Seremnya azab bagi seorang lintah darat….

17

Brothers…..didunia ini ibarat orang minum untuk perjalanan yang lebih berharga kelak. Tapi kadangkala sedikit sekali yang mau sadar akan hal itu. Coba dengan kepala dingin…merenung sudah sejauh mana bekal yang kita kumpulkan buat dialam sana. Pasti tidak pernah terlalu memikirkan hal itu. Dengan pede yakin…..bahwa kematian ntar koq, gua masih muda. Yup…..bisikan setan emang kuat brothers. Sekuat accelerasi Ninja 150 full oprek sekalipun…..halah. Dan semuanya akan terhenyak ketika sakratul maut datang menjemput. Tapi semua telah terlambat karena pintu tobat tertutup rapat………

Maaf kalau postingan kali ini terlalu kerohanian atau sok memberi khutbah. Saya bukan ahli agama tapi  semata-mata ini hanya share pengalaman dan rasa. Diharapkan bisa berguna bagi siapapun yang membacanya. Beratnya hidup membuat ambrol rasa iman. Tidak peduli teman sendiri sekalipun. Apalagi diJakarta. Kota yang begitu kejam dan keras tanpa mau peduli sama siapapun. Seringkali kita menjumpai maki-makian debt collector kartu kredit yang tanpa tedeng aling-aling menyemprotkan kata-kata kasar pada siapapun yang menerima telephone darinya. Teman sekantor yang dicari…..eeee malah kita yang dianj**g2in. Katanya kita sengaja menyembunyikan sinasabah bermasalah. Tobat tenan!. Parahnya lagi lingkungan kantor tempat saya bekerja ada beberapa orang melakukan bisnis pinjaman lunak bagi orang-orang yang mempunyai masalah keuangan. Tapi bukan seperti slogan pegadaian “mengatasi masalah tanpa masalah”, namun sebaliknya sekali masuk cengkraman bakal babak belur belakangnya. Lha gimana nggak…..sebagai ilustrasi pinjam 4juta angsuran 6bulan bunga 2juta so harus balikin kedoi 6juta. Coba sampeyan itung sendiri….bunga perbulannya. Bukan lintah darat lagi namanya tapi super lintah darat laut dan udara…komplit tenan.Yang saya heran nasabahnya buanyakkk banget terdiri dari rekan-rekan kantor semua. Hingga tak jarang banyak dari mereka yang gagal membayar karena tingginya bunga.  Parahnya ATM gaji ditahan sebagai jaminan oleh silintah darat yang notabene teman sekantor. Saya cuma bisa ngelus dada dengan fenomena riba yang terjadi……hingga kemarin saya tertegun plus merinding ketika ada atasan saya cerita bahwa tetangga rumahnya yang dicondet Jakarta timur mendadak meninggal. Anehnya jenazah mengeluarkan….maaf …kotoran terus menerus dari mulutnya. Naudzubillah…………

Semua pelayat pada mencium aroma busuk tidak sedap. Petugas yang mandiin jenazah sampai berusaha membersihkan isi perutnya supaya kotoran tersebut berhenti keluar. Herannya hal itu tetap terjadi. Terpaksa harus dikafanin karena waktu sudah menjelang sore. Aura jenasah seperti suram dengan mimik menahan sakit……..masyaallah. Selidik punya selidik ternyata tetangga bos saya itu punya bisnis bank pribadi kecil-kecilan. Dengan bunga sangat tinggi dan tak jarang kalau peminjam belum bisa bayar waktu jatuh tempo, mereka dimaki-maki dengan kata-kata kasar. Waladalah….jadi lintah darat juga to. Pikiran langsung teringat teman kantor yang punya bisnis serupa. Wah…..merinding sekali lagi menyeruak. Semoga cepat dikasih kesadaran aja. Karena memang sudah jelas, Allah SWT menegaskan bahwa praktek riba merupakan dosa besar sebab bisa membikin kesengsaraan terhadap umat lainnya. Seperti difirmankan oleh Allah SWT QS. Al-Baqarah ayat 275 :

يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ

مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ

مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الّ

وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang memakan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka mengatakan, bahwasanya jual beli itu adalah seperti riba. Dan Allah menghalalkan jual beli serta mengharamkan riba. Maka barangsiapa yang telah datang padanya peringatan dari Allah SWT kemudian ia berhenti dari memakan riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya terserah keapda Allah. Namun barang siapa yang kembali memakan riba, maka bagi mereka adalah azab neraka dan mereka kekal didalamnya selama-lamaya.

So brothers…..jika kita ingin menolong saudara kita yang lain hendaknyalah menjauhkan diri dari riba karena azabnya sangat pedih dengan dosa besar didalamnya. Sebagai contoh kejadian diatas. Jenazah pelaku riba aka lintah darat secara kasat mata sudah memperlihatkan betapa dahsyat siksa jasmani yang dideritanya didunia bahkan dalam kematiannya ketika roh sudah tidak bersemayam. Apalagi alam yang maha kekal kelak……Wallahualam. Perbanyak sholat dan selalu ingat pada ajaran Al-Quran sehingga kita selalu eling dan dilindungi dari hal dan perbuatan yang menjerumuskan seperti itu. Jika mampu bantu…bantu seikhlasnya tanpa meminta imbalan. Karena sesungguhnya Allah SWT akan mengganti segala amal kita tersebut secara berlipat-lipat ganda tiada ternilai harganya dihari pembalasan nanti kelak. Amiennnn. Semoga berguna….(iw/22/2010)

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
  • Pertamaxxx
    Semoga kita tidak termasuk didalamnya, amien…

  • Hourex

    Naudzubillah Bro.. Saya jg ga brani smpen uang di bank Bro krn takut ama ribanya.. Alhmdllah aman jg kok smpan ndiri d rumah (lagian cm sdikit jg) klo ad mling/rmpok brati bkn rejeki kita..
    Tp sya yakin kok klo zakatnya dah kita bayarkan dng bener Allah swt. Langsung yg njaganya en melipat gandakannya (jd yg kasih bungany Allah Swt.).. PISS BRO

  • wah jadi kayak di Majalah HIDAYAH dan sinetronnya
    tapi ini beneran kan bro

    kalo Kredit motor itu termasuk di dalam riba juga nggak?

  • iwanbanaran

    @ Shu_enk
    Aminnn…
    @ Hourex
    Wah salut ama sampy bro. Saya juga baru mikir semalam. Soalnya nggak kepikiran sampe kesitu…
    @ Maskur
    bener Bro. Mangkanya sampe aq masukin blog saking ganggu hati. Kredit berupa apapun tidak dianjurkan sebenarnya. Itulah yg menjadi dilema kehidupan saat ini. Lwaong tanpa kredit ora jalan je hehehe….

  • Hourex

    @Bro iwan
    Biasa ae Bro, Emang skali2 prlu jg artkel kek gini Bro.. Ibarat jln ya ad rambu2ny gitu..
    BTW kok bawa2 ninja 150 dlm artkelny Di atas.. Emang pa da yg salah yg bhubungan ma ninja..
    Prasaan blm ad fatwa MUI ttg “ngebut Haram” ato “superKIPS mngandung babi”..
    Huaha ha.. PISS BRO

  • iwanbanaran

    Naudzubillahiminzalik,…. semoga kita di berikan hidayah untuk menuju kenulian allah amien

  • bonex_80

    Koq serem amat ya bro…

  • iwanbanaran

    @ Hourex
    Hahahaha…bisa aja. Nggaklah bro. Emang klo ngmongin accelerasi mtr apa lagi yg bisa buat acuan selain Ninja…dedengkotnya speed. Sing ade lawan gitu lho hehehe….

  • Bless

    Betul Bro, Riba mmang dosa besar tapi kbanyakan manusia tdk mengerti.
    Manusia baru sadar apabila NYAWA sudah sampai kerongkongan mereka bru mau bertobat tp sudah terlambat, apabila kt meninggal kt cma dibekali kain kafan aj dikubur sendiri di liang yg sempit dan gelap tdk ada teman/saudara disana membosankan dan menyengsarakan. cuma amal kebaikan kita didunia yg menemani.Semoga kita mjd org yg tdk rugi didunia & akherat.Amiin.

  • harris

    kalo hasil dari bunga bank tu riba gak bang?? cz di bank2 syariah juga memberikan riba tapi istilahnya diganti jadi bagi hasil….

  • lekdjie

    kalo bunga dari bank,haram buat dimakan..jadi lebih baik digunakan untuk sedekah pembuatan sarana2 umum seperti jalan,saluran air,wc dll.asal jgn buat beli makanan trus dimakan..begitu kata seorang ustadz.
    -masihblumbisalepasdaribank-

  • iwanbanaran

    @ harris
    Untuk bunga Bank sendiri dipastikan haram bro. Tp entahlah dengan bank Syariah. Hrs tnya pd orang ahli agama dlu..
    @ Bless
    Aminnnn…
    @ lekdjie
    Betul bro. Beratnya hidup diera modern. Sistem semua mengikuti sistem barat bukannya sistem Islam….

  • Yang penting kita baik. Semoga Allah meluruskan jalan kita

  • retno budhiyati

    Betul jg sohib…SDH banyak contoh2 yang nyata di dunia ini,bagi MEREKA yg memakan “RIBA” istilah nya ORANG LAGI KEPEPET alias lg kesulitan malah di jepit ampe melet…BUNGANYA NGA KIRA2 bro .20 % sebulan..” kalo belom bs bayar biangnya (pjman pokok) bisa bayar anaknya dulu (bunganye ) kalo anakanye jg MAKA POKOK + BUNGA = DI BUNGAIN LAGI..jd deh bunga CICITNYE…weleh weleh.BUNGA BEBBUNGA,DAN BERBUNGA LAGI…Maha ADIL ALLAH SWT dgn MEN -AZAB pemakan RIBA ..nyata di dunia apalagi di AKHERAT..INGAT !!!!!

  • Maaf ini pendapat saya yang awam. saya wiraswasta.

    fakta lebih banyak pengusaha sukses menggunakan utang bank. berarti bank sangat bermanfaat. tidak mungkin pengusaha muslim berpotensi akan sukses jika tidak ada Bank. misalkan kita punya potensi menjual barang milyaran rupiah, keuntungan bisa 40% dari modal, jika tidak ada modal, dia tidak mungkin sukses. kalau pinjam sesama muslim kayaknya susah banget uang sebanyak itu dipinjamkan, dan itu wajar. Akhirnya hanya bank yang paling menolong dengan bunga paling 2%. jika di bank tidak dapat dia lari ke kreditur lain dengan bunga lebih besar sekitar 7% tapi kalau dia sukses dia akan untung karena keuntungannya 40% -2% dg bank atau 40%-7% dg rentenir. Dan pengusaha muslim akan maju bisa ikut membantu memajukan umat.
    Jadi jelas Bank sangat membantu kalau kita benar2 punya potensi. Bank atau rentenir juga untung. sama-sama untung.

    Kemungkinan besar muslim Indonesia akan menjadi miskin dan bodoh (karena tdk sanggup mmbayar sekolah anaknya) kalau tidak ada bunga bank dan akan tertinggal jauh dengan umat lain. Silahkan lihat biografi konglomerat pribumi muslim yang sukses semuanya menggunakan jasa bank dalam awal usahanya.

    Sebenarnya semua pengusaha akan dengan senang hati menerima pinjaman tanpa bunga kalau memang ada.

    Misalkan ada muslim melarang utang bank atau rentenir non bank sambil memberikan solusi utang tanpa bunga.

    Akhirnya saya yang awam dan tak punya modal banyak mengikuti dalil2 nya Ulama tentang manfaat yang lebih banyak untuk umat dari keterpurukan bisa menjadikan sesuatu boleh.

    Sekali lagi saya awam dan butuh pencerahan.

  • @edi susanto ..

    yg sampean jelasin itu jelas masuk kategory “Just in Case”

    tidak semua orang mempunyai jiwa wiraswasta atau enteprenourship seperti sampean ..

    ada orang yg dilahirkan tipikal menjadi pengusaha / leader ada yg hanya sebagai pekerja / follower ..
    mau di paksakan spt gimana si follower ini .. ikut seminar , khursus kepemimpinan atau gimana aja… tetep kalo mental dan jiwa dari sono nya follower ya tetep akan jadi follower..

    maka dengan analogy sampean jelaskan semua akan bisa dan dapat terjadi mekanisme bisnis dengan mudah tanpa masalah .. kreditur untung dan debitur juga untung .. sama2 untung.. dan itu hanya untuk kalangan tertentu .. spt yg saya sebutkan di atas.

    tapi topic yg di bahas oleh thread starter adalah bermakna luas dan global .. yg intinya adalah waspada kepada praktek riba..

    saya juga seorang pengusaha.. namun saya sangat berhati2 dalam melakukan pinjaman kredit kepada bank..

    dan untuk memanfaatkan bunga yg kita taruh di bank ada baiknya juga merujuk kepada komentar sodara @lekjie..di atas.

    bank punya potensi .. dengan mekanisme perbankan yg canggih tapi tetap di dalam nya terdapat unsur riba .. saya rasa syariah skrng pun juga begitu .. riba yg terselubung secara halus ..

    saya lebih merujuk kepada pola sistem orang jaman dulu .. orang2 kaya jaman dulu lebih mengutamakan menyimpan uang tidak berbentuk fisik tapi berbentuk fix asset .. spt tanah , rumah , pabrik dsb. dan bukan yg berbentuk non fix asset spt kendaraan pribadi .. karena jelas kita tahu semua itu mempunyai nilah penyusutan.

    jadi sebagai umat nya rasulullah kita wajib mencoba melakukan usaha yg sesuai dengan syariat .. atleast kita berusaha lah .. Allah juga tau kok usaha kita .. yg penting tidak secara sengaja menceburkan diri ke dalam jurang yg akan membuat diri kita menjadi sengsara.

    hukum global dunia skrang adalah dunia abu2 .. Allah maha bijaksana “Dia” tahu apa yg kita perbuat selama tidak menyalahi aturan “Nya”

  • pengalaman yang berharga, tambah ilmu lagi