompa nya aja….!!!sdh brjalan 2 bulanan kang

82. falaq821 - September 19, 2012

bener kata mas iwan sih, agak dilema….tapi tau sendiri kan mas,petugas SPBU tuh banyakan yg curang……biasa kl ngisi premium,tuh alat isi BBM nya bisa di akalin mas….tembak angin melulu,parah bgt pokoknya…..kl metode kayak gini kan enak mas,g pake tembak-tembakan…

83. idadzzz - September 19, 2012

ah ribet. . .
Ngantri 2x dong . . .

84. Smart PLiss - September 19, 2012

Blog sekelas iwan kok pemikirannya kayak gini praktis? praktis dari hongkong… yang praktis ya kita dateng trus diisi, cycle time jadi lebih cepat, kalo kita turun trus isi sendiri dah kayak mesin kita… wong Shell, Total ma Petronas masih pakai orang ditambah jelas” mengurangi lapangan kerja,….. Smart Plisss

85. alakazam - September 19, 2012

lebih bagus begini, jadi potensi oknum operator memainkan nozzle saat melakukan pengisian BBM bisa diminimalisir.

86. goeh80 - September 19, 2012

Alamat para Bloger ga bisa test konsumsi BBM konvensional lagi….

87. esmaniez - September 19, 2012

wah wah..
sudah memang seharusnya begitu…

tapi..
ada yang bahaya bro….
foto-foto pake HP di SPBU….
ada resiko meledak tuh…

88. goeh80 - September 19, 2012

Foto paling bawah, ada motor sport putih… hayooo motor apa????

89. AUTOMOTIVE CONCEPT DESIGN - September 19, 2012

Yap. Pernah jg isi bensin di pompa bensin itu. Di angke, sebelon gajahmada plaza. Memang unik. Tapi keblinger!!! Gak semua kecanggihan bisa diapplied di segala situasi. Kenapa? Ini alasannya.

1. Bukan masalah terbiasa atau enggak, namun kondisi ini sangat tidak efektif untuk di Jakarta. Pengemudi motor harus 2x stop. Yang pertama dihentikan sebelum pompa pengisian gas. Lalu berhenti lagi untuk isi bensin. 2x stop artinya bikin ANTRIAN MOTOR LEBIH PANJANG DARIPADA BIASANYA.

2. Kedua adalah kebiasaan masing2 pengendara motor beda2 dan saya mengalami sendiri saat pengisian bensin ditempat ini. Pernah ada bensin sisa di corong ‘pistol’ pengisian dan alhasil tumpahlah itu bensin sisa membanjiri sisi luar tangki motor.

3. Apakah ini membuat SPBU tersebut berkurang karyawannya? Biasanya dari 1 line ada 2 petugas, dan saat pengisian tersebut pun masih ada 2 petugas, tidak kurang dan tidak lebih. 1 orang bertugas di mesin bon dan 1 lagi mengawasi pengisian bensin. Efektif kah? Sebelumnya mereka berdua masing2 mengisikan bensin dan menerima transaksi pembayaran. Kok saya lihat pekerjaan mereka lebih ‘berisi’ dan bermanfaat yang dulu ya?

90. orderdesign - September 19, 2012

Untuk kendaraan pribadi yang banyak di indonesia dirasa sistim ini kurang efektif dan menuntut kita untuk turun dari kendaraan, memencet tombol belum lagi serahkan uang untuk ditukar dengan struk dimana hal itu akan menyita waktu kita yang dituntut serba cepat seperti sekarang ini. :-)
Dan untuk luar negri memang beneran self lawong antrian di pengisian BBM gak bejubel kayak di sini.
Gimana kalau kita tinggal bayar doang gitu, trus tinggal nunggu motor kita yang udah terisi bbm, jadi gak bakalan ribet buka jok motor “untuk motor bebek” :-D
Untuk kesimpulannya adalah sistim ini kurang efektif :-)
https://orderdesign.wordpress.com

91. voxiuz - September 19, 2012

yg repot itu untuk pengisian full tank…
sebenerny mnurut ane, mlah lebih baek bayar blkg’an ky di Luar Negeri… jd isi dlu, bayu kluar struk nya gt…

tp apakah org2 indonesia sudah bisa sedewasa itu buat bertanggung jawab melakukan pembayaran stlh pengisian self service…???

92. Big mouth - September 19, 2012

Orang selalu takut akan perubahan karena terlalu nyaman dengan keadaan yang sudah ada,coba dulu baru bicara. semua itu cuma masalah kebiasaan saja.

93. nanung - September 19, 2012

ditempat ane beli eceran juga isi sendiri/prasmanan…wkwkwkwkwkwk…

94. andhi_125 - September 19, 2012

wah, bakal ada pengurangan pegawe pertamina neh…
cak mat piye yo nek di”pecat”???? :-(

95. Care - September 19, 2012

Terlihat praktis memang namun apakah semua masyarakat Indonesia bisa menerapkan cara seperti ini? butuh waktu lama juga kayaknya tu…
Trus dengan cara seperti ini, jika konsumen ingin isi dengan full teng gimana tu???

96. dreesee - September 19, 2012

60. FBY G4L@W – September 18, 2012
klo gambar spt ini termasuk BC ga ya?

http://s10.postimage.org/ldc1fh6p5/YAMAHA_SEP_2012.jpg

=======================================

masa kakak gak tau…ini kan masih satu kelompok ama penyebar2 selebaran sara semalem di jkt ama pengunduh video anti islam yg lagi marak…….gak tau tabiatnya aja…..kikikikiki…..

97. abong - September 19, 2012

mangtrap
kanaknyangket.blogspot.com/2012/09/catatan-para-pengendara-untuk-para-club.html?m=1

98. huooooooooooo!! - September 19, 2012

hal baru itu selalu merepotkan diawal tp lama” akan terbiasa jd gk usah protes tidak efektif”an dulu cz ini masih baru, cuman pemalas n orang bodo yg selalu menolak hal baru sejak awal, pikirkan efek jangka panjang positifnya dulu 1 pom dengan petugas yg sama dngan skrg bisa memiliki pompa yg lebih banyak dari skrg jd antrian kendaraan di pom bisa diminimalisir.
soal banyak pengangguran mh walau hal diatas gk diterapin juga sama z pengangguran mh gk akan nambah cz yg jd alasan ide itu muncul cz pertamina gk punya cukup dana buat nambah karyawan + pompa baru, jd solusinya mending nambah pompa tp tetep menggunakan jumlah karyawan yg sama, gk akan ada pemecatan tp jg gk akan menambah jumlah petugas jd tetep fair.
situ mau antri lama di pom ?, 1 pompa petugasnya cuman 2(kadang 1) ngisi motor bergantian n kadang lama sama nyari uang kembalian, lama cz ngobrol dulu tu petugas, kadang bensin masih ngalir udah ditarik tu dari tank gara” antrian dibelakang yg bikin si petugas buru”. masih doyan yg begitu ?, gw sih ogah, cz beberapa mili bensi cukup berharga buat menempuh beberapa meter.

99. alsalawy - September 19, 2012

kebetulan ane juga ngecer bensin ,copas ah wkwkwkwkk…

100. ardianfireblade - September 19, 2012
101. Dio Prasetyo - September 19, 2012

klo mau ngisi pertamax 30rb premium 20rb gimana ya mas bro? :roll:

isi nomor pin 2 kali ya 1 di premium 1 lagi di pertamax

102. 123 - September 19, 2012

repot malahan

103. nzahry - September 19, 2012

klo di lippo cikarang tepatnya lembah hijau dah lama ada yg kayak gituan mas……

104. ochim masih karbu - September 19, 2012

dilema memang, disisi lain kita butuh praktisnya karena akan lebih mudah dalam pengisiannya, tapi mengurangi lapangan pekerjaan……
kalo menurut saya tetap pake operator saja, itung2 bantu orang lain bekerja menghidupi keluarganya……

105. biru - September 19, 2012

belinya premium, ngecer aja. Berbagi rezki sma pdgg kecil

106. aaron - September 19, 2012

Mudah2an SPBU lain pada ngikut…klo yg luar daerah kapan ya?????

107. Dwitri Oktaria - September 19, 2012

Yg ribet klo ngisi melebihi kapasitas tangki yg di butuhkan, trus klo yg biasa isi full tank tanpa menyebutkan jumlah liter atau uang

108. puwi - September 19, 2012

Mas, koq bisa2nya sih moto2 di SPBU? Kan biasanya ga boleh tuh?

109. nick - September 19, 2012

semoga penjual bensin eceran masih ada

110. whitesmilee - September 19, 2012

wah keren nih kayak pilem2 western yang penah ane liat

bagus juga klo semua lini diterapin gini, mungkin pas awal lum membumi dan antrean agak lama karena lum terbiasa

namun langkah kecil ini patut diapresiasi, enak juga kayak di pilem2 ambil nguyah permen karet pake celana jeans topi koboy, trus ngisi sendiri, brummmmm brumm

*menghayal wkwkwkwkwkwkw :mrgreen:

111. wasit - September 19, 2012

puwi pada September 19, 2012 pada
12:58 PM
Mas, koq bisa2nya sih moto2 di SPBU?
Kan biasanya ga boleh tuh?

—————————————-

Waktu jepret foto pake gaya spy om, jd nyolong gitu ga pake gaya di keker…..

112. buku - September 19, 2012

wuih keren tuh.
efisien, bisa mengurangi biaya tenaga kerja dan bisa jadi akan lebih cepat waktu pengisiannya.

semoga di tempat lain segera menysul

113. a12g4p5 - September 19, 2012

selamat buat para pengusaha pertamina..kalian sukses menghilangkan slogan “konsumen adalah raja”

114. huooooooooooo!! - September 19, 2012

jepret pake kamera dslr dari luar spbu juga hasilnya besar n tajem itu gambarnya gk perlu spy”an segala.

115. itemompong - September 19, 2012

efek negatifnya bakalan banyak yang nganggur dong

116. Customer Pintar - September 19, 2012

Kalau full tank gimana kang insert ke mesin pomnya?

117. Irwan Celluler - September 20, 2012

Bagus tu mas, macam dulu pas aku dimalaysia. isi Petrol mobil di petronas tinggal bayar ke kasir, lalu nunjukin nomer berapa… bayar beres deh, otomatis, hihihi gak payah ribet ribet lagi… semua dah komputerisasi :) , semoga indonesia juga bisa seperti itu kedepanya….

118. joko - September 20, 2012

halaaahh, enakan yg dilayani, bisa nambah lapangan kerja, gak perlu repot nekan pencetan sana-ssini (bebas kuman karena pencetan dipegang orang banyak), kalo kita mau ngisi 5 liter padahal tangki ternyata cuma nyisain 4 liter apa gak luber tuh, kalo ada pelayannya kan enak bisa dipasin full tank.

119. Carnady - September 20, 2012

Kasihan nih bakalan PHK besar2an….padahal kan ngisi bensin skarang kan sudah ada yg sama mba2 yg bening2..hehe

120. usep - September 21, 2012

merepotkan!!gak efektif!!gak akan berjalan kok,plg ada demo dari LSM….
klo ada sistem pengisian di spbu ,lebih cepat dr sistem biasanya baru efektif,apkh jaminan gak terjadi antriaaaaaaaaaaaann….
coba deh perhatikan prosesnya dan imbasnya,cm menguntungkan pihak spbu,qt direpotkan, toh permainan pengurangan takaran lebih rawan.
KLO ANTRI TAKTERHINDARKAN,tu mah,nntinya memicu spbu smkin banyak,artinya pemborosan cadangan minyak yg makin dikit…

121. Aan Link - September 22, 2012

waalahh repot tenan kih..

#manja :P

122. anak_rantau - September 25, 2012

kok ribet bgt ya mas brow kalo di sini di malaysia kita tinggal bayar di loket pembayaran kita pilih pom yg mana… trus di program sama kasirnya .. Gk perlu mrogram sendiri

123. Bobby kelanarimba - September 27, 2012

mas kalau masalah ini sih sudah lama beredar tapi yang makin menyusahi adalah bakalan bertambahnya pengangguran kalau diterapkan seperti ini kasihan yang lain kalau emang benar dikembangkan dan tidak memperhatikan rakyat kecil

124. thoyib - September 28, 2012

Wach, nyaman banget kalo gitu….


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.732 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: