Impressi test ride Honda Vario 125….top speed meraih 110km/jam!

110
14

Bro dan sis sekalian….rasa penasaran pribadi atas gacoan anyar terjawab sudah. Sebagai motor yang dinobatkan memiliki engine global teknologi eSP serta ACG starter, sudah sepantasnya menggelitik siapapun untuk mencicipinya secara langsung. Dan…rute sejauh 130 kilometer antara Banyuwangi –Tabanan menjadi saksi aksi geber yang IWB lakukan….

Dari Hotel Mirah Banyuwangi, IWB mendapatkan jatah kuda besi nomer 9 berwarna putih tipe non CBS. Setelah mengenakan jaket, protector, briefeng…perjalanan dimulai. Kunci dipuntir ON…engine checking, eletrik starter dipencet, kuping dipasang. Byuh…senyap nyaris tidak terdengar. Percaya atau tidak….sekali colek mesin langsung idle. Terbukti ACG starter merubah skutik Honda menjadi gen baru. Posisi ergonomi riding juga cukup mantap. Lumayan tinggi tapi kaki masih bisa menapak sempurna. Yah…yang pasti mirip dengan Techno 110 mzbro. Dengan ketinggian jok mencapai 1,103mm…perasaan gagah serasa menyembul keluar. Apalagi  didukung konsol speedometer yang futuristik. Oh iya….sebagai informasi, illumination antara tipe CBS dan non CBS ternyata berbeda. Jika CBS…cahaya lampu speedo berwarna biru, maka non Combi  Brake System berwarna oranye. So…pada malam hari sampeyan semua bakal dengan mudah membedakan antara kedua tipe dari hanya mengintip speedonya. Keren tenan….

IWB coba merasakan sensasi ketika mesin idle. Jujur…..porsi getaran lebih banyak dibanding Techno 110. Kalau IWB analisa, kemungkinan karena sieSP mempunyai kubikasi engine yang lebih besar….membuat getaran tidak sehalus siadik. Namun…jangan kuatir mzbro sebab vibrasi hilang ketika gas mulai dibuka. Setelah aba-aba, perlahan seluruh peserta turing melaju meninggalkan lokasi. Disinilah IWB dibuat kagum dengan reaksi engine. Walau bobot kosong cukup nampol yakni 112kg + 78kg (berat badan IWB) ditambah berbagai beban lain….sikuda besi meluncur dengan enteng. Nyaris tidak ada gejala ngoyo atau kedodoran. Accelerasi  langsung terasa dari bawah keatas. Awal perjalanan, speed bervariasi antara 60-80km/jam….

Jalan yang meliuk-liuk menjadi ajang pembuktian handling Vario 125. Kala digeber lurus pada kecepatan diatas 90km/jam, motor anteng tetap stabil.  Sayang, manuver cornering high speed…..secara fair harus IWB katakan siskutik sedikit mengeluh khususnya untuk menaklukkan tikungan ekstrim. Empuknya Karakter suspensi memang sedikit mengorbankan kehandalan dalam melibas tikungan tajam pada kecepatan tinggi. Namun…benefitnya, goncangan ban dalam melibas jalanan rusak mampu diredam secara sempurna oleh kendaraan. Bisa ditebak kenyamanan pengendara diatasnya tetap terjaga dengan baik. Terus piye dari sisi mesin???…..

Secara overall, Vario 125 mempunyai karakter yang rada unik. Dengan menggunakan feeling….accelerasi cukup cepat. Klaim pabrikan 200M hanya membutuhkan 12,8 detik sepertinya bukan omong kosong  belaka. Ngacir mzbro!!. Hentakan torquenya yang besar menjadi modal utama matic racikan Honda ini. Jadi jangan kaget kalau sampeyan akan dengan mudah diajak masuk pada kecepatan 80km/jam. Kejutan tidak hanya disitu. Dengan menunduk habis, IWB coba open throttle hingga mentok. Ketika memasuki speed 80km/jam keatas, semburan tenaga ternyata malah makin beringas. Raungan baru melemah ketika speed menyentuh angka 100km/jam. Tapi secara konstan naik terus, dan pada pengetesan…..IWB berhasil meraih top speed 110km/jam. Lho koq cuma segitu??….

Sssttt…..jangan sewot dulu mzbro. Jalan yang berliku membuat ekplorasi tidak maksimal. Sebab….nafas skutik ini memang panjang. Dan pada kecepatan 110km/jam, IWB merasa tenaga masih terisi. Artinya….110 bukan kecepatan puncak sesungguhnya. Keyakinan pribadi….top speed skutik eSP engine ini berkisar 120km/jam (on speedo). Yup…dengan pengaplikasian roller rocker arm, spiny sleeve serta light weight piston terbukti mampu mengurangi friksi dalam jerohan engine.  Tidak heran semburan tenaga HondaVario 125 PGM FI nendang dari RPM bawah hingga atas. Lha terus piro komsumsi bahan bakarnya??…..

Untuk satu ini IWB tidak mampu melakukan pengukuran akurat akibat bensin dari awal sudah terisi penuh. Dan setelah tiba ditempat tujuan yang berjarak sekitar 130km (berangkat odometer menunjuk 1604km – sampai ditempat 1726km)…..indikator bensin hanya berkurang dua bar. Cukup irit kalau menilik perlakuan IWB yang memperkosa habis-habisan sikuda besi. Pada turing kemarin, AHM memberikan asupan Pertamax agar kinerja maksimal. Tapi sudah IWB tanya kepihak terkait, apakah diperbolehkan nenggak Premium buat siskutik, jawabannya tidak ada masalah alias halal saja…

Last….bagaimana dengan kualitas pelk??…Tidak usah ragu. Kita sampai pontang-panting hampir mental dari jok akibat banyaknya jebakan batman….namun pelk tetap fit tidak ada indikasi peang. Kemudian perangkat rem…IWB merasakan siskutik lebih pakem. Entah…diapain nih motor, yang pasti beda dengan Techno 110. Apa hanya feeling aja yah. Entahlah. Mungkin ada dua hal masukan buat AHM tentang gacoan anyar mereka, yakni suspensi depan yang agak kasar….dan vibrasi ketika mesin idle. Selebihnya…joz gandoz!!. Dengan banderol 15,1juta…..motor ini mempunyai kans besar untuk menjadi calon idola baru setelah sang adik Vario 110. Kencang, irit, value for money, ramah lingkungan (Euro 3) serta desain modern. Gimana menurut mzbro semua. Ada pertanyaan??…..(iwb)



Double-panel Vario 125 (courtesy nyobamoto.wp)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

110 COMMENTS

  1. Mending getar saat idle dan anti getar saat dinaiki /jalan daripada sebaiknya,
    Btw maksudnya itu shocknya belakang terlalu empuk buat manuver tapi yg depan terlalu kasar (cepat/keras reboundnya) gitu?

  2. Woww . . . mantapppp !! mas iwb . .
    om taufik serius bgt gak mau senyum . . ,apa udah kelaparan . .
    Hehehe . . 😀

  3. @ 6. speedy
    Saya ngerasa agak keras didepan bro. Tapi kalau menghantam lubang seperti keempukan…..
    @ 8. Satria
    Disinyalir begitu mzbro xixixi…..

    Administrator
  4. coba pada lihat shock sma bodinya kok nggak selaras, kekecilan kayaknya shocknya…. ayo YIMM jgn mao kalah bikin TRUE MONOSHOCK (letak di tengah) pada matic pertama bukan shock pinggir resiko geal-geol buat dinaikin beruang… ha2.. 😆

  5. Dengan ketinggian
    jok mencapai 1,103mm…
    ————————————————————

    mosok tinggi joknya semeter? kayaknya gak mungkin ah.. paling sekitar 70 sampe 80cm..

  6. mas iwbkan udah liat langsung warnanya,
    mau nanya menurut mas iwb warna paling keren dan gahar warna apaan?
    lagi pilih pilih warna nih ada saran?
    matur nuwun sak derengipun.

  7. Sumary Mio J 110cc vs Vario CBS 125cc Versi IWB
    ========================================
    Starter Mio J = Dinamo starter dan suara mesin cukup halus
    Starter Vario 125 = Byuh…senyap nyaris tidak terdengar
    Respon engine Mio J = Tarikan awal smooth tidak mengagetkan
    Respon engine Vario 125 = langsung terasa dari bawah keatas
    Handling Mio J = terkontrol dengan baik.
    Handling Vario125 = sedikit mengeluh
    Ergonomi Mio J = luar biasa menyiksa
    Ergonomi Vario 125 = cukup mantap
    Konsumsi BBM Mio J = jauh lebih irit
    Konsumsi BBM Vario 125 = 130km indikator bensin berkurang dua bar
    Rem Mio J = bekerja sempurna walau digunakan untuk panic brake
    Rem Vario 125 = siskutik lebih pakem
    Velg Mio J = tidak ada gejala peang
    Velg Vario 125 = Tidak usah ragu

    Kira2 ngono yo mas, monggo dipilih…:mrgreen:

  8. Dengan senyapnya ACg starter akan lebih afdol jika fitur anti theft di Pcx 125 juga diturunkan di Vr125.

  9. mangtabs bro, langsung inden 2 unit. terima kasih pertanyaan saya terjawab soal pengunaan premium.

  10. perlua diadu sama xeon dan hayate, tebakan sy kl aksel msh hebatan suzuki krn msh karbu, akselnya mantap badan terasa tertarik ke belakang cm top speed 100 km/jam

  11. kenapa pertamax? saya rasa ini bukan skutik entry level…
    dan saya kira orang-orang gak masalah minum pertamax 🙂
    sekalian mengurangi beban subsidi ya kan?
    premium itu ya pantese buat revo, vega, beat, mio, spin dll hahaha

  12. vibrasi saat idle? yah……..sama kayak xeon.
    power dan torsi? ya iya la….injeksi. Xeon jg gak kalah.
    make pertamax? samimawon dgn xeon..
    irit? belum diketahui….
    starter halus sekali? Gak penting, yg penting jgn blethak.
    bagasi? xeon KALAH MUTLAK!
    harga?xeon kalah dikit.

    so……MEMANG BENAR ini GAK SIGNIFIKAN. Hanya citranya memang sdh bagus ini vario. So peluang laris, besar.

  13. ah xeon skrg ga ada apa2nya..
    Jauhlah sama ini..
    Xeon cm karbu, GC nya rendah bngt, boros..
    Wah pokoknya mending ini..
    Wkwkwk..

    *komporin YIMM..

  14. wuichhh…. Saya sangat senang baca comentar2 “fby”. Smart2 baget!
    Smart mombohongi diri sendiri… :mrgreen:

  15. hah…??
    ergonomi mio j luar biasa menyiksa..??
    itu statemen darimana tuh..??? saya belum pernah baca soalnya..

  16. Lah kenapa masing2 rider ga tau berapa konsumsi tunggangannya..???
    Mestinya kyk yg tetangga… masing2 tau brapa konsumsinya… jadi ketauan paling boros berapa paling irit berapa,, dibikin grafik berapa rata2…..
    Masih tertutup neh.. informasi konsumsi bbm nya…

  17. @ 16. raya
    Lihat dispeknya segitu bro (saya sih nggak ngukur sendiri xixixi)
    @ 17. thole
    Responsif ini bro Thole. Kubkasi besar nggak bohong… :mrgreen:
    @ 21. d’javu
    Kalau keren…saya vote orange. Tapi kalau gahar milih yang item bro. Nah…makin bingung kan
    @ 22. hadip
    Wiihh…summary-nya joz. Cuma ergonomi menyiksa untuk jarak jauh mungkin bukan hanya Mio-J. Tapi secara overall…seluruh matic memang kurang cocok sebab mereka didesain sebagai komuter bike…
    @ 27. eet
    Beeigghh…Semarang mahal amat yak
    @ 29. mbahgrenk
    Sami-sami bro
    @ 33. gaplex
    Tunggu next artikel bro xixixi
    @ 43. adli2x
    Nggak pakai bro. Saya liat TMCblog atau mz Taufik bawa

  18. @Jaos,

    Vario 125 dengan harga 15 jt an worthed to buy. sama seperti mio j. tinggal gimana Xeon nanti. kalo dibawah Vario yo wes keblinger.

    😀

    cuma ya anehnya, Suzuki Nex lebih ngacir dan lumayan irit meskipun cuma karbu…

    heheheheheheheeh

    nunggu nex injeksi ah…

  19. @ IWB

    tolong dunk di tampilin link artikel mas iwb yang mengatakan ergonomi mio j menyiksa, mungkin saya kelewat bacanya.

    tapi overall, reviewnya mantap.

  20. Koq gak pada nyadar yah di head to head antara mio vs vario… Lha wong cc nya aja beda… harganya jua beda hampir 4 juta… (tambah 1 juta uda dpt metic second keluaran 2007-2008) justru kalo 125 cc trus torsi yg didapat kecil malah aneh banget… masa kubikasi meningkat torsinya sama aja…. Weleh…

  21. @ novia

    konsumsi hasil test touring kalau gak salah dirata2kan dapat 58 kmpl (p2r)
    relatif lebih boros dibanding mio j, tapi ini segaris dengan kapasitas vario yang lebih besar 10cc. dari mio j.

    nah, kalau dibandingkan dengan beberapa review spasy fi, maka vario 25 ini relatif lebih irit.,

Comments are closed.