Kenapa ya Honda Megapro lawas bisa laku tinggi..??

11
3925

Pertanyaan ini dilontarkan banyak teman kantor. Maklum buat ukuran motor lansiran 2002…siMegy termasuk tinggi dihargai oleh dealer. Rata-rata seperti tidak percaya atas informasi yang saya berikan. Sampai bengong….dan dikira ngibul. Walah…emangnya kenapa sih..????

Dari baru motor keluaran Honda ini hanya bertahan 6 bulan sebelum striping asli berwarna oranye dipadu kuning saya tutup scotlite hitam. Jujur…saya pribadi paling suka warna minimalis jadi black colour yang identik dengan aura garang membikin saya tidak betah atas striping bawaan pabrik. Mau dikeletek…sayang lawong harga striping satu set hampir 200ribu. Namun kalau lagi kangen baru scotlite saya buka sesekali supaya orang jadi pangling. Dan…berhasil karena teman kantor yang rata-rata bapak-bapak (emangnya saya bukan bapak 😆 ) menganggap striping betul-betul anyar beli dari AHASS. Dilalah tindakan ini membawa berkah tersendiri waktu motor dijual. Ketika dibuka……striping asli wis jan mulussssss tenan.   Hanya cek mesin sekilas tanpa banyak tetek bengek ditawar 7 juta. Deal akhir diangka 7,250juta….motor akhirnya sold. Lho memang harusnya berapa??…

DiJakarta Megapro lansiran 2002 maksimal bisa dijual hanya dikisaran 6juta….sudah mentok. Jangankan yang 2002, Megapro tahun 2005 saja paling 6,5juta….itu berdasarkan berbagai informasi teman yang berkecimpung didunia makelar roda dua. Lebih dari itu berat…soalnya makelar tentunya juga ambil untung. So pada kasus Megy saya beberapa poin yang membikin kuda besi ini mempunyai value tinggi yaitu :

1. Kondisi chasing masih mulus tanpa ada bekas jatuh

2. Warna striping seperti motor baru alias tidak pudar termakan umur. Hal ini sering kita jumpai pada striping yang tidak ditutup apapun. Kendati tidak ada tanda scratch atau gores namun akibat panas dan hujan tone colour biasanya sudah berubah buram.

3. Chasing tidak ada getar ketika mesin digeber. Berarti komponen karet peredam masih dalam kondisi bagus (padahal sudah dijejalin sama potongan karet ban xixixixi….)

4. Speedometer mulus dan panel dalam dashboard putih bersih (lawong dari baru saya copot speedometernya).

5. Mesin prima. Akan kelihatan ketika digeber pada rpm tinggi….teriakan mesin bisa maksimal tanpa ada gejala brebet. Ketika kembali keidle mesin terdengar halus (servis rutin…setidaknya sebulan sekali oli mesin ganti)

6. Secara garis besar akan dicek alat pengereman mulai dari kampas, hingga karet bundar yang ada dimotor. Ketika ban brother sudah tipis…hal itu akan berpengaruh terhadap harga jual.

7. Pajak motor juga menjadi pertimbangan pembeli.

8. Selebihnya monggo dilengkapi sendiri.

Jadi semua berdasarkan kondisi tunggangan juga. Maka dari itu sayangi motor seperti kita menyayangi pasangan. Jangan kalah sama Valentino Rossi yang rela mencium Yamaha M1 nya ketika berpisah. So kenapa Megy lawas saya bisa terjual tinggi??…karena saya pikir perhatian dan perawatan yang tuluslah sumber semuanya. Ya nggak bro…….(iw/6/12/2010)

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

11 COMMENTS

  1. klo saya dulu malah tiger thn 95 masih laku 4.3 jt,padahal th dialer bakal banyak yg dperbaiki dari turun mesin n sebagainya, setelah cari tahu,tigy lansiran awal emang harga masih oke karna partsx masih byk jepang punya,tinggal dperbaiki sedikit udah kuat lg katanya

  2. Lho bos kok masih mahalan motor saya 3 bulan yg lalu saya jual megapro 04 striping hijau jari jari maklum waktu itu belum ada yg pelek racing masih laku 8 juta pas dgn kondisi aki soak ban belakang udah tipis plus tangki penyok akibat jatuh ,piye jal padahal dalam hati pasti di tawar di bawah 6 juta eh sesampenya di diler motkas di tawar 8 jt.

Leave a Reply