Satu lagi teman kantor kena racun…..

6
10

Eitt….jangan salah bro. Racun disini bukan racun beneran. Juga bukan keong racun yang dinyanyikan teh lissa ataupun Jojo Shinta. Apalagi kalau nggak racun karena motor.  Gugun adalah Penyemplak setia motor Honda. Dijamin walau ada model baru kayak apapun kalau bukan pabrikan AHM yang ngeluarin  pasti  bakal ditolak mentah-mentah oleh doi. Dilalah…..kesetiaannya tiba-tiba luntur tidak berbekas. Indikasi ini terlihat dirinya lagi getol menawarkan Honda matic Beatnya kesaudara atau siapapun yang mau membeli sesuai harga penawaran. Ada apa gerangan..??

Karena penasaran..bak penyelidik saya tanya siGugun alasan dijual motor kesayangannya. Apa karena New Megapro baru yang punya bentuk aduhai menawan dengan segudang fitur yang dimilikinya?….jawabannya bukan. Apa karena kepepet butuh duit?..bukan juga. Tukar sama Betik Honda?…..bukan juga. Akhirnya mendapat jawaban yang jauh dari dugaan. Doi pengen tukar dengan Pulsar 135ls!!!….waladalah kesambet setan mana nih anak. Bukannya apa, saya tahu Gugun adalah salah satu konsumen fanatik terhadap merk. Blak-blakan aja…doi paling suka sama Honda. Apapun kekurangannya kalau sudah motor Honda selalu dibilang bagus. Dari jaman SupraX 100cc hingga motor matic tidak sekalipun mau nyebrang ke Yamaha, atau Suzuki. Doi percaya mesin Honda adalah yang terbaik.  Walau dulu sempat punya motor laki, untuk urusan tunggangan doi juga lebih condong memilih motor tanpa kopling karena ribet dan capek katanya.  Hingga penasaran saya akhirnya terjawab….

Gugun beberapa minggu yang lalu diajak saudaranya pulang keBandung. Lewat rute jonggol yang terkenal dengan aspalnya bak bisul. Mlendung sana-sini ditambah lubang-lubang parah luput dari perhatian pemerintah setempat. Doi dibonceng dari rumah naik Pulsar 135ls. Ditengah jalan sebelum jonggol saudaranya minta Gugun jadi joki didepan. Maklum saudara tidak tahu jalan katanya. Pertama kali pakai rasa nyaman langsung terasa. Segala rute telah dilalui. Dari jalan rusak hingga aspal mulus dilibas olehnya. ” Gila bos… tuh motor shockbraker enak banget buat hantam lubang sekalipun,” ujarnya penuh semangat. “Tarikan responsif amir….nggak nyangka motor India bisa kayak gitu!”….enak deh pokoknya. naksir banget gua wan…” tambahnya dengan mimik serius. Walah….segitu gampangnya Bajaj meracuni seseorang. Apa yang dirasakan oleh Gugun juga pernah sempet menyerang saya. Ketika waktu itu nyoba P200. Entahlah…memang mesinnya tidak galak tapi smooth dan nyaris tanpa getaran. Hal ini ditengarai pengaplikasian  engine mounting yang cukup besar pada sasis ketika mengikat mesin.

Tidak kaget sebenarnya kalau melihat prestasi Bajaj. Tentang teknologi tak tanggung-tanggung Bajaj telah menggandeng KTM Austria serta Kawasaki Heavy Industry ltd, bersama-sama menantang dominasi market share yang masih kalah dari Honda secara global (sumber Bloomberg Bussinesweek). Market share India juga terus meningkat mendekati Hero Honda yang turun menjadi 47% dari 57% sementara Bajaj naik menjadi 34% dari 25%. Sayang khusus diIndonesia Bajaj bisa saya bilang kurang greget.  Kualitas produk bagus tapi tidak dibarengi faktor pendukung lain. Minimnya jumlah dealer dan kurang merata kualitas pelayanan 3S merupakan kendala utama berkembangnya motor keluaran India ini. Btw pesan dari bang napi….jika tidak mau kena racun Bollywood, jangan pernah nyoba Pulsar. Karena motor India ini memang menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding produk Jepang. Irit, powerfull dan smooth  handling stabil serta bentuk gahar adalah kelebihan yang ditawarkan Pulsar. So masih ada yang mau kena racun dari India..?? cukup Gugun aja bro, jangan ada yang lain xixixixi………(iw/15/2010).

Advertisements
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

6 COMMENTS

Leave a Reply